SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Sunday Ride with UN Peace Keeper Cycling Force


Advertisements

Watch “Lombok Earthquake Disaster Relief Work 2018” on YouTube Lombok Earthquake Disaster Relief Work August 2018 https://youtu.be/zCBqOOUIxGE


L

Gowes Wisata with UN Peace Keeper Cycling Team


24 Jun 2018, kami mengunjungi markas Penjaga Perdamaian PBB di Sentul atas undangan komandan Arief untuk gowes bersama mengunjungi beberapa curug yang ada di sekitar lokasi dan sekaligus bersilahturahmi sesama goweser.

Gowes Moedik 2018


Persiapan

Beberapa bulan sebelumnya, sempat mengetahui akan rencana gowes moedik 2018 yg sudah ke-8 kali diselenggarakan oleh Bike2Work, namun karna tidak memiliki kampung halaman di daerah jawa, sehingga enggan juga menanggapinya.

Beberapa hari sebelum acara perjalanan gowes moedik 2018 dimulai, ada teman gowes yg mengajak ikut serta perjalanan mudik dgn sepeda dari Tangerang hingga ke Yogyakarta. Menyadari adanya libur panjang lebaran kali ini, akhirnya saya pun memutuskan bergabung bersama 4 peserta lainnya yg memang sudah sering gowes touring bersama, dengan titik start dari Tangerang. Acara gowes moedik 2018 ini sendiri sudah tercatat hampir 150 peserta dgn tujuan ke berbagai daerah di Jawa.
Persiapan yg mendadak cukup menantang juga, karna ini akan merupakan perjalanan turing sepeda terlama (5 hari) dan terjauh (sekitar 560km) yg pernah sy lakukan. Sepeda sudah siap, dan karna ini tergolong gowes mandiri, shg segala kelengkapan perlu dibawa serta. meskipun telah dipesan agar membawa barang dalam panier seminim mungkin, karna tanjakan demi tanjakan yg harus dilewati, tetap saja saya berakhir dgn 2 panier di rak depan dan 2 panier di rak belakang !

Tujuan finish kami berlima adalah kampung halamannya bro Budi yang berada di Kulonprogo, DIY. Ikut serta bro Candra, bro James dan bro Yoyong .

Perjalanan hari pertama, sabtu 9 Juni cukup berat karna harus melewati Puncak via Tangerang melalui jalur selatan. keseluruhan kota yang aka dilalui mulai dari Tangerang, Bogor, Puncak, Cipanas, Cianjur, Padalarang, Cimahi, Bandung, Cileunyi, Nagrek, Malangbong, Tasik, Ciamis, Banjar, Majenang, Wangon, Buntu, Gombong, Kebumen, Purworejo, dan berakhir di Kulonprogo D.I. Yogyakarta.
Hari pertama kami menginap di Cianjur.

Hari Kedua dari Cianjur kami melewati tanjakan Gn Kapur Citatah, memasuki kota Bandung, dan berakhir dgn bermalam di Nagrek.

Keesokan harinya, memasuki hari ketiga, kami ditemui oleh host iNews yg terkesan dgn perjalanan gowes mudik kami yg sejauh 600km tsb, untuk wawancara. Tidak tanggung2, host Wan Aniska yg juga punya hobby gowes sepeda, menaiki sepeda bro Budi sambil diambil gambarnya.

Pada siang harinya, hasil liputan tsb telah ditayangkan di RCTI, dan dapat ditonton di Youtube https://youtu.be/B_nnmjh_xoI

Cukup heboh setelah itu, karna beberapa sahabat dan sanak keluarga yg menonton acara liputan iNews tsb sempat menelpon kami dan menyampaikan rasa kagum mereka. kami pun bersyukur dapat menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa sepeda juga dapat merupakan salah satu moda transportasi yg ramah lingkungan untuk perjalanan mudik yg menyenangkan!

sepanjang perjalanan di hari ketiga, kami pun menjadikan hasil liputan iNews tsb sbg salah satu bahan pembicaraan dan candaan bersama.
Malam hari ketiga kami menginap di Kebumen dan telah mengantongi jarak tempuh +/- 350km, hitungan kami masih tersisa sekitar 220km yang masih harus ditempuh dalam waktu 2 hari.

Hari ke 4 dan ke 5, jalanan cukup menyenangkan, meskipun masih terdapat beberapa kali tanjakan terutama dari Majenang menuju Kebumen. Di tengah perjalanan, sempat juga kami menikmati durian. Kami sampai di Kebumen menjelang jam 10 malam, dan memutuskan untuk menginap di Kebumen sebelum melanjutkan perjalanan terakhir ke Yogya.
Perjalanan terakhir dari Kebumen memasuki DI Yogyakarta terasa lebih santai karena kita menyusuri jalur pantai selatan. kami pun menyempatkan diri beristirahat di pantai Ambal sambil menikmati kopi dan rebahan, menikmati angin pantai laut selatan di bawah pepohonan rindang. cukup lama juga kami beristirahat di pinggir pantai sini sebelum meneruskan perjalanan untuk makan siang di sekitar sana.
meskipun angin pantai cukup kencang yg menahan laju sepeda di jalan beraspal mulus, tetap saja kami menyempatkan diri berhenti sekedar menikmati buah semangka yg banyak dijajakan sepanjang jalan menjelang sore.

Tujuan finish kami di desa Kulon Progo DIY, kampungnya masbro Budi dan sekaligus menginap di rumahnya. 3 km menjelang sampai ke rumahnya masbro Budi, terdapat beberapa tanjakan yg cukup menguras tenaga juga. dan karna telat mengoper gear pas di tengah tanjakan, rantai sepeda saya putus di malam gelap gulita. setelah coba disambung tanpa berhasil dan karna sudah malam, akhirnya utk menyingkat waktu, dgn cara didorong teman, tetap sepeda melaju tanpa digowes sampai ke rumah masbro Budi sekitar tengah malam.
kami semua bersyukur dpt menyelesaikan gowes mudik dgn sehat wal afiat. sambutan keluarga masbro budi yg ramah dan suasana desa yg nyaman dan sepi, membuat kami serasa benar2 mudik di rumah kampung halaman sendiri. malam itu, kami terlelap dan bangun agak siang keesokan harinya. sarapan pagi ala desa tersaji menyambut pagi hari yg cerah.
perjalanan Gowes Moedik 2018 ini pun berakhir dengan pengalaman yang tidak mudah kami lupakan.

Statistik yg tercatat di Strava selama 5 hari bersepeda:
jarak tempuh : 570km
jam aktif gowes : 35 jam
elevation gain : 4.131 meter
kalori : 8500 cal

Rinjani Adventuring


“The mountains are calling and I must go.” (John Muir)

Day 1
Rinjani adventuring 3726 mdpl yg sudah direncanakan setahun sebelumnya setelah Mahameru Summit 2, akhirnya terlaksana juga pada akhir bulan Mei ini. Misi Rinjani adventuring ini diikuti oleh 20 peserta yang sebagian besar juga mengikuti Mahameru Summit 2 tahun lalu. Perjalanan kali ini pun bersama @dannysutradewa dan teman-temannya.

Hari pertama dimulai dari desa Sembalun di ketinggian 1150 mdpl dengan tujuan menuju base camp di Pelawangan Sembalun yg berada di ketinggian 2639 mdpl. Perjalanan trekking melintasi beberapa bukit dengan nama yang cukup membuat ciut nyali trekker pemula, “Bukit Penyesalan” yang dibuat berseri 1 sp 3. Dinamakan demikian karna tanjakan terus menerus yang cukup menguras tenaga sehingga sering menyebabkan peserta menyesal atau kesal ikut serta.

Namun demikian, setelah sampai di base camp Pelarangan Sembalun, sajian pemandangan Danau Segara Anak yang berada di bawah bukit persis di samping Gunung berapi Rinjani Anak yg sempat meletus tahun lalu, serta kemegahan puncak Rinjani, dan indahnya matahari sewaktu membenamkan diri di antara bukit dan danau sebelah Barat, mampu membuat para trekker melupakan kekesalan mereka setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu 7 jam.

#rinjani #rinjanitrekker #rinjanimountain #sembalun #pelawangansembalun #basecamp #trekker #lombok #explorelombok #lovingvegancommunity #veganlifestyle #vegantrekker #vegancyclist @ Gunung Rinjani National Park

“Never measure the height of a mountain until you have reached the top. Then you will see how low it was.” (Dag Hammarskjold)

Day 2 : Rinjani Summit Attack

Rencana semula mulai summit attack tengah malam diurungkan karna beberapa pertimbangan, sehingga jam 05:15 baru mulai menapak grup pertama , saya bersama Danny Sutradewa dan Vito Tjahyadi ditemani seorang pemandu lokal.

Matahari terbit di ufuk Timur yang memberikan nuansa keemasan pada awan adalah sungguh suatu pemandangan yang luar biasa dari maha karya Yang Maha Kuasa.

Pemandangan yang indah sepanjang perjalanan trek membuat kami beberapa kali berhenti untuk mengabadikan suasana yang sulit teruraikan dalam kata2.

Kami berhasil mencapai Puncak Rinjani di ketinggian 3726 mdpl, puncak gunung vulkanik kedua tertinggi di Indonesia yang berada di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, sekitar pukul 9 lewat, pada hari bertepatan dengan ulang tahun istri dan ibunda @dannysutradewa . Oleh @dianasutradewi telah disiapkan sebelum keberangkatan dari rumah , spanduk ucapan “Happy Birthday Loving Mom & Lovely Wife” pun berhasil dibentangkan di Puncak Rinjani sebagai hadiah ulang tahun terindah dan teristimewa buat sang istri tercinta di rumah.

Di tengah perjalanan turun dari puncak, kami sempat berpapasan dengan beberapa teman yang masih berjuang mencapai puncak. Dengan pertimbangan waktu, akhirnya kami memutuskan untuk bermalam lagi di Pelawangan Sembalun basecamp, dan akan melakukan perjalanan besok pagi menuju Danau Segara Anak untuk bermalam di sana, sebelum melanjutkan perjalanan akhir melewati Pelawangan Senaru sampai di titik finish penjemputan di Desa Senaru.

Day 3 & 4 Berenang di Danau Segara Anak, berendam di hot spring water Aik Kalak dan memanjat dinding

“Every mountain top is within reach if you just keep climbing.” (Barry Finlay)

Day-3 Danau Segara Anak

Setelah menghilangkan penat Summit Rinjani, pagi hari ketiga ini kami bangun dan sempat menikmati sunrise yang begitu indah.

Perjalanan hari ini menuju Danau Segara Anak dgn jarak tempuh 3 jam dari ketinggian 2639 mdpl di Sembalun basecamp menurun hingga ke danau yang berada di ketinggian 2000 mdpl.

Trek kali ini menuruni bukit berbatu yang cukup tajam turunannya dgn susunan tangga batu. Kami dipesan oleh pemandu agar berhati2 dan mengupayakan pegangan tangan serta memastikan batu yg stabil sebelum diinjak.

Danau Segara Anak yang kelihatan di bukit dan cukup dekat lama2 menghilang dari pandangan karna ternyata trek tsb mengitari bukit dengan kondisi jalan berbatu dan hanya sebagian kecil tanah gunung datar.

Setelah pas 3 jam menyelesaikan trek ini, tibalah kami di Danau yang airnya cukup dingin serta menggoda utk berenang sambil melepaskan penat di badan. tanpa membuang waktu, beberapa di antara kami yang sampai duluan langsung membuka baju dan berenang. setelah puas berenang, kami pun melanjutkan keinginan awal untuk mencari air terjun dan sumber mata air panas atau Onzen. tidak begitu jauh dari danau, sampailah kami di tempat Onzen tsb, dan segera kami melepas baju mulai berendam cukup lama.

Perjalanan hari ketiga ini sangat menyenangkan, dan malamnya kami kumpul bersama melakukan permainan Werewolf ditemani bulan purnama Waisak. Permainan serigala manusia yang cocok dilakukan di bulan purnama.

berikutnya Day 4 : 10 jam perjalanan Senaru climbing, trekking, melintasi hutan tropikal

“How glorious a greeting the sun gives the mountains!” (John Muir)

Day 4 : Senaru

Perjalanan trek terakhir dari Danau Segara Anak 2000 mdpl menanjak hingga Pelawangan Senaru di ketinggian 2641 mdpl. Kami bangun cukup pagi dengan sajian pemandangan bulan purnama yg terpancar di kolam, sungguh indah. Kami semua bersiap berangkat sekitar jam 07.00 pagi setelah sarapan. Perjalanan hari terakhir ini seharusnya ditempuh 2 hari, namun karna kami memutuskan tidak menginap di Pelawangan Senaru, sehingga dari Danau melintasi Pelawangan Senaru lanjut sampai titik final di desa Senaru 601 mdpl.

Perjalanan panjang ini diperkirakan akan ditempuh dalam waktu 10 jam. dengan rute awal menyusuri pinggiran danau dan kemudian terus menanjak melewati dinding bebatuan tegak dengan teknik climbing. Di beberapa bagian terdapat penyangga dan alat bantu seperti tiang besi dan tali yg cukup membantu. Trek terakhir ini cukup menantang adrenalin karna harus memanjat dinding bebatuan dan perlu memastikan injakan dan pegangan batu cukup stabil utk dipakai sebagai penopang kalau tidak ingin tergelincir ke bawah bebatuan tajam.

Setelah menguras tenaga hampir 3 jam, akhirnya baru sampai di Puncak tertinggi Senaru Crater RIM 2641 mdpl dengan sajian pemandangan yang sangat menakjubkan. Cukup untuk mengobati tenaga yang terkuras dan kami pun berfoto ria di Puncak Pelawangan Senaru sambil berehat.

Perjalanan menurun ke desa Senaru melewati hutan tropikal yang cukup rindang. Terdapat beberapa pos penghentian untuk sekedar beristirahat dan makan siang.

Kami mencapai gerbang Desa Senaru sekitar sore jam 4 lewat. Perjalanan terakhir ini cukup komplit karna terdapat tanjakan, rock climbing, dan cross country. Grup terakhir mencapai gerbang Desa sekitar pukul 7 malam.

Tempat menginap kami malam ini di daerah Senggigi, Kebun Resort, cukup nyaman, dan kami pun beristirahat lebih awal untuk memulihkan tenaga yg terkuras selama 4 hari trekking Riinjani yang diakui sebagai kawasan Geopark Unesco. Sebuah pengalaman yang sungguh menyenangkan.

#rinjanitrekker #rinjani #danausegaraanak ##lombok #aikkolak #hotspring #geoparkunesco #vegantrekker #vegancyclist #lovingvegancommunity #veganlifestyle @ Puncak Rinjani..n Danau Segara Anak.

GoTour de Borneo 2018


GoTour de Borneo menempuh jarak sejauh 428km yg dimulai dari Kuching (Malaysia) melewati perbatasan Aruk dan memasuki kota sambas pada hari pertama tgl 28 Feb (+/- 200km) dgn elevation gain di atas 1000m. terus lanjut pada hari kedua dari sambas melewati kota pemangkat hingga berakhir di kota singkawang pd tgl 1 feb. perayaan pesta rakyat capgomeh yg mistikal di kota singkawang sempat kami saksikan keesokan harinya sebelum pada siang hari yg sama melanjutkan perjalanan menuju kota pontianak dgn jarak tempuh 150km beratap terik matahari menyisiri pantai sepanjang perjalanan.

hampir seluruh 23 + 5 peserta dapat menyelesaikan gowes turing 3 hari ini tanpa memanfaatkan kendaraan mobil support dan sesuai rundown tentunya buat mereka yg termasuk kloter pertama. seleksi alam selalu terjadi dalam berbagai acara turing sepeda, sehingga meskipun secara bersama memulai namun selalu berakhir secara kelompok per kelompok atau per individu sesuai kemampuan masing2 peserta.

perjalanan kali ini yg bagi sebagian besar peserta adalah gowes turing terjauh, dan benar2 mengetest daya tahan masing2 peserta dg menempuh rute lintasan khatulistiwa yg panasnya sangat menyengat

namun, kami bersyukur dapat menyelesaikan acara GoTour de Borneo 428km tanpa mengalami hambatan yg berarti dan seluruh peserta pulang ke rumah masing2 menjelang sore hari tgl 4 Maret dalam keadaan riang gembira membawa oleh2 khas dari Borneo utk keluarga tercinta.
terima kasih khusus kami sampaikan kepada road marshal yg gigih, Mr Johnny van Aert yg telah dgn penuh kesabaran menemani kami menyelesaikan rute GoTour de Borneo 428km.
terima kasih kepada para sahabat yg telah ikut berpartisipasi.
terima masih juga kepada para sponsor: BankMayapada. Sompo Insurance. Kikkoman & AKU, Bakmi GM dan Toska Cafe.
Jakarta, 4 Maret 2018

#gotour #borneo #cyclingtouring #sepedalipat #bikefriday #bikefridayid #vegancyclist #kuching #malaysia #sambas #pemangkat #singkawang #pontianak #lovingvegancommunity #veganlifestyle #bankmayapada #sompoinsurance #kikkoman #hellotoska #toskajuicecoffee #bakmiGM #AKU

Strava End of the Year


https://2017.strava.com/en-gb/videos/6a1beec0945bf275085a921973963fd21f33b519/

%d bloggers like this: