SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Vegetarian dan Menderita Kanker, testimoni

Vegetarian dan Menderita Kanker, testimoni

Dari sebuah blog ………
 
Beberapa waktu silam, Janette Murray-Wakelin didiagnosa menderita kanker payudara dengan carcinoma yang sangat ganas dan diberitahu bahwa harapan hidupnya tinggal 6 bulan. Tumor itu itu sendiri tidak terlalu besar, hanya 3 cm saja, tetapi kankernya sudah menyebar ke seluruh dadanya dan kelenjar limpa. Janette dianjurkan untuk menjalani kemoterapi dan radiasi untuk memperpanjang harapan hidupnya.

Saat itu Janetee berusia 52 tahun, memiliki dua orang anak dan satu orang cucu. Dia sungguh tidak bisa menerima kenyataan ini dan tidak percaya pada diagnosa tersebut. “Selama ini saya melakukan gaya hidup sehat, saya sudah 25 tahun dan menjadi vegan pada 15 tahun terakhir. Saya juga sangat aktif melakukan kegiatan fisik sepanjang hidup saya. Saya sangat terpukul dengan diagnosa ini,” katanya. “Namun, walau bagaimanapun, niat hidup saya jauh lebih besar daripada ketakutan, saya telah siap untuk hidup lebih lama!”

Sambil berjalan-jalan di arena sebuah festival, Janette menggendong cucunya yang tertidur pulas di pelukannya. Ketika mereka samping di rumah dan Janette meletakkan cucunya itu, dia merasakan rasa sakit di dadanya yang tadi menempel dengan cucunya. Ternyata ada sebuah benjolan di dadanya. Benjolan itu tidak terlalu mengganggu tapi dia heran karena sebenarnya sudah lama melakukan pengecekan sendiri secara rutin tanpa menemukan suatu kelainan apapun. Dia juga merasa tidak pernah merasa sakit sepanjang hidupnya kecuali ketika setelah divaksinasi pada masa kecilnya. Dia juga tidak pernah mengalami flu berat, tidak pernah mengkonsumsi narkoba atau alkohol, dan bahkan juga aspirin atau penghilang rasa sakit yang lain. Pikirnya, benjolan dan rasa sakit itu hanyalah merupakan lecet atau luka karena dia lama menggendong cucunya.

Tapi atas anjuran anaknya, Janette tetap pergi ke dokter untuk melakukan pengecekan. Hasil pengujian dengan ultrasonografi dan biopsi menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan. Sulit bagi Janette menerima kenyataan ini dan dia tidak mau menerima rekomendasi berikutnya, yaitu untuk melakukan kemoterapi dan radiasi. Dia merasa bahwa terapi tersebut tidak sesuai dengan sistem tubuhnya. Intuisinya mengatakan bahwa “melawan gejala penyakitnya tidak akan mengatasi penyebabnya”. Dia merasa bahwa dia harus membantu tubuhnya untuk memulihkan dirinya sendiri dengan membalikkan permasalahan. Dia juga sangat yakin bahwa dia tidak akan mati dan menganggap “diagnosa” itu sebagai suatu tantangan. “Ini hanyalah sebuah pesan dari tubuh saya bahwa ada suatu masalah yang harus saya selesaikan”, katanya.

Dia dan seluruh anggota keluarganya lalu bergerak mempelajari semua kemungkinan dan mendapatkan terapi holistik alami (natural holistic therapies).

“Kami perlu mengetahui semua kemungkinan yang mungkin terjadi. Saya memerlukan berbagai informasi alternatif untuk menentukan pilihan apa yang harus saya lakukan. Penelitian kami yang terus menerus tak hanya memberikan pengetahuan kepada kami untuk menentukan pilihan tetapi juga membuat kami sangat yakin bahwa pilihan kami adalah pilihan yang tepat”, begitu pikir Janette.

Dengan bantuan seorang dokter naturapati, Janette mendapat sejumlah terapi yang mendukung perbaikan pikiran, tubuh dan jiwa, yang antara lain berupa terapi kekebelan tubuh melalui pembuluh darah (intravenous), terapi detoksifikasi dengan infrared, terapi ozone untuk menambah jumlah oksifen di dalam tubuhnya, terapi pernafasan, olahraga aerobic, meditasi, latihan berpikir positif dan meningkatkan kesadaran spiritual, dan juga mengkonsumsi nutrisi optimal dengan jus, wheatgrass dan makanan segar.

Dalam 6 bulan sejak menerima diagnose tersebut, Janette secara rutin menghabiskan 3 jam sehari, 5 kali seminggu di klinik naturapati itu untuk meningkatkan sistem imunitasnya. Dia juga menambah jumlah latihannya, mengikuti yoga dan melakukan lari jarak jauh. “Dengan yoga saya dapat bersatu dengan diri saya sendiri. Saya mengerti diri saya sendiri dan mencintainya tanpa syarat. Saat berlari pun menjadi lebih meditatif. Saya memilih lari di pegunungan dan lari tanpa alas di pantai. Saya merasakan kebebasan kembali seperti seorang anak kecil”, katanya kemudian.

Janette kemudian tidak hanya menjadi vegetarian dan vegan saja, tetapi juga menghilangkan semua makanan yang diproses. “Sulit untuk dipercaya dengan apa yang saya rasakan dengan hanya melakukan 100% makanan tanpa diproses dalam seminggu saja. Pertama kali, pikiran saya menjadi sangat jelas dan ringan sekali. Saya tidak lagi berpikir apa keputusan yang harus saya buat. Segala sesuatu menjadi jelas, tak ada lagi keraguan. Berat badan saya memang berkurang sekitar 7 kg pada bulan pertama saya melakukan pola makan segar dan itu sedikit di bawah berat badan ideal saya. Tapi, pada bulan berikutnya, berat badan saya bertambah menuju berat ideal saya dan tidak pernah berubah lagi sejak itu hingga sekarang”, ceritanya.

Dalam 6 bulan pertama, Janette merasakan luka-luka yang pernah dirasakannya. Sikunya yang tidak dapat diluruskan karena terjatuh pada beberapa waktu silam menjadi terasa sakit. Tetapi, saat rasa sakit itu kemudian hilang dan dia dapat meluruskan tangannya kembali. Dia juga merasa sangat berenergi daripada sebelumnya. Dia dapat melakukan lari jarak jauh dengan lebih baik dan tingkat kebugarannya sangat meningkat.

Setelah 6 bulan, dokter mengatakan bahwa harapan hidupnya sudah maksimum dan menyatakan bahwa dia sangat sehat, tidak ada lagi tanda-tanda sel kanker di tubuhnya lagi. Janette merasakan bahwa waktu 6 bulan yang sangat penting itu dipenuhi dengan cinta kasih, canda dan dukungan dari seluruh anggota keluarganya dan dari para sahabatnya. Diagnosa kanker pada saat itu membawanya ke perjalanan hidup yang lebih baik, membuat dia lebih mengerti tentang kesehatan dan membuatnya mendapat peningkatan kesadaran pencerahan yang jauh lebih baik. “Tiap hari menarik dan mengagumkan jika kita melakukan pola makan segar!”, katanya.

catatan : setelah sembuh dari penyakitnya dan justru menjadi jauh lebih bugar daripada sebelumnya, Janette Murray-Wakelin mendirikan ZenZero Centre for Optimum Health di Courtenay, Vancouver Island, Canada. Dia juga menjadi pembicara di berbagai tempat, mendirikan restoran “raw juice”, membuat “Raw Food Oasis Vegan Restaurant”. Janette dan Alla sudah 100% menjadi penganut pola makan segar. hebatnya, 20 staffnya juga mengikuti pola hidup tersebut.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: