SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Bisakah Vegan Kekurangan DHA?

Bisakah Vegan Kekurangan DHA?

 

Sekurangnya itulah pertanyaan (japri) yang masuk setelah kita membahas tentang bagaimana kita bisa mendapatkan EPA dan DHA yang baru lalu. Pertanyaan itu muncul dan terbersit karena pada pembahasan yang lalu juga dibicarakan mengenai dua jurnal penelitian1,2) terkemuka yang menunjukkan para vegan kekurangan DHA.

 

Dan …..jawabannya adalah “bisa”.  Lalu, haruskah para vegan rutin mengkonsumsi suplemen omega-3 karenanya? Untuk pertanyaan kedua ini, jawabannya adalah “tidak perlu”.

 

Akibat pendidikan nutrisi yang tidak tepat, yang lebih cenderung menganjurkan menambah beberapa jenis senyawa kimia saja, seperti protein, lemak, karbohidrat dan vitamin ketimbang menghindari yang menyebabkan tubuh menjadi kekurangan sesuatu, maka banyak sekali para vegan yang lalu ketakutan menjadi kekurangan nutrisi. Mereka mengkonsumsi berbagai suplemen dan makan banyak-banyak apa yang mereka anggap mengandung protein tinggi, seperti kacang (apapaun jenis kacangnya) dan berbagai produk olahan dari kacang (susu soya, tahu, tempe dst).

 

Jenis makanan yang disebut terakhir ini banyak mengandung omega-6 dan, karenanya, seperti sudah kita bicarakan pada pembahasan yang lalu3), konversi omega-3 menjadi EPA dan DHA terhambat. Omega-6 bersifat menghambat konversi omega-3 menjadi EPA dan DHA. Inilah yang sering menyebabkan para vegan justru kekurangan EPA dan DHA. Mereka bukan kekurangan asupan omega-3, tetapi mereka terlalu banyak mengkonsumsi omega-6 (karena khawatir kekurangan gizi)

 

Jadi, lagi-lagi, selain menambah asupan omega-3, juga perlu diperhatikan untuk meminimalisasi asupan omega-6 (baik yang berasal dari biji maupun dari minyak (baik mentah maupun yang sudah dipanaskan, dan termasuk minyak zaitun atau olive oil)).

 

Demi gampangnya, konsumsilah buah segar manis tak berlemak murah lokal dan sedang musim lebih banyak dan lengkapilah dengan sayuran (dari dedaunan) segar berwarna hijau serta kalau bisa organik. Batasi mengkonsumsi biji dan minyak atau buah berlemak seperti apukad, kelapa, durian (jangan lebih dari segenggam sehari, totalnya). Makin sedikit tentu makin baik. Lalu, dapatkan paparan sinar matahari langsung. Banyak beraktifitas dan berolahraga, serta terutama selalu bersyukurlah kepada Tuhan.

 

Juga, jangan protes kalau lalu orang-orang berkomentar  bahwa kita nampak (dan betulan) menjadi lebih sehat, lebih segar, lebih bugar, makin keren dan senantiasa bahagia!

 

Mau kan?

————————-

1)Kornsteiner M, Singer I, Elmadfa I., “Very low n-3 long-chain polyunsaturated fatty acid status in Austrian vegetarians and vegans”,  Annals of Nutrition and Metabolism 52(1):37-47, 2008.

2)Davis BC; Kris-Etherton PM, “Achieving optimal essential fatty acid status in vegetarians: current knowledge and practical implications”, The American Journal of Clinical Nutrition 78(3 Suppl):640S-646S, 2003.

3)Bagaimana kita mendapatkan EPA dan DHA

https://groups.google.com/forum/?fromgroups=#!topic/segarbugarsepanjangmasa/hXlcsCtJRgE

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: