SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Era Vegetarian Akar dari Kekristenan adalah Cinta Kasih melalui Vegetarisme

Era Vegetarian
Akar dari Kekristenan adalah Cinta Kasih melalui Vegetarisme
Oleh Tim Berita Amerika (Asal Bahasa Inggris)

Berdasarkan dokumen-dokumen sejarah dan riset dari berbagai cendekiawan
Kristen, Yesus Kristus dan umat Kristiani zaman dulu adalah vegetarian.

Dipercayai bahwa Yesus adalah anggota Nazarene, sebuah kelompok Essene
yang hidup dekat bukit Karmel di Israel. Kaum Essene adalah sebuah ordo
agama utama di Palestina pada abad pertama. Para anggotanya mengenakan
pakaian putih serta menjalankan diet vegetarian.

Menurut sejarawan gereja abad ke-4, Epiphanius, dan filsuf Yahudi Philo,
kaum Essene adalah orang-orang Yahudi yang menjalankan semua tata
istiadat kaum Yahudi, tetapi mereka tidak melakukan kekerasan kepada
semua makhluk hidup dan menganggap itu sebagai sesuatu yang melanggar
hukum jika memakan daging atau memberikan persembahan dengan binatang.
Sebagai anggota dari kelompok ini, Yesus telah menjadi seorang
vegetarian, sama seperti saudaranya Yakobus (James), serta seluruh
murid-murid-Nya.

Kitab Suci Essene adalah Gospel Holy Twelve (Injil Dua Belas Rasul
Suci), yang dikenal sebagai Injil Nazarene. Ini adalah injil yang sering
disebut berulang kali, serta dijabarkan maupun diikuti oleh berbagai
komentator Gereja abad pertama. Akan tetapi, kitab suci ini
disembunyikan selama berabad-abad di biara Tibet dan baru kembali pada
tahun 1888. Banyak dari pendeta gereja yang dihormati zaman dulu dan
juga para cendekiawan dewasa ini telah menyatakan bahwa Injil Dua Belas
Rasul Suci ini adalah Injil asli yang sudah lama hilang. Berdasarkan
legenda, injil ini secara kolektif ditulis oleh 12 rasul segera setelah
meninggalnya Yesus, dan ini adalah dasar dari semua ayat Injil. Versi
dari Perjanjian Baru ini benar-benar menunjukkan bahwa Yesus adalah
seorang vegetarian yang ketat.

Pada Perjanjian Baru era modern ini, ada cerita mengenai Yesus memberi
makan dengan roti dan ikan kepada 5.000 orang (Markus 6:31-44). Seperti
yang tertulis pada cerita dalam Injil Dua Belas Rasul Suci ini, maka
makanan yang ada hanyalah roti dan anggur; tidak ada ikan. Yesus memberi
makan kepada 5.000 orang dengan enam roti panjang dan tujuh tangkai anggur.

(Injil Dua Belas Rasul Suci, Bab XXIX, 1-8)

1. Dan Hari Raya Paskah sudah mendekat, para Rasul dan pengikutnya
kembali berkumpul bersama Yesus dan memberitahukan kepada-Nya segala
sesuatu yang telah mereka lakukan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada
mereka, “Marilah datang ke dataran gurun yang sunyi dan beristirahatlah
sejenak.” Karena ada begitu banyak orang yang datang dan yang pergi,
maka mereka tidak punya waktu istirahat untuk makan.

2. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke
dataran gurun yang sunyi. Pada saat mereka bertolak, banyak orang yang
melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan
darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu untuk
menemui-Nya.

3. Dan ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar massa dan maka
tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka
seperti domba yang tanpa gembala.

4. Dan ketika hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya
kepada-Nya dan berkata, “Ini adalah dataran gurun yang sunyi, dan hari
sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi supaya mereka dapat membeli
makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar sini karena
mereka tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan.”

5. Ia menjawab dan mengatakan kepada mereka, “Kalian harus memberikan
mereka makanan.” Dan kata mereka kepada-Nya, ”Haruskah kami pergi
membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”

6. Ia mengatakan kepada mereka, “Berapa banyak roti yang ada pada
kalian? Pergilah dan periksalah.” Dan sesudah memeriksanya, mereka
berkata, “Enam potong roti dan tujuh tandan anggur.” Lalu Ia menyuruh
orang-orang itu supaya semua duduk secara berkelompok di atas rumput
hijau. Maka duduklah mereka secara berkelompok, ada kelompok seratus
orang dan ada yang lima puluh orang.

7. Dan setelah Ia mengambil enam potong roti dan tujuh tandan anggur
itu, Ia menengadah ke atas langit dan mengucap berkat lalu
memotong-memotong roti itu dan juga anggurnya, kemudian memberikannya
kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada setiap orang-orang itu.

8. Dan mereka semua memakannya sampai kenyang. Dan kemudian mereka
mengumpulkan potongan-potongan roti yang tersisa ke dalam 12 bakul
penuh. Dan mereka yang memakan roti maupun buah tersebut berjumlah
sekitar 5.000 laki-laki, wanita, dan anak-anak, dan Ia pun mengajarkan
mereka banyak hal.

Bukti-bukti ini menunjukkan bahwa cerita mengenai pemberian makan ke
orang banyak tidak menggunakan daging ikan.

Ada juga banyak bagian di Injil Dua Belas Rasul Suci di mana Yesus
mengajarkan kita untuk mencintai binatang dan tidak memakan dagingnya.
Sebagai contoh:

Dan beberapa orang berkata, “Orang ini peduli kepada semua makhluk
hidup. Apakah makhluk-makhluk itu saudara dan saudari-Nya sehingga dia
harus mengasihi mereka?“ Lalu Ia menjawab, “Ini adalah rekan makhluk
hidup dari keluarga Tuhan yang Agung. Ya, mereka adalah
saudara-saudarimu, yang mempunyai napas kehidupan yang sama dalam
keabadian. Barang siapa yang peduli pada salah satunya, serta memberikan
makan dan minum untuk kebutuhannya, mereka dapat diibaratkan
memperlakukan hal yang sama padaku. Dan barang siapa dengan sengaja
melukai salah satunya, dan memperlakukannya dengan jahat, berarti mereka
berlaku jahat padaku. Untuk mereka yang melakukan semua itu pada
kehidupan ini, maka mereka akan mendapat ganjaran yang sama pada
kehidupan nantinya.” (Bab XXXIV, 9-10)

Dan ada orang yang sekali lagi bertanya, “Jika setiap orang yang memakan
daging dan meminum minuman keras datang ke kami, bagaimana seharusnya
kita menerima mereka?” Lalu Yesus berkata kepadanya, “Biarkanlah orang
tersebut di luar hingga mereka membersihkan mereka dari kejahatan itu,
sebelum mereka mengakui dan bertobat dari semua itu, mereka tidak pantas
menerima misteri yang lebih tinggi.” (Bab XCI, 8)

“Kalian tidak seharusnya mengambil nyawa dari berbagai makhluk demi
kesenanganmu, ataupun demi keuntungan maupun menyengsarakan mereka.”
(Bab XLVI,10)

“Kalian tidak seharusnya memakan daging, ataupun meminum darah dari
makhluk sembelihan, ataupun segala sesuatu yang membawa masalah pada
kesehatan atau indra kalian.” (Bab XLVI, 12)

“Kalian seharusnya menghargai dan melindungi yang lemah, dan mereka yang
tertindas, dan semua makhluk yang menderita.” (Bab XLVI, 18)

Kitab suci lainnya, Injil Perdamaian Essene (The Essene Gospel Peace),
ditemukan pada tahun 1923 pada arsip rahasia di Vatikan. Berikut ini
adalah beberapa bagian dari firman Yesus yang dibagikan dengan para
Essene yang dikutip dari kitab suci ini:

‘Kalian tidak boleh membunuh,’ karena hidup ini diberikan oleh Tuhan,
dan untuk semua yang diberikan Tuhan, kita tidak boleh mengambil
dari-Nya. Untuk itu, saya beritahukan kepada kalian sebenarnya, dari
seorang Ibu dilahirkan semua kehidupan di atas bumi. Oleh karena itu,
dia yang membunuh, adalah membunuh saudara-saudaranya juga. Dan Tuhan
akan berpaling darinya, dan mengambil semua darinya. Dan dia akan
dihindari oleh para malaikat, dan Setan akan bersemayam di dalam
tubuhnya. Dan daging dari binatang yang dibunuh akan menjadi mayat dalam
tubuhnya. Untuk itu, aku beritahukan kepada kalian yang sebenarnya; dia
yang membunuh, adalah membunuh dirinya sendiri, dan dia yang memakan
daging dari para binatang, memakan tubuh dari yang mati. Maka pada
darahnya, setiap tetes darah mereka (para binatang) akan berubah menjadi
racun; napasnya akan menjadi bau; dagingnya akan membusuk, tulangnya
akan merapuh, isi perutnya akan membusuk, matanya akan membesar,
telinganya akan mendengar isu buruk. Dan kematian mereka akan menjadi
kematiannya. (Buku 1)

Jangan membunuh, ataupun memakan daging dari mangsa yang tidak berdosa,
menjadikan kalian sebagai budak dari setan. Karena semua itu adalah
jalur dari penderitaan, dan itu akan menuntunmu pada kematian. Tetapi,
lakukan kehendak Tuhan, maka para malaikat-Nya akan melayani kalian
dalam hidup. Oleh karena itu, patuhilah firman-firman Tuhan: ”Lihatlah,
saya yang telah memberikan tumbuhan dengan benihnya, yang berada di
seluruh muka bumi, dan setiap pohon, di mana buah dari pohon juga
menghasilkan benih; itulah yang harus jadi makanan kalian. Dan untuk
setiap binatang di bumi, dan setiap unggas di udara, dan untuk setiap
serangga di atas bumi, di mana ada napas kehidupan, Aku memberikan
setiap tumbuhan hijau sebagai makanannya. (Buku 1)

Tetapi Aku katakan kepada kalian: Janganlah membunuh manusia, ataupun
binatang, ataupun memakan dagingnya ke dalam mulut kalian. Jika kalian
memakan tumbuhan hidup, maka kehidupan akan memenuhimu, tapi jika kalian
membunuh makanan kalian, maka makanan mati akan membunuh kalian juga.
Ibarat kehidupan itu datang dari kehidupan, dan kematian selalu datang
dari kematian. Untuk segala sesuatu yang membunuh makanannya, itu akan
membunuh tubuhmu juga. Dan segala sesuatu yang membunuh tubuhmu juga
akan membunuh jiwamu. Lalu tubuhmu akan menjadi apa yang kalian makan,
bahkan seperti jiwamu, sama halnya, menjadi apa yang kalian pikirkan.
(Buku 1)

Mengapa beberapa ajaran Yesus di kitab suci Essene tidak berada di
Alkitab? Mengapa umat Kristen mengabaikan akar vegetariannya? Menurut
Steven Rosen pada bukunya, Makanan untuk Jiwa (Food for the Spirit),
“Pastor-pastor Kristen terdahulu menganut rezim tanpa daging…banyak
kelompok Kristen terdahulu mendukung cara hidup tanpa daging ini.
Sebenarnya, beberapa tulisan mengenai Gereja zaman dahulu menunjukkan
bahwa memakan daging secara resmi tidak diizinkan hingga abad ke-4,
ketika Kaisar Konstantin memutuskan versi Kristennya adalah versi
Kristen untuk setiap orang. Oleh karena itu, interpretasi mengenai makan

daging di Kitab Suci menjadi sebuah dogma dari kekaisaran Roma, dan
Kristen vegetarian harus berlatih secara rahasia dengan risiko dijatuhi
hukuman mati. Konon katanya, Konstantin biasanya memancung leher orang
Kristen vegetarian yang tertangkap.

Beberapa kelompok memproklamasikan diri sebagai penerus ajaran spiritual
kuno Essene, dan para anggotanya menganggap diri mereka sebagai kaum
Essene. Mereka mempercayai bahwa 27 kitab yang sekarang ini kita sebut
sebagai Perjanjian Baru di Alkitab dan beberapa terjemahan buku yang
dianggap sebagai buku suci sudah diubah untuk menyensor beberapa
kepercayaan seperti reinkarnasi, aspek feminin dari Ketuhanan, dan
vegetarisme. Kelompok ini menggunakan Kitab Suci Nazarene dari Cara
Hidup Essene (Nazarean Bible of the Essene Way), Gulungan Laut Mati
(Dead Sea Scrolls), sejumlah manuskrip Pustaka Nag Hammadhi dan kitab
suci yang baru ditemukan belakangan ini sebagai basis dari sebagian
besar kepercayaan mereka.

Meskipun Alkitab tidak lengkap dan banyak ketidakpastian mengenai makan
daging dan vegetarisme membutuhkan interpretasi yang lebih mendalam,
masih tidak terhitung banyaknya materi yang merujuk pada vegetarisme.
Berikut ini adalah beberapa contoh dari Alkitab versi Raja James (King
James):

Perjanjian Lama

Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala
tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan
yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada
segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang
merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau
menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. (Kejadian 1:29-30)

Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu
makan. (Kejadian 9:4)

Jangan membunuh. (Keluaran 20:13)

Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan
kebencian. (Amsal 15:17)

Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. (Amsal
23:20)

“Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN; “Aku sudah
jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari
anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing
jantan tidak Kusukai” .….Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa,
Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa,
Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang
jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat. (Yesaya 1:11, 15-16)

Perjanjian Baru

Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya
akan dibinasakan Allah. (1 Korintus 6:13)

(Yesus berkata,) Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan
persembahan (Matius 9:13 atau 12:7)

(Santo Paulus, salah satu murid Yesus, berkata dalam suratnya kepada
orang Roma) Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau
sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. (Roma 14:21)

Banyak cendekiawan Kristen telah menyimpulkan bahwa vegetarisme adalah
sebuah etik yang lebih konsisten dengan semangat ajaran Kristus. Banyak
kelompok Kristen dari sejak zaman Kristus telah berlatih vegetarian, di
antara mereka yang paling terkenal adalah kelompok “Seventh Day
Adventist (Adven Hari Ketujuh)”.

Sepanjang sejarah, banyak penganut Kristen telah menyadari bahwa
kebiasaan memakan daging merupakan perilaku kejam dan bertentangan
dengan sifat Kristus. Dewasa ini, semakin bertambah jumlah umat Kristen
yang menjadi vegetarian sebagai sebuah gaya hidup yang lebih penyayang
dan pengasih.

Referensi:
http://www.ivu.org/news/1-96/essenes.html
http://www.ivu.org/history/christian/christ_veg.html
http://www.all-creatures.org/discuss/svtxbibessene8ms.html
http://www.thenazareneway.com/ght_table_of_contents.htm
http://www.thenazareneway.com/essene_gospel_of_peace_book1.htm
http://reluctant-messenger.com/essene/index.html
http://www.jesusveg.com
http://www.all-creatures.org/cva/
http://bible.cc/
http://en.wikipedia.org/wiki/Essene

Sumber:
http://www.kontaktuhan.org/news/news177/vg_62.htm

————————————

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: