SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Rematik (2)

Rematik (2)


Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana kita bisa sembuh dari rematik, marilah kita ulang tentang apa yang dikenal masyarakat dengan penyakit rematik.

 

Dari wikipedia dijelaskan bahwa penyakit rematik adalah penyakit yang mempengaruhi persendian dan jaringan ikat (connective tissue). Berbagai gejala rematik antara lain adalah ‘peradangan sendi’ (arthritis), rasa nyeri, kaku otot dan sendi. Gejala ini sering tidak berhenti pada satu titik atau salah satu bagian tubuh saja, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai penyakit lain yang lebih parah.

 

Penyakit persendian yang paling sering dialami biasanya terutama dibagi menjadi beberapa hal, yaitu : arthritis rematik, osteoarthritis dan gout (asam urat).  Selain rasa sakit pada persendian dan otot, rematik juga dapat menyerang tendon, tulang dan susunan syaraf . Selain itu bisa juga terlihat sebagai demam rematik, sciatica, lumbago, spondylitis, punggung bawah sakit, bursitis, neuritis dan myositis.

 

Arthritis rematik terutama diderita oleh mereka yang masih muda dan jumlah wanita yang menderita penyakit ini adalah 3 kali lipat dibanding pria. Hal ini dapat terus bertahan hingga usia tua dan bahkan bisa membuat kelumpuhan. Gejala awalnya terlihat tanda kemerahan, pembengkakan dan nyeri sendi yang hebat. Yang sering terkena adalah pergelangan tangan dan lutut. Nyeri dan kaku juga bisa terjadi pada persendian lain. Bisa-bisa juga timbul benjolan dan menyebabkan cacat tubuh.

 

Oesteorthiritis biasanya mulai terjadi setelah mereka berusia di atas 40 tahun. Penyakit ini juga sering disebut dengan penyakit degeneratif pada sendi. Penyakit itu tidak berkembang secepat arthritis rematik dan tidak menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Karena terjadi peradangan di sekitar persendian, tulang rawan pelindungnya terkikis sehingga ujung-ujung tulang saling menggesek, saling mengkikis dan terkadang beradu/menyatu.

 

Asam Urat (gout) merupakan peradangan sendi yang ditandai dengan nyeri dan terutama terjadi pada tangan dan kaki (biasanya kaki terlihat membesar). Kadar asam urat, racun-racun yang lain dan sisa metabolisme dalam darah berakumulasi di dalam otot dan sekitar syaraf. Biasanya sering terjadi bersama dengan alergi makanan sehingga menyebabkan peradangan dan nyeri menyangat di otot dan syaraf.

 

Secara umum, biasanya praktisi kesehatan  akan memberikan obat anti peradangan dan obat untuk menghilangkan rasa sakit serta fisioterapi untuk mempertahankan kelenturan persendian yang sakit. Tetapi, cara-cara ini tidak dapat memperlambat atau menurunkan perkembangan penyakit itu sendiri. Bila makin parah, sebagai usaha terakhir biasanya dilakukan pembedahan.

 

Tindakan pertama yang biasanya diberikan oleh praktisi kesehatan adalah obat analgesic (obat penghilang rasa sakit) dan obat anti peradangan. Rasa sakit mungkin akan segera hilang tetapi ada sesuatu yang harus kita bayar kemudian.

 

Misalnya, obat anti peradangan non-steroid akan mengakibatkan masalah lambung sehingga akhirnya kita juga terpaksa menelan obat untuk penyakit lambung dan karena itu terbentuklah lingkaran setan yang baru. Dan tidak hanya itu, hati (liver) kita juga bisa terpengaruh. Sakit persendian juga sering terjadi akibat kasus alergi. Walaupun demikian,  banyak orang yang tidak mengira bahwa arthritis juga bisa dipicu oleh alergi.

 

Bagaimana dengan anti peradangan yang steroid? Obat ini akan merangsang terbentuknya hormon sintetik dari kelenjar adrenalin sehingga mungkin bisa mengurangi peradangan. Tetapi selain itu, obat ini juga akan mengurangi massa tulang. Dengan kata lain, selain berusaha untuk mengatasi masalah persendian, obat ini juga menyerang tulang-tulang kita dan membuatnya menjadi lemah.

 

Pada kasus bursitis (peradangan pada kantong yang berisi cairan) yang kronis, biasanya disarankan untuk mengikuti tindakan lanjutan, yaitu pembedahan untuk menghilangkan kantong serosa (membran halus yang memproduksi cairan serosa yang mengisi rongga-rongga sel) di sekitar persendian yang sakit atau bahkan menghilangkan persendian itu sendiri dan menggantikannya dengan  sendi buatan (prosthesis). Tetapi, jangan terlalu berharap akan keajaiban, kantong serosa dapat tumbuh kembali dan kita dapat kembali merasa sakit. Dan untuk proshtesis, itu hanyalah merupakan pemecahan sementara, yang membuat kita terpaksa harus kembali berada di atas meja operasi dalam 5 hingga 10 tahun kemudian. Tidak ada jaminan atas keberhasilan atas operasi itu. Bahkan setelah operasi pun, rasa sakit dan kaku masih akan terus berlanjut. Begitu juga dengan pemotongan, pemasangan baut pada tulang, tindakan ini tentu juga akan melukai tubuh kita dan juga memiliki dampak buruk yang serius berikutnya. Jadi, sudah saatnya jangan menunggu hingga hanya tertinggal satu pilihan, yaitu operasi atau pembedahan.

 

Khusus untuk kasus oesteorhiritis, ‘glucosamine’ merupakan obat yang sedang naik daun dan banyak dipakai. Biasanya glucosamine dibuat dari cangkang udang atau cangkang hewan crustacea yang lain, tetapi ada juga yang terbuat dari bahan jagung yang difermentasi  (bukan dari hewan) yang terkenal sebaga vegan glucosamine. Glucosamine ini dipromosikan dapat memperbaiki tulang rawan pelindung sehingga gesekan antar tulang dapat dikurangi dan akhirnya rasa nyeri itu bisa hilang. Tetapi, hal ini masih sangat dalam pertentangan para ahli, yaitu bahwa apakah glucosamine itu benar-benar efektif9,10).

 

Banyak yang mengatakan bahwa efek samping glucosamine sangat kecil, tetapi hal ini juga banyak mendapat pertentangan. Karena efek positifnya tidak terasa maka mereka cenderung menggunakannya jauh di atas acuan yang direkomendasikan. Padahal penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan sel-sel pankreas dan meningkatkan resiko terjadinya diabetes11). Selain itu, walaupun tidak sering dan ringan, glucosamine juga menyebabkan beberapa penyakit seperti sakit perut, sembelit, diare, sakit kepala dan terjadinya bercak merah pada kulit. Kalau glucosamine itu terbuat dari hewan laut maka sering juga menyebabkan terjadinya kasus alergi pada para penggunanya.

 

Lagi-lagi, mereka tidak pernah bepikir apa yang menyebabkan semua itu terjadi dan mereka selalu hanya cenderung mempertaruhkan segalanya demi penyerangan pada gejala penyakit itu, bukan pada penyebab penyakitnya. Sekalipun glucosamine atau obat herbal seperti noni (mengkudu) dipromosikan dapat memperbaiki tulang rawan pelindung, tetapi obat-obat itu toh tak bisa menghentikan atau menyumbat sumber bencananya sehingga begitu obat-obat itu dihentikan, mereka kambuh lagi dan sering menjadi lebih parah daripada sebelumnya. Lalu, apa sesungguhnya sumber segala bencana itu?

 

Makanan. Makanan merupakan sumber bencananya. Lemak dalam makanan, misalnya. Terlalu sedikit orang yang menyadari bahwa lemak adalah salah satu masalah utama penyebab masalah persendian. Lemak yang berada dalam makanan akan terhimpun di dalam liver. Untuk mencernakan lemak tersebut, liver harus bekerja keras mengeluarkan asam dan asam itu akan menggerogoti tulang dan persendian kita. Ada yang lain?

 

Ada. Dan …lebih jauh,  ikuti pembahasan-pembahasan berikutnya tentang  apa saja yang memicunya, bagaimana bisa sembuh darinya (tanpa obat dan suplemen, tentunya) pada bagian-bagian lanjutan .

 

Silahkan mengikuti..

dan selamat makin menjadi benar-benar sehat, segar dan bugar tanpa obat dan tanpa suplemen!

 

———————————————— bersambung ——————————————————————-

 

1) Keluarga Victoria Buetenko, (pernah dikutip pada diskusi sebelumnya), http://greensmoothiesblog.com/vitamin-k-deficiencies-arthritis/

2) http://www.mirror.co.uk/life-style/dieting/dieting-news/tm_objectid=17024367&method=full&siteid=115875&headline=exclusive–raw-food-diet-has-cured-my-arthritis-name_page.html

3) http://www.care2.com/c2c/share/detail/92623

4)http://rawglow.com/blog/2009/07/08/raw-food-arthritis-testimonial/

5) http://www.beautifulonraw.com/raw-food-blog/rheumatoid-arthritis-helped-with-the-raw-food-diet-mama-we-need-you/

6) http://www.youtube.com/watch?v=z3xOU2tLl7g&feature=player_embedded

7) http://www.youtube.com/watch?v=y7TxqIurs2o&feature=player_embedded

8) http://lightningfitness.org/testimonials_about_healing_with_raw_unprocessed_foods_the_paradise_diet/

9) Vangsness Jr, C.; Spiker, W.; Erickson, J.,  “A review of evidence-based medicine for glucosamine and chondroitin sulfate use in knee osteoarthritis”. Arthroscopy 25 (1): 86–94, 2009.

10) Wandel S, Jüni P, Tendal B, Nüesch E, Villiger PM, Welton NJ, Trelle S, “Effects of glucosamine, chondroitin, or placebo in patients with osteoarthritis of hip or knee: network meta-analysis”British Medical Journal 341 (sep16 2): c4675, “Compared with placebo, glucosamine, chondroitin, and their combination do not reduce joint pain or have an impact on narrowing of joint space”, 2010.

11) Lafontaine-Lacasse M, Dore M, Picard, F, “Hexosamines stimulate apoptosis by altering Sirt1 action and levelsin rodent pancreatic β-cells”. Journal of Endocrinology 208 (1): 41–9, Januari 2011.


Makanan segar atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: