SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Rematik (1)

Rematik (1)


Begitu menginjak usia sekitar 30 an, banyak orang yang persendiannya ngilu, tulangnya sakit bila hawa dingin atau mandi malam dengan air dingin. Beberapa lagi, urat-uratnya kaku, begitu bangun tidur mereka sulit meluruskan dan menggerakkan tangannya. Bahkan beberapa juga tidak bisa langsung jalan, mereka harus menunggu beberapa saat supaya bisa jalan kembali.

 

Beberapa lagi mengalami syaraf terjepit sehingga makin sulit bergerak. Mereka mengira bahwa itu adalah penyakit bawaan karena struktur tubuh tidak seimbang atau terjadi karena salah gerak atau melakukan olah raga berlebihan.

 

Banyak pemain bola, pemain bulu tangkis , pelari dst yang menderita sakit lutut. Lutut mereka tidak bisa digerakkan, kaku, dan sering merasa nyeri serta tentu saja sangat menghambat prestasi mereka pada kemudian hari. Bahkan tidak jarang yang justru sampai lumpuh, kakinya tak bisa digerakkan lagi, mereka harus menggunakan alat pembantu untuk tetap bisa berjalan. Menurut mereka, “tendon” mereka robek.

 

Para pemain bulu tangkis dan pemain tenis juga tidak jarang yang lengannya sakit atau ngilu dan sulit digerakkan, mereka mengatakannya itu adalah “tennis elbow” (orang jawa mengatakannya “njarem” ).

 

Salah gerak, jatuh, terpukul dst memang bisa membuat otot kita sakit dan cedera bahkan juga bengkak. Tetapi, seharusnya, tidak lama kemudian akan pulih kembali dan tidak membuat kita sakit berkepanjangan atau harus menahan rasa sakit pada waktu hawa agak dingin. Ada sesuatu yang membuat rasa sakit itu makin parah.

 

Anak-anak dan balita sering sekali jatuh, tetapi paling lengannya berdarah namun mereka segera sembuh. Lain dengan orang tua, kalau mereka jatuh, mudah sekali mereka menderita keretakan hingga patah tulang.

 

Mereka mengatakan semua itu adalah rematik. Mereka juga berpikir bahwa semuanya itu tanda-tanda penuaan. Kalau sudah tua, wajarlah bahwa semuanya menjadi aus, keropos, rusak dan sakit. Padahal kalau kita pikir, tulang adalah benda padat. Bagaimana benda padat bisa berkurang massa atau densitas atau kepadatannya bila tidak ada yang mengganggunya?

 

Kebanyakan dari mereka lalu menggosok-gosok bagian yang sakit dengan minyak angin, balsem atau obat luar yang lain yang menghangatkan bagian yang sakit, atau minum obat-obat (baik herbal maupun yang buatan farmasi), yang berupa obat anti inflamasi dan pengenduran (relaksasi) otot, termasuk yang steroid maupun yang non steroid, antikonvulsan, antidepresan hingga obat yang baru ‘ngetren’ saat ini, yaitu ‘glucosamine’ . Lagi-lagi mereka tak pernah berpikir bahwa semua itu ada efek sampingnya yang buruk dan mereka juga sering sekali mudah percaya pada iklan bahwa ada obat yang tidak menimbulkan efek samping. Selain itu, sesungguhnya semua obat itu tak pernah benar-benar menyembuhkan, karena suatu saat, terutama bila sudah tidak minum obat lagi, mereka akan kembali sakit. Obat-obat itu membuat mereka terlena dan merasa sembuh.

 

Seperti pada para penderita diabetes, mereka hanya berusaha untuk terus memerangi gejalanya tanpa mencari penyebabnya dan mengatasinya.  Karena itu banyak sekali yang berpendapat bahwa rematik itu tidak bisa diobati. Dan itu benar, karena tak ada obat yang bisa menyembuhkan rematik.

 

Tetapi, apakah kalau tua harus menderita rematik? Mengapa banyak juga orang tua yang tidak sakit?  Mengapa banyak sekali para pelaku diet makanan segar  yang bisa sembuh dari arthritis? Silahkan ikuti tulisan-tulisan berikutnya..

 

Selamat makin segar dan bugar sepanjang masa tanpa tergantung obat dan suplemen!

 

Catatan : yang penting perlu diingat adalah bahwa tidak ada obat herbal maupun farmasi yang tidak punya efek samping. Jangan pernah percaya bahwa bisa ada obat yang tidak menimbulkan efek samping, karena bila begitu, hanya ada dua kemungkinan yaitu : a. Efek samping itu disembunyikan, b. Belum ada penelitian yang memadai yang behasil mendeteksi efek sampingnya.

 

Testimoni? (sekedar catatan saja, silahkan buka dan cari sendiri. Maaf…, hanya ikutan latah dengan para penjual suplemen obat-obatan karena sering sekali orang tertarik pada testimoni semacam ini, dan bukan tertarik untuk menyembuhkan atau benar-benar ingin sembuh dan bebas dari penyakit yang dideritanya)…. :

– Keluarga Victoria Buetenko, (pernah dikutip pada diskusi sebelumnya), http://greensmoothiesblog.com/vitamin-k-deficiencies-arthritis/

http://www.mirror.co.uk/life-style/dieting/dieting-news/tm_objectid=17024367&method=full&siteid=115875&headline=exclusive–raw-food-diet-has-cured-my-arthritis-name_page.html

http://www.care2.com/c2c/share/detail/92623

http://rawglow.com/blog/2009/07/08/raw-food-arthritis-testimonial/

http://www.beautifulonraw.com/raw-food-blog/rheumatoid-arthritis-helped-with-the-raw-food-diet-mama-we-need-you/

http://www.youtube.com/watch?v=z3xOU2tLl7g&feature=player_embedded

http://www.youtube.com/watch?v=y7TxqIurs2o&feature=player_embedded

http://lightningfitness.org/testimonials_about_healing_with_raw_unprocessed_foods_the_paradise_diet/

-dst.


Makanan segar atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: