SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Apakah Makanan Segar dapat Menyembuhkan Diabetes? (5)

Apakah  Makanan Segar dapat Menyembuhkan Diabetes? (5)

 

Kita akan membahas diabetes tipe-2 terlebih dahulu dan supaya lebih mudah mengatasinya, mohon jangan lupa untuk membaca ulang bab-bab sebelum ini, yaitu tentang penyebab terjadinya diabetes tipe-2.Seperti sudah kita duga, pola makan segar lah yang akan membawa kita menjadi pulih kembali dari diabetes tipe-2, tetapi bagaimana hal itu bisa terjadi? Apakah cukup dengan hanya pola makan segar saja?

 

Diabetes Tipe-2


Kalau kita tidak terkena diabetes, sebanyak apapun kita makan, gula tidak menyebabkan kadar gula darah tinggi berlangsung lama. Hormon insulin dari pankreas akan membawa gula masuk ke sel-sel tubuh.

 

Gula bukanlah penyebab diabetes tapi lemaklah yang menjadi biang keroknya. Tubuh yang penuh lemak akan mengakibatkan semua metabolisme terlambat. Lemak berlebih dalam darah akan menutupi (coating) segala sesuatu, termasuk pembuluh darah yang ada dalam pankreas yang berkaitan dengan hormon insulin. Lemak itu memblok reseptor-reseptor sel (sebagai sensor penyerapan) sehingga insulin tidak berhasil membawa masuk gula darah ke dalam sel dan selanjutnya kadar gula darah akan makin tinggi dan makin tinggi dalam waktu yang lama.

 

Jika tidak ada kelebihan lemak dalam peredaran darah, kadar gula yang tinggi di dalam darah akan segera tereliminasi ke sel-sel tubuh secara cepat dan alami.

 

Jadi, bila sudah terkena diabetes, sementara kita mengendalikan kadar gula darah dengan berbagai pengobatan, yaitu agar gula darah yang tinggi itu tidak merusak bagian-bagian tubuh yang lain, lakukanlah pola hidup yang benar. Jadikanlah makanan segar sebagai satu-satunya makanan kita.

 

Perlahan dan bertahap tetapi tidak terlalu lama, dengan hanya makan makanan segar, lemak-lemak yang melapisi reseptor-reseptor sel akan melarut dan hilang. Sensor-sensor penyerapan gula pada sel-sel tubuh berfungsi kembali begitu lemak-lemak itu hilang. Insulin akan berhasil membawa masuk gula ke dalam sel-sel tubuh. Pada keadaan ini, apakah kita masih layak disebut penyandang diabetes tipe-2? Apakah kita masih perlu obat-obatan lagi untuk mengendalikan kadar gula darah?

 

Dan…. jangan sampai diabetes menjadi salah satu jabatan abadi hingga ajal menjemput…

selamat yakin bahwa diabetes bukanlah penyakit keturunan, juga bukan penyakit kutukan.


 

Masih kurang yakin? Perlu dukungan penelitian lebih lanjut bahwa lemaklah yang membuat hiperglikemia dan bukannya gula????? 12,13,14,15,16)

 

 

 

Pada tahun 1999, dengan penelitian bersama antara sebuah kelompok dari Universitas Duke Medical Center, ‘Clinical Diabetes and Nutrition Section, National Institute of Diabetes, Digestive, and Kidney Diseases’13), didapatkan hasil yang menarik, yaitu bahwa tikus-tikus yang rentan terhadap diabetes menjadi sembuh dari diabetes setelah pola makan mereka diubah menjadi pola makan rendah lemak. Pada awalnya, 40% kalori yang didapatkannya adalah lemak, lalu diubah menjadi maksimum 10% dari kalori yang didapatkannya berupa lemak.

 

Pada tahun 2006, dari sejumlah penelitian pada 99 orang yang menderita diabetes tipe-2 dengan dua kelompok pengaturan pola makan yang berbeda, yaitu yang vegan rendah lemak dan yang menerapkan diet ala ADA (American Diabetes association), George Washington University School of Medicine bekerja sama dengan Physicians Committee for Responsible Medicine Washington DC, ‘Department of Nutritional Sciences, Faculty of Medicine, University of Toronto’ dam ‘Clinical Nutrition and Risk Factor Modification Center, St. Michael’s Hospital, Toronto’  mendapatkan bahwa setelah 22 minggu:

 

  1. a.     Kelompok pertama (49 orang) terdiri atas mereka yang hanya makan makanan vegan (tanpa produk hewani sama sekali) rendah lemak (lemak yang didapatkan dari asupan kalorinya tidak lebih daripada 10%). 43% (atau 21 orang) dari kelompok ini menurun kebutuhannya atas obat diabetes.

 

  1. b.     Kelompok kedua (50 orang) melakukan diet sesuai dengan anjuran  American Diabetes Association, yaitu bahwa makanan sehat terdiri atas aneka macam makanan termasuk : sayuran, biji-bijian utuh, buah, produk susu tanpa lemak, polong-polongan, daging tanpa lemak, telur dan produk telur dan ikan. 26% (13 orang) dari kelompok ini menurun kebutuhannya atas obat diabetes.

 

Terlihat bahwa terjadi penurunan atas ketergantungan pada obat diabetes pada dua kelompok tersebut, tetapi kelompok pertama menunjukkan perbaikan yang jauh lebih besar. Kelompok pertama yang melakukan pola makan vegan rendah lemak juga menunjukkan penurunan berat badan dan penurunan kolesterol lebih baik.

 

Lalu, apa makanan yang paling tepat sembari tetap mengkonsumsi obat pengendali gula darah di bawah pengawasan dokter atau ahli kesehatan yang baik?

Para peneliti mengatakan bahwa pola makan karbohidrat kompleks dan rendah lemak adalah jawabannya. Tetapi, bukankah karbohidrat berlebih juga menyebabkan kegemukan dan akhirnya juga menjadikan tubuh berlemak berlebihan?

Solusi terbaiknya hanya satu, ikuti pola makan segar,

yaitu : makan lebih banyak buah segar manis matang tak berlemak,

kemudian…

hindari sama sekali semua produk hewani, batasi atau kurangi sebanyak mungkin makanan mentah berlemak seperti : apukad, durian, pekan, olive oil dan segala jenis minyak yang lain serta sesedikit mungkin makan biji-bijian, kacang dan tepung (grains, seperti : nasi, roti, cake dst)

lengkapi dengan sayur berwarna hijau segar dan sebisa mungkin organik..

 

sehingga kita bisa mengatakan :

selamat tinggal obat diabetes

selamat hidup bebas diabetes tanpa obat  & tanpa suplemen!

 

Setelah diabetes tipe-2, pada bagian berikutnya, yaitu bagian (6), kita akan membahas apa yang perlu kita lakukan jika menderita diabetes tipe-1.

 

Selamat makin segar bugar tanpa obat & tanpa suplemen!

 

—————————————- bersambung ——————————————————

 

1) Wild S, Roglic G, Green A, Sicree R, King H,). “Global prevalence of diabetes: estimates for 2000 and projections for 2030”. Diabetes Care 27 (5): 104753. May 2004.

2) http://www.cdc.gov/media/releases/2011/p0126_diabetes.html, Center of Disease Control and Prevention, Press Release, 26 January 2011.

3) There Is a Cure for Diabetes: The Tree of Life 21-Day+ Program [Paperback]

Gabriel Cousens, The 30-Day Diabetes Miracle: Lifestyle Center o… by Franklin House, Creating Healthy Children by Karen Ranzi, Simply Raw: Reversing Diabetes in 30 Days DVD ~ Woody Harrelson,

4)http://www.suprememastertv.com/ina/bbs/board.php?bo_table=featured_ina&wr_id=355&page=&sca=&sfl=&stx=&sst=&sod=&spt=&page

5) N.D. Barnard et.al. “The Effects of a Low-Fat, Plant-Based Dietary Intervention on Body Weight, Metabolisme, and Insulin Sensitivity”, American Journal  of Medicine 118: 991-7, 2005.

6) K.F. Petersen et.al., “Impaired Mitcodhondrial Activity in the Insulin-Resistant Offspring of Patients with Type-2 Diabetes”, New England Journal of Medicine 350: 664-71, 2004.

7) K. Sadeharju et.al., “Enterovirus Infections as a Risk Factor for Type-1 Diabetes Virus Analyses in a Dietary Intervention Trial”, Clinical and Experimental Immunologi 132: 271-7, 2003.

8) Scott FW., “Cow milk and insulin-dependent diabetes mellitus: is there a relationship?” American Journal Clinic and Nutrition. 51:489-91, 1991.

9) Karjalainen J, Martin JM, Knip M, et al. A bovine albumin peptide as a possible trigger of insulin-dependent diabetes mellitus. Nwq England Journal of Medicine 327:302-7. 1992.

10) lihat bab-bab sebelumnya, bab 1, 2 dan 3

11) Kuzuya T., “Prevelance of Diabetes Mellitus in Japan Compiled from Literature”, Diabetes Research and Clinical Practice 24: S15-21, 1994.

12) Risérus U, Willett WC, Hu FB, “Dietary fats and prevention of type 2 diabetes”, Progress in Lipid Research 48 (1): 44–51, Janauary 2009.

13) Michael F. Seldin et. Al., “Glycogen Synthase and Diet-induced Hyperglycemia”,’Department of  Medicine, Microbiology and Duke University Medical Center, North Carolina’, ‘The Clinical Diabetes and Nutrition Section, National Intitute of Diabetes, Digestive, and Kidney Disease, Phoenix, Arizona’, 1999.

14) David JA Jenkins et.al., “Type-2 Diabetes and The Vegetarian Diet”, American Journal of Clinical Nutrition vol 78 no 3: 6108-6168, Houston, 2003.

15) Gabriel M. Turner-McFrievy et.al., “Decrease in Dietary Glycemic Index Are Related to Weight Loss among Individuals following Therapeutic Diet for Type 2 Diabetes”, The Journal of Nutrition, American Society for Nutrition, Bethesda, 2012.

16) Kate Marsh Ph.D. and Jennie Brand-Miller Ph.D., “Vegetarian Diets and Diabetes”, American Journal of Lifestyle Medicine vol 5 no 2: 135-143, 2011.


Makanan segar atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: