SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Rematik (10)

Rematik (10)

 

Sebelum membicarakan bagaimana menghindari terjadinya rematik dan bagaimana mengatasinya bila sudah terlanjur menderita rematik awal maupun yang sudah lanjut, marilah kita meringkas apa yang sudah dibicarakan sebelum ini.

 

Bahaya Rematik

 

menurunkan tingkat harapan hidup hingga 5 sampai 10 tahun

– memiliki resiko 2 hingga 5 kali lipat terkena penyakit jantung,

diabetes, kolesterol tinggi, tekanan  darah tinggi dan kelebihan berat

badan13)

– bisa menyebabkan serangan jantung dan kematian mendadak14, 15)

– cepat kelihatan tua, tulang rapuh, tidak bisa jalan, tidak bisa berjabat

tangan, sulit menggerakkan  bagian tubuh serta rentan terhadap

berbagai penyakit lain.

 

Gejala Rematik

 

Awal : kaku-kaku di persendian, terkadang nyeri di bagian tertentu, mudah kram, sedikit ngilu bila hawa dingin.

Lanjut : pembengkakan dan kerusakan persendian, persendian tidak bisa digerakkan, rasa sakit yang menyangat, ngilu menyengat, lumpuh dan berbagai komplikasi penyakit yang lain yang menyertainya,  seperti nyeri di dada, serangan jantung, paru-paru, diabetes, putih mata, kerusakan ginjal, lupus dan masih banyak lagi.

 

Pemicu Terjadinya Rematik

 

susu hewani dan produk susu serta bahan-bahan yang terbuat dari

  susu hewani seperti ‘casein’ dan ‘whey’16), termasuk “krimer nabati”

(karena krimer nabati juga mengandung casein dari susu hewani)

– kelebihan lemak, terutama yang berasal dari produk hewani, yaitu

daging, susu, telur dan ikan

– kelebihan asupan lemak, bisa berasal dariproduk nabati seperti

margarine, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, minyak zaitun,

minyak jagung, minyak atsiri (safflower), minyak bunga matahari,

apukad, kelapa tua, durian dst.

kegemukan

– lemak perut (perut buncit)

– semua produk hewani, termasuk daging tanpa lemak, susu tanpa

lemak dst

– makanan olahan

tepung (termasuk nasi, roti, mi, pasta, spagheti, cereal, ice cream, dan

tepung yang digunakan untuk melumuri)

biji (kacang tanah, walnut, pecan, almond dst) dan “bahan yang

  terbuat dari biji” (termasuk peanut butter, tahu, tempe, susu kedelai,

  gluten, dst)

– gula (termasuk termasuk gula putih, gula merah, madu, molasses,

sirup, agave dst)

omega 6 [termasuk margarine, minyak jagung, minyak safflower

(minyak atsiri), minyak biji matahari, minyak biji anggur, minyak

kedelai, minyak kelapa sawit, biji matahari, minyak wijen dan berbagai

jenis kacang (kacang tanah, pecan, pistachio, almond, walnut dst.) dan

juga bahan yang  terbuat dari produk hewani (misalnya : burger, salad

dengan mayonaise (yang vegan maupun tidak), steak, sosis, kentang

goreng, baso, tempe, tahu, susu kedelai,  potato chips dst.32)]

alkohol dan bir

vaksin

teh, kopi, cokelat, cola

antibiotika

obat anti peradangan

rokok

alergi

kurang olah raga

kurang sinar matahari

– polusi

stres

dst.

 

Penyembuhan

 

Ngeri rasanya melihat begitu banyak pengaruh rematik pada kesehatan tubuh. Tidak hanya sekedar ngilu persendian atau pegal-pegal tetapi juga bisa memicu  berbagai penyakit lain yang jauh lebih parah dan juga bisa berakibat fatal. Tapi, melihat begitu banyak penyebab rematik, sejumlah orang lalu juga pesimis untuk bisa terhindar dari penyakit yang satu ini. Pikir mereka, “sudah kodrati bagi manusia untuk mengalami degenerasi yang begitu buruk”. Mereka lalu mengandalkan suplemen dan obat-obatan untuk memperpanjang hidup dengan terseok-seok. Dulu, sebelum teknologi kesehatan sedemikian maju seperti sekarang, banyak orang yang meninggal pada usia 40 tahunan karena serangan jantung akibat penyebaran rematik. Tetapi, sekarang, alat pacu jantung, transplatasi jantung, by-pass, ring  dst dapat menopang hidup mereka. Suplemen membuat mereka bisa terus terjaga walaupun beberapa bagian tubuh yang lain tetap sakit. Begitu otak mereka mulai mengendur, berbagai suplemen stimulan merangsang gerakan otot dan memaksa tubuh bekerja makin keras. Mereka, beserta lengkap dengan berbagai penyakit, bisa terus tetap hidup dan bekerja. Kalau jaman dahulu, dengan timbunan penyakit yang sama atau bahkan jauh lebih sedikit, manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Tetapi, sekarang, dengan bantuan obat dan stimulan mereka masih bisa hidup bahkan hingga usia di atas 90 tahun. Suatu kemajuan yang luar biasa!

 

Sekitar tiga dasawarsa yang lalu, orang akan segera meninggal bila paru-parunya terkena kanker. Tetapi, kini, berkat sistem pengobatan yang canggih, air bisa terus dipompa dari paru-paru dan obat berhasil memperpanjang fungsi paru-paru sehingga juga dengan bantuan oksigen, penderita yang semula harus duduk untuk bisa bernafas, laun kemudian harus berdiri untuk tetap bisa bernafas serta akhirnya meninggal dalam kondisi berdiri dengan berbagai penopang.

 

Mereka dan keluarganya menunggu keajaiban dan mujizat dari Tuhan agar mereka bisa sembuh dari penyakitnya.

 

Padahal, tanpa usah mereka menunggu, Tuhan selalu memberikan keajaiban yang luar biasa pada tubuh kita. Kalau saja kita tidak terus menyiksa tubuh kita sendiri, tubuh memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memulihkan dirinya sendiri. Seperti kejadian pada serangan autoantibodi atau autoimun yang sudah kita bicarakan sebelumnya, para ilmuwan tak akan pernah bisa menjelaskan bagaimana tubuh bisa memulihkan segalanya menjadi begitu sempurna. Kalau tak ada racun dan polusi yang masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan memperlihatkan keperkasaannya. Sesungguhnya, mujizat Tuhan telah berada di dalam tubuh sejak tubuh itu tercipta, kita tak perlu menunggunya. Kita hanya cukup memberi kesempatan bagi tubuh untuk bekerja. Jangan sibukkan tubuh untuk bekerja keras melawan racun, jangan terus mengakumulasikan racun itu ke dalam tubuh.

 

Tak ada obat atau suplemen yang benar-benar bisa menyembuhkan dan memulihkan. Hanya tubuh sendiri yang bisa melakukan semua itu…., tapi itupun kalau sempat, kalau kita memberikan kesempatan itu untuk tubuh.

 

Bagi yang masih awal, dengan menghindari hal-hal yang memicu terjadinya rematik, tubuh akan segera pulih kembali dan akan menjadi sehat.

 

Bagi yang sudah parah bahkan menyebar dan komplikasi, tidak ada pilihan lain, bantuan tenaga medis yang ahli dan benar-benar mengerti atau praktisi kesehatan yang memahami harus dimanfaatkan sebaik mungkin, serta, tentu saja, tetap menghindari pemicu terjadinya rematik itu sendiri. Obat farmasi atau herbal itu sendiri meracuni dan terkadang juga menjadi pemicu terjadinya rematik, tetapi bila sudah dalam kondisi memaksa, tidak ada pilihan lain, yaitu agar usia masih bertambah dan tubuh masih memiliki kesempatan untuk memulihkan dirinya sendiri.

 

Hanya saja, sekalipun caranya sederhana, tetapi tidak sesederhana itu melakukannya. Bagaimana kita bisa tetap kenyang, bertenaga dan gembira dengan pola hidup tanpa semua pemicu di atas? Apa sebaiknya yang kita lakukan? Apa yang bisa kita makan?

 

Ikuti bagian yang akan datang ……

dan selamat makin bugar dan bebas rematik!

 

—————————————————— bersambung ————————————————————-

1) Keluarga Victoria Buetenko, (pernah dikutip pada diskusi sebelumnya), http://greensmoothiesblog.com/vitamin-k-deficiencies-arthritis/

2) http://www.mirror.co.uk/life-style/dieting/dieting-news/tm_objectid=17024367&metho-d=full&siteid=115875&headline=exclusive–raw-food-diet-has-cured-my-arthritis-name_page.html

3) http://www.care2.com/c2c/share/detail/92623

4)http://rawglow.com/blog/2009/07/08/raw-food-arthritis-testimonial/

5) http://www.beautifulonraw.com/raw-food-blog/rheumatoid-arthritis-helped-with-the-raw-food-diet-mama-we-need-you/

6) http://www.youtube.com/watch?v=z3xOU2tLl7g&feature=player_embedded

7) http://www.youtube.com/watch?v=y7TxqIurs2o&feature=player_embedded

8) http://lightningfitness.org/testimonials_about_healing_with_raw_unprocessed_foods_the_paradise_diet/

9) Vangsness Jr, C.; Spiker, W.; Erickson, J.,  “A review of evidence-based medicine for glucosamine and chondroitin sulfate use in knee osteoarthritis”. Arthroscopy 25 (1): 86–94, 2009.

10) Wandel S, Jüni P, Tendal B, Nüesch E, Villiger PM, Welton NJ, Trelle S, “Effects of glucosamine, chondroitin, or placebo in patients with osteoarthritis of hip or knee: network meta-analysis”British Medical Journal 341 (sep16 2): c4675, “Compared with placebo, glucosamine, chondroitin, and their combination do not reduce joint pain or have an impact on narrowing of joint space”, 2010.

11) Lafontaine-Lacasse M, Dore M, Picard, F, “Hexosamines stimulate apoptosis by altering Sirt1 action and levelsin rodent pancreatic β-cells”. Journal of Endocrinology 208 (1): 41–9, January 2011.

12) Majithia V, Geraci SA , “Rheumatoid arthritis: diagnosis and management”, American Journal of Medicine: volume 120 ( issue 11): 936–939, November 2007.

13) http://arthritis.about.com/od/mortality/a/lifeexpectancy.htm

14)http://www.yourmedicaldetective.com/public/Mayo_Clinic_Finds_that_Rheumatoid_Arthritis_Patients_Have_Higher_Risk_for_Heart_Disease_And_Cardiac_Sudden_Death.cfm

15) Gabriel SE, Crowson CS, “Risk Factors for Cardiovascular in Rheumatoid Arthritis”, UN National Library of Medicine National Institutes of Health, Mennesota, January 2012.

16) http://www.centerforfoodallergies.com/arthritis.htm

17) http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/02/01/tes-alergi-apakah-sudah-memastikan-penyebab-alergi-makanan/

18) Charles P. Lucas Ph. D. and Lawrence Power Ph. D., “Dietary Fat Aggravates Active Rheumatoid Arthritis,” Department of Medicine, Wayne State University, Detroit, Michigan, 1989.

19) http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_frm/thread/6229e9df1cdf099f#

20) Doroty Pattison, “Dietary Factors for The Development of Inflammatory Polyarthritis”, Arthritis & Rheumatisme, December 2004.

21) http://www.dietaryfiberfood.com/purine-and-uric-acid/foods-with-high-or-low-uric-acid-content.php

22) Colloc’h N, Girard E, Dhaussy a, Kahn R, Ascone I, Mezouar M, Fourme R, “High pressure macromolecular crystallography: the 140-MPa resolution of urate oxidase, a 135-kDa tetrameric assembl”, Biochemica et Biophysica Acta – Proteins and Proteomics vol 1764:3., March 2006.

23) Wu XW, Muzny DM, Lee CC, Caskey CT., “Two independent mutational events in the loss of urate oxidase during hominoid evolution”,   J Mol Evol 34(1):78-84, January 1992.

24) Dr. Douglas N. Graham, “Grain Damage: Rethingking the High-Starch Diet”, Food For Thought Publisihing, Florida, USA, March 2005.

25) Hafström IRingertz BSpångberg Avon Zweigbergk LBrannemark SNylander IRönnelid JLaasonen LKlareskog L., “A vegan diet free of gluten improves the signs and symptoms of rheumatoid arthritis: the effects on arthritis correlate with a reduction in antibodies to food antigens”, Rheumatology (Oxford) 40(10):1175-9, Department of Rheumatology, Karolinska Institutet at Huddinge University Hospital, Stockholm, Sweden, October 2001.

26) John McDougall, M.D., Bonnie Bruce Dr. PH., Gene Spiller Ph.D., John Westerdahl M.P.H., R.D., C.N.S., Mary McDougall,  “Effects of a Very Low-Fat, Vegan Diet in Subjects with Rheumatoid Arthritis”, The Journal of Alternative and Complementary Medicine Volume 8 Nomber 1: 71-75, Mary Ann Liebert Inc., 2002.

27) Peter S. Ungar and Mark F. Teaford, “Human Diet: Its Origin and Evolution”,  Greenwood Publishing Group Inc., Wesrtport, USA, 2002.

28) http://livingto150.com/aging-and-longevity-glycation/

29) Verzijl NDeGroot JBen ZCBrau-Benjamin OMaroudas ABank RAMizrahi JSchalkwijk CGThorpe SRBaynes JWBijlsma JWLafeber FPTeKoppele JM, “Crosslinking by Advanced Glycation End Products Increases The Stiffness of The Collagen Network in Human Articular Aartilage: A Possible Mechanism through which Age is a Risk Factor for Osteoarthritis”, Arthritis Rheum.  46(1):114-23, USA, January 2002.

30) DeGroot JVerzijl NWenting-van Wijk MJJacobs KMVan El BVan Roermund PMBank RABijlsma JWTeKoppele JMLafeber FP, “Accumulation of Advanced Glycation End Products as A Molecular Mechanism for Aging as A Risk Factor in Osteoarthritis”, Arthritis Rheum. 50(4):1207-15, USA, April 2004.

31) William Davis M.D., “Wheat Belly: Lose The Wheat, Lose The Weight and Find Yout Path Back to Health”, Rodale Inc., New York, USA, August 2011.

32) http://jmyarlott.com/omega6s/)

33) Rossini MMaddali Bongi SLa Montagna GMinisola GMalavolta NBernini LCacace ESinigaglia LDi Munno OAdami S, “Vitamin D deficiency in rheumatoid arthritis: prevalence, determinants and associations with disease activity and disability”, Arthritis Res Ther. 12(6):R216., November 29 2010.

34) M Heliövaaraa, K Ahoa, P Knekta, O Impivaarab, A Aromaaa, “Coffee consumption, rheumatoid factor, and the risk of rheumatoid arthritis”, Ann Rheum Dis 59:631-635, 2000.

35)Why is Childhood Arthritis on The Rise? http://www.newswithviews.com/Tenpenny/sherri17.htm

 


Makanan segar atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: