SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Vegetarian dan Menderita Kanker

Vegetarian dan Menderita Kanker

Catatan : Seorang sahabat baik (yang sudah lebih dari 5 tahun menjadi vegetarian/vegan) mempunyai beberapa benjolan sangat besar di perutnya. Seorang anak vegan yang orangtuanya juga vegan yang begitu dekat erat hubungannya dengan kami, memiliki dua polip besar di hidungnya. “Apakah vegetarian dan vegan justru membuat kanker?”, begitu pertanyaan dan masalah sosial yang sangat menekan mereka..

Selain itu, tidak sedikit teman atau kenalan yang vegetarian yang lain yang juga menderita kanker. Beberapa terdengar sembuh dan beberapa kambuh lagi. Kalau sudah begini, apakah benar vegetarian tidak bisa mengobati kanker?1,2)

Jawabannya, “sangat benar:  tidak bisa”.

Memang ada seorang sahabat lain yang sembuh dari kanker payudara yang sudah membatu setelah beberapa tahun menjadi vegetarian tetapi tetap saja “menjadi vegetarian bukanlah terapi untuk memerangi atau menyembuhkan kanker, menjadi vegetarian hanya mengurangi resiko terjadinya kanker”.

Segala bentuk racun yang tersimpan dan terakumulasi pada daging hewan merupakan makanan yang baik untuk segala jenis kanker. Walaupun vegetarian bisa mengurangi resiko terjadinya kanker, tetapi selain produk hewani (daging, susu, telur dan bahan-bahan makanan yang terbuat darinya), banyak sekali makanan beredar  dan hal yang lain yang menjadi pemicu kanker atau mempertinggi resiko kanker.

Stres berkepanjangan juga meningkatkan resiko kanker demikian parah. Tidak sedikit tumor menjadi kanker ganas begitu mereka  mengetahui bahwa tubuhnya memiliki tumor. Mereka menjadi stres sehingga tubuh mengeluarkan reaksi perlawanan yang justru akhirnya merangsang terjadiya kanker.

Pembedahan, radiasi, kemoterapi dan berbagai pengobatan yang lain tidak pernah bisa mengobati kanker. Sangat benar bila dikatakan bahwa “Kanker tidak ada obatnya”.

Sistem pengobatan, entah herbal atau farmasi, pembedahan hanya mencoba merusak sel kanker yang ada, tanpa pernah bisa menghentikan pertumbuhannya.

Kalau tubuh tidak bersifat asam lagi, kalau tubuh tidak memiliki habitat yang baik untuk kanker maka kanker tidak akan berkembang.

Dia bukan mati, karena kanker tidak pernah hidup dan juga tidak pernah mati. Ia hanya merupakan gejala yang nampak saja yang terlihat sebagai kelainan pertumbuhan sel tubuh. Seperti layaknya api, api bukanlah benda gas, benda cair ataupun benda padat, kanker juga hanya gejala, bukan merupakan penyakit.

Jadi, kalau ingin sembuh dari kanker, bukanlah dengan obat, karena toh tidak ada obatnya, karena tidak ada yang perlu yang diobati. Kalau suasana tubuh baik, kanker tidak berkembang, tubuh akan memiliki kemampuan memperbaiki sel-selnya yang rusak kembali.

Kalau racun tidak banyak masuk ke dalam tubuh, tubuh tidak akan mengeluarkan antibodi yang terkadang meracuni dirinya sendiri sehingga justru menjadi habitat bagi kelainan pertumbuhan sel atau kanker.

Protein asing dan lemak sering juga menjadi masalah utama.

Pola makan rendah lemak, rendah protein dan menghindari makanan diproses merupakan pola makan yang paling aman. Cukup karbohidrat tapi tanpa atau sangat sedikit lemak dan tanpa atau sangat sedikit protein akan membuat tubuh berenergi dan tetap aman. Dari mana lagi kalau bukan dari buah segar manis matang tak berlemak?

Tubuh akan menjadi cepat peka dengan makanan yang buruk karena sudah beberapa lama tubuh mengakumulasi racun dari makanan dan lingkungan. Mereka yang menderita kanker akan menjadi lebih peka terhadap segalanya. Sedikit zat beracun (produk hewani, gorengan, MSG, nitrosamine dari makanan diproses, saos, dst) sudah bisa menjadi pemicu terjadinya kelainan tubuh yang parah. Gudang racun mereka sudah penuh, sehingga dengan penambahan sedikit saja, racun itu akan meluas merusak yang lain. Antibodi (perlawanan) tubuh akan menyerang bagian tubuh yan lain juga dan terkadang justru memicu terjadinya kelainan sel.

Berpikir untuk menyerang kanker akan justru membuat kita lelah dan tidak ada gunanya. Kanker bisa sembuh bukan dari penyerangan, tapi hanya bisa dengan membuatnya tidak berkembang dan hilang gejalanya.

Selayak api juga, kalau tidak ada oksigen atau tidak ada yang terbakar maka api itu padam, tak perlu dilawan bukan? Pemadam kebakaran hanya membantu agar bahan yang mudah terbakar terputus hubungannya dengan oksigen sehingga proses pembakaran tidak berlanjut.

Kalau tubuh sudah terlalu asam, mungkin beberapa bantuan pengobatan atau terapi bisa membantu tubuh cepat menjadi netral kembali, dengan ph sekitar 7,2. Tuh sekarang sedang ngetren “air kangen”. Hebat memang, karena sangat basa, tetapi juga perlu dicatat, tetap juga bukan “obat segala obat”, air kangen hanya membantu menetralkan pH tubuh yang terlalu asam. Kalau sudah netral, “ngapain” harus minum air kangen lagi? Bagaimana kalau tubuh justru menjadi terlalu basa?

Terapi oksigen…, kenapa tidak, kalau sudah memang penuh radikal bebas? Seperti juga air kangen, ozon pun bisa mengganggu keseimbangan tubuh. Gunakan dalam pengawasan mereka yang benar-benar menguasai bidang ini.

Kalau tubuh penuh lemak atau kolesterol, 5 apel sehari atau penurun kolesterol juga bisa membantu membuat suasana lebih baik. Lebih penting lagi, jangan menambah kolesterol atau lemaknya lagi.

Jus dedaunan segar berwarna hijau dalam jumlah yang sangat banyak (tiga gelas sehari dengan masing-masing 200 gram) akan sangat membantu membuat suasana tubuh menjadi baik karena bantuan energi dan enzim atau vitamin matahari (disebut vitamin matahari karena begitu banyak vitamin yang tidak pernah selesai ditemukan para ilmuwan).

Paparan sinar matahari juga tentu sangat penting untuk membuat kita lebih tenang dan bahagaia serta mendapatkan vitamin D yang akan membantu sebagai antioksidan yang tepat untuk menghalangi perkembangan sel kanker.

Mengasihi segala sesuatu (termasuk lingkungan) dan rasa syukur terus menerus kepada Tuhan tentu merupakan hal yang paling utama dari segalanya untuk membuat tubuh dan atmosfer di sekitar kita menjadi tenang dan bersahabat untuk kita semua dan alam semesta.

Setuju???

2 Comments»

  niknik (@tari_nick) wrote @

Maaf….mengenai air basa /alkali….yg dihasilkan mesin trutama plat platinum di bahas artikel lainnya….menganjurkan tidak meminumnya lg….krn mengandung racun yg sgt berbahaya bagi organ tubuh..di artikel lainnya membahas air alkalin yg dianjurkan tidak memakai bubuk putih dll….kita yg sebagai pemula tidak mengetahui yg mana lebih “aman” dikonsumsi….adakah air alkali yg “lebih aman”dikonsumsi?tanpa melalui plat platinum?makasih

Like

  niknik (@tari_nick) wrote @

Serta ph basa berapa yg aman buat diminum.makasih

Like


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: