SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Mengapa harus Buah Segar dan Sayur Organik Segar? (1, Sayur Berwarna Hijau)

Mengapa harus Buah Segar dan Sayur Organik Segar? (1, Sayur Berwarna Hijau)

“Buah dan sayuran adalah makanan yang sarat dengan nutrisi dan biasanya lebih bagus dimakan ketika mereka masih segar ketimbang sudah dimasak atau diproses”. Penuh nutrisi artinya mengandung hampir semua nutrisi penting (seperti vitamin dan mineral) tiap kalorinya. Tepung merupakan makanan penuh kalori, tetapi per kalorinya tidak bernutrisi selengkap yang ada pada buah dan sayur segar.

Misalnya, 500 kalori nasi putih mengandung sedikit sekali vitamin, mineral dan fitokimia dibandingkan dengan 500 kalori bayam segar atau 500 kalori manga manis matang segar.

Dengan demikian, dengan terutama mengkonsumsi buah dan sayur segar, kita akan mendapat nutrisi yang diperlukan tubuh ketimbang jika kita mengkonsumsi makanan yang sudah diproses atau dimasak.

 

Sayur Berwarna Hijau

Beberapa ikat atau genggam bayam, misalnya, akan menjadi mengempis kecil sekali bila kita masak. Rasanya tak mungkin menghabiskan beberapa ikat bayam dalam waktu cepat tanpa rasa bosan dan terkadang mual karena rasa ‘langunya’.

Kalau kita masak sebentar, bayam itu akan mengempis menjadi sedikit sekali. Kita akan dengan mudah menghabiskan beberapa ikat bayam itu. Tetapi, memang sejumlah vitamin, mineral dan fitokimianya akan hilang dan rusak, beberapa justru bersifat membebani tubuh atau meracuni tubuh.

Ada satu cara yang mudah untuk bisa mengkonsumsi sayur berwarna hijau dalam kondisi segar dalam jumlah banyak, yaitu dengan memblendernya. Gunakan air dari buah jeruk, semangka, kelapa muda atau buah berair yang lain, dan kita akan menikmati ‘green smoothie’ yang enak sekali dan yang penuh nutrisi serta sedikit kalori.

Itulah mengapa mereka yang menderita kanker selalu disarankan dikenyangkan dengan ‘green smoothie’ semacam ini, yaitu supaya mereka mendapat nutrisi yang lengkap dan supaya mereka tidak memperoleh kalori terlalu banyak. Masih ingat pada pembahasan yang lalu bukan?1)

Profesor dari UC Berkeley’s Colloge: Marc Hellerstein, pada American Journal of Physiology-Endocrinology and Metabolism, menjelaskan bahwa kanker pada dasarnya adalah pembelahan sel secara tidak terkendali. Pada kondisi normal, sebuah sel akan berusaha untuk memulihkan segala kerusakan yang terdapat pada DNA nya. Tapi, jika sel itu membelah sebebelum mendapat kesempatan untuk memperbaiki kerusakan itu maka kerusakan itu di’copypaste/forward/memorialized’ sebagai mutasi pada sel berikutnya. Oleh karena itu, dengan memperlambat perkembangan sel itu sendiri (dengan tidak menambah kalori) maka tubuh akan memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kerusakan terlebih dahulu.

Mungkin akan menjadi kurus, tetapi kalau sudah kanker, apakah masih ada pilihan yang lebih baik?

Yang tidak kanker, ga takut jadi tambah sehat, segar, bugar dan tambah keren dan selalu bahagia bukan?

(bersambung)

1.       http://www.worldhealth.net/news/every_other_day_fasting_may_reduce_cancer

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: