SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Bahaya Minum Susu Hewani dan Produk yang Mengandung Susu Hewan

Bahaya Minum Susu Hewani dan Produk yang Mengandung Susu Hewan

Sangat banyak jumlah keluarga yang berpenghasilan pas-pasan dan yang juga minim di negara kita. Bila bertemu mereka, selalu ada dua hal yang mereka keluhkan. Kalau sang bapak mengeluh bagaimana mendapatkan uang untuk beli rokok maka sang ibu selalu memikirkan uang pembeli susu untuk anaknya. Berbeda dengan rokok yang sebagian besar orang sudah tahu betapa parah akibat merokok bagi kesehatan dan lingkungan1), mereka merasa bahwa susu hewani dan produk yang terbuat dari susu hewani merupakan kebutuhan vital bagi anak-anak kecil, remaja hingga orang tua. Para orang tua memberikan susu kepada anak-anak mereka agar mereka cepat tumbuh besar dan menjadi pintar. Pria dewasa dan wanita yang menjelang dan sesudah menopause merasa susu adalah suatu keharusan, mereka ingin menjaga kekuatan tulang mereka dengan minum susu. Berbagai iklan susu, keju, yoghourt  dengan gencar menginformasikan betapa penting susu untuk kesehatan tulang, kecerdasan dan menjaga vitalitas. Semuanya melengkapi keyakinan kebanyakan orang bahwa susu adalah segala-galanya hingga  hampir semua bahan makanan yang digemari orang selalu diberi campuran susu hewani sebagai sebuah cita rasa khas dan penambah nutrisi, seperti cake, pastry, permen coklat, ice cream, butter, creamer (segala jenis creamer, termasuk creamer nabati), dst. Mereka merasa tidak sreg bila makanan tidak diberi campuran susu. Mereka merasa bahwa  tanpa minum susu,  makanan tidak lengkap, tanpa campuran susu maka makanan menjadi tidak enak. Sebuah slogan 4 Sehat dan 5 Sempurna yang dipasang dan harus dihafalkan anak-anak sekolah dasar terus terngiang hingga mereka menemui ajal. Semua itu menyempurnakan alam bawah sadar kebanyakan orang bahwa susu adalah salah satu kebutuhan pokok.
Padahal dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Robert M.K., MD,  seorang  Kepala Ahli Bedah Payudara, Seton Medical Centre, California, USA, pada semua artikel dan jurnal “medicine” tentang susu, tidak satupun penulis yang mengatakan bahwa susu hewani adalah makanan yang sempurna seperti yang dikatakan oleh iklan2). Yang mereka bicarakan justru adalah pengaruh susu hewani dan produk dari bahan susu terhadap kesehatan, seperti kolik, iritasi usus, pendarahan usus, anemia, infeksi telinga dan tenggorokan, alergi pada bayi dan anak-anak dan juga infeksi yang terjadi akibat salmonella. Mereka juga membicarakan akibat samping susu  yang terjadi pada orang dewasa, seperti arthritis, alergi, sinusitis, limfoma dan kanker. Bahkan beberapa juga membicarakan tentang infeksi virus leukemia sapi seperti yang terjadi pada penderita AID dan juga terjadinya penyakit diabetes pada anak-anak yang masih sangat belia, termasuk bayi. Selain itu, mereka juga membicarakan kontaminasi yang terdapat dalam susu hewani dan produk susu akibat adanya darah dan sel nanah serta obat anti hama di dalam susu.

Begitu banyak masalah yang terjadi akibat minum susu dan produk yang terbuat dari susu, mulai dari begitu banyak penyakit yang terjadi,   kerusakan lingkungan yang sangat parah3) hingga makin terpuruknya keadaan banyak keluarga karena mereka menghabiskan sebagian besar anggara rumah tangganya untuk membeli susu dan produk yang terbuat dari susu akibat pemikiran bahwa susu merupakan kebutuhan pokok. Secara tidak sadar mereka mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yang justru merusak kesehatan dan lingkungan mereka sendiri.

Akibat susu dan produk susu antara lain :
– Osteoporosis, Artritis, Keriput, Katarak dan Batu Ginjal
– Asma, Bronkitis, Sinusitis, Flu, Hidung Meler, Infeksi Telinga dan Alergi
– Haid Dini, Jerawat, Kanker Payudara, Penyakit Jantung Koroner
– Jerawat
– Bayi Meninggal Mendadak
– Penyakit Crohn
– Diabetes
– Kanker Prostat, Kanker Kandungan dan Kanker Payudara
– Anemia
– Alergi
– Kerusakan Lingkungan dan Penghancuran Planet Bumi
 
Beberapa rujukan yang mungkin berguna (tentang bahaya susu dan produk yang terbuat dari susu)
Beberapa rujukan lain yang mungkin berguna adalah:
1)Loving Vegan Community Team, “Bahaya Susu dan Produk yang Terbuat dari Susu,
   ”,  2011.
2)Robert M. Kradjian, MD, “The Milk Letter: A Message to My Patients”, EarthSave
   Handout, 1994
3)Loving Vegan Community Team,  “Bayangan Kelam Peternakan dan Perikanan terhadap Kesehatan,
    Kesejahteraan dan Lingkungan”,  2011.
4) Dr Gina Shaw, MA, “The Dangers of Dairy Products”,
5)Tulang adalah benda padat maka sebenarnya sampai kapanpun tulang tetap utuh dan kuat jika tidak
    ada seuatu yang menggerogotinya. Produk susu memiliki jumlah protein yang jauh melebihi
    kebutuhan biologi manusia sehingga mendorong terjadinya kehilangan kalsium dari tulang.
    Paterson, C. R., “Calcium requirements in man: a critical review”, Postgrad Medical Journal, 54, 1978
6)Ron Brown, Ph.D., “How Dairy Products Cause Osteoporosis”, The Body Fat Review, Washington DC,
   2010
7) The McDougall Newsletter, “Diet-Induced Precocious Puberty” . Santa Rosa, California, USA,
    November/December 1997
8)Bodo Melnik, Department of Dermatology, Environmental Medicine and Health Theory, University of
   Osnabruck, “Milk consumption: aggravating factor of acner and promoter of chronic diseases of
   Western societies”, Germany, 2008
9) Dr F.W. Danby, MD, FRCPC, a Canadian dermatologist practising in the U.S.,” Acne and Dairy
    Products”, Toronto, Canada, 2005
10)Thefeelgoodvegan,” Dairy Products Linked to Early Menstruation in Young Girls”, 2011
12)Seppo Puusa, “Four Ways Milk Causes Acne”, Natural News, 2008
13)M .V. Santos, Y. Ma, D.M. Barbano, Northeast Dairy Foods Research Center, Department of Food
    Science, Cornell University, Ithaca, NY, 14853, “Effect of Somatic Cell Count on Proteolysis and
    Lipolysis in Pasteurized Fluid Milk During Shelf-Life Storage”, New York, 2003
14)notmilk, “Sudden Infant Death”
15)Paratuberculosis Awareness & Research Association,” Does Mycobacterium paratuberculosis cause
    Crohn’s Disease?”, 1999
16)Amber J. Tresca, “Know What’s in Your Milk?”, About.com Medical Review Board, 2010
17)University of Liverpool, “How Bacteria In Cows’ Milk May Cause Crohn’s Disease”, Science Daily, UK,
    2007
18)Dr. T. Colin Campbell, Ph.D., Professor Emeritus of Nutritional Biochemistry di Cornell University, USA,
19)Supreme Master TV, “An Interview with Dr. T. Colin Campbell”, A Solution to Global Health, 2010
20)Solution for Type 2 Diabetes
21) Physicians Committee for Responsible Medicine, “Diabetes Mellitus: Overview and Risk Factors”, T.
     Colin Champbell Foundation, Scientifid Intergrity for Optimal Health, 2008
22)Harvard Medical School, “Preventing prostate cancer and diet”, Harvard Health Publications Special
      Health report, 2003
23) Gabe Mirkin, M.D., “Does Milk Cause Prostate Cancer?” , DRMIRKIN.COM, 2005
24) Susanna C. Larsson*, Nicola Orsini and Alicja Wolk, Division of Nutritional Epidemiology, The National
     Institute of Environmental Medicine, Karolinska Institutet, Stockholm, Sweden, “Milk, milk products
     and lactose intake and ovarian cancer risk: A meta-analysis of epidemiological studies”, International
     Journal of Cancer, Wiley-Liss, Inc., 2005
25) A review of 12 studies seemed to show that a diet very high in saturated fat increases the risk of
    ovarian cancer. Another review of several studies showed that a very high intake of lactose (found
    inmilk) increased ovarian cancer risk.
26)William H. Goodson III, MD, Senior Clinical Research Scientist, California Pacific Medical Research
    Institute, San Francisco, California., “Progesterone in Dairy Products Poses Risks”, International News,
    2009.
27)Milk consumption has been shown to cause intestinal bleeding, resulting in low hemoglobin count.
    The result: weakness, depression, irritability. (Robert Cohen, Milk A-Z, Argus Publishing, ISBN
    0965919684,2001).
28)Babies who are fed whole cow’s milk during the second six months of life may experience a 30%
    increase in intestinal blood loss and a significant loss of iron in their stools. (Journal of Pediatrics,
    116, 1990).
30)Hiromi Shinya, M.D., Guru Besar Kedokteran Albert Einstein College of Medicine New York City,
    “The Enzyme Factor”, Council Oak Books. Oklahoma, 2007
Terima kasih banyak
dan semoga makin sehat, segar, bugar dan senantiasa berbahagia…
catatan : susu yang dibicarakan di atas, tidak termasuk “ASI”.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: