SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Vitamin B12, 30) (dalam serial “Bagaimana Cara Terbaik Mengatasi Kebutuhan Nutrisi”)

Vitamin B12, 30)

(dalam serial “Bagaimana Cara Terbaik Mengatasi Kebutuhan Nutrisi”)

 

Vitamin B12 membantu memetabolismekan lemak dan protein agar bisa disimpan di dalam tubuh, membuat lapisan lemak untuk melindungi syaraf, membantu memproduksi perkembangan sel-sel baru,  mengurangi resiko atas beberapa penyakit jantung  dst. Begitu penting B12 itu bagi kesehatan kita. Mari kita ikuti beberapa pemikiran dan pertanyaan yang sering kita jumpai seputar B12 dan kita mulai dengan mengulas apa yang sudah pernah kita diskusikan.

 

Pada diskusi sebelum ini0)  disebutkan bahwa proses penyerapan B12 itu begitu kompleks. Jika B12 tergabung dalam sebuah protein maka diperlukan suasana asam untuk memisahkan vitamin itu dari protein. Lambung harus memproduksi enzim pepsin, asam hidroklorik (larutan asam klorida dalam air) dan suatu protein yang disebut sebagai intrinsic factor (IF). Kemudian B12 yang sudah terbebaskan akan bergabung di dalam usus halus dan dengan bantuan enzim pankreas akan dibawa ke ujung terakhir usus halus, yang disebut ileum (usus penyerap). Ileum yang sehat memiliki reseptor-reseptor yang peka terhadap gabungan ‘IF dan B12’ dan akan membawanya ke dalam aliran darah. Protein dalam aliran darah akan membawa B12 masuk ke sel-sel untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan sisanya akan di simpan di dalam liver. Itulah mengapa B12 banyak ditemukan pada liver ketimbang di tempat-tempat lain.

 

Lalu …

 

a. Bagaimana dengan mereka yang vegetarian atau vegan (mereka yang tidak mengkonsumsi produk hewani sama sekali dalam kehidupannya?

 

Banyak peneliti di dunia yang salah sangka dan mengatakan bahwa para vegetarian dan vegan cenderung mengalami defisiensi B12 karena pada tumbuhan tidak terdapat B12.  Sekalipun di tanah terdapat berlimpah-limpah B12, tetapi tumbuhan tidak memerlukannya. Hanya hewan dan manusia saja yang memerlukannya. Atas dasar pemikiran itu, banyak peneliti kesehatan dan ahli gizi, bahkan hingga dokter Mercola yang terkenal kontroversial itu7), mengatakan para praktisi vegan harus mengkonsumsi suplemen B12 untuk menjaga kesehatannya. Mereka lupa bahwa semua pelaku pola makan segar yang sudah lama, yang sudah barang tentu juga tidak mengkonsumsi produk hewani sama sekali, sama sekali tidak menunjukkan gejala defisiensi B12.

 

b. Benarkah tidak ada vitamin B12 pada tumbuhan?

 

Adalah benar bahwa tumbuhan tidak memerlukan B12, tetapi tidak berarti tumbuhan harus tidak mengandung vitamin B12 bukan?

Jadi, apakah harus mengkonsumsi tumbuhan yang tidak dicuci bersih agar B12 yang berlimpah di tanah bisa terserap tubuh? Apakah karena itu pula (tidak dicuci dengan baik, karena organik, karena tidak dimasak) para penganut pola makan segar bisa tetap dan justru makin sangat bugar dengan hanya mengkonsumsi buah segar dan sayur organik segar berwarna hijau (tanpa mengkonsumsi suplemen).

 

Mari kita perhatikan juga ….

 

Sekalipun tidak memerlukannya, pada tumbuhan juga ditemukan vitamin B12, misalnya8):

 

 

b. Benarkah apa yang dikatakan para pengamat nutrisi itu bahwa para vegan harus mengkonsumsi produk hewani untuk mendapatkan B12 karena kandungan B12 pada tumbuhan sangat-sangat kecil?

 

Tentu itu sangat tidak benar, tetapi harus diakui bahwa tubuh hewan atau daging hewan atau produk hewani memang memiliki kandungan B12 yang tinggi, sedikitnya ‘jauh lebih tinggi’ ketimbang yang ada pada tumbuhan.

 

Liver pada hewan mamalia mengandung B12 sangat tinggi. Tetapi, bukan kah manusia dan monyet juga begitu? Dari manakan hewan dan manusia mendapatkannya? Dari mana sapi, babi dan hewan memamahbiak yang lain yang secara alami sesungguhnya tidak mengkonsumsi produk hewani, mendapatkan B12? Selama masih menyusui, mungkin dari induknya, tetapi bagaimana setelah mereka dewasa? Dari tanah, dari rumput yang tidak pernah tercuci dan tercemari oleh tanah kah? Haruskah kita makan tanah untuk mendapatkan B12? Beberapa dasawarsa yang lalu masih sering ditemukan orang yang makan tanah (di Jawa dikenal dengan nama  ‘ampo’). Inikah mungkin salah satu cara mendapatkan B12?

 

c. Dari manakah hewan vegan (tidak mengkonsumsi daging hewan lain) dan mereka penganut pola makan segar mendapatkan vitamin B12 untuk mempertahankan kesehatannya? Apa sumber utama vitamin B12 bagi mereka?

 

Mungkin tidak kita duga sebelumnya, tetapi memang begitulah, hewan vegan dan manusia membuat B12 sendiri.  Dan itulah yang merupakan sumber utama B12 bagi mereka. Di dalam usus hewan dan manusia terdapat bakteri yang dapat memproduksi B12.  Bakteri itu hidup sepanjang pencernaan manusia, mulai dari mulut hingga anus. Kolon memiliki bakteri itu paling banyak, tetapi bukan bearti pada usus halus tidak terdapat B12, hanya saja dalam jumlah yang lebih kecil, dan sering terbunuh akibat asam lambung. Antibiotika dan obat-obat yang lain serta berbagai jenis makanan dapat membunuh bakteri-bakteri tersebut sehingga kemampuan tubuh memproduksi B12 menjadi sangat berkurang atau hilang.

 

d. Tetapi mengapa terkadang bayi vegan sejak dalam kandungan juga mengalami defisiensi B12?

 

Banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain : bayi yang hidup dari ASI dari seorang ibu yang B12 nya tidak mencukupi akan mengakibatkan si anak mengalami defisiensi B12. Gangguan syaraf, lambat pertumbuhan, mudah sakit dst merupakan beberapa gejala yang mungkin disebabkan oleh defisiensi B12. Jadi bukan soal vegan atau tidak yang menyebabkan seorang bayi menderita defisiensi B12.

 

e. Bagaimana jika kita mengalami defisiensi B12?

 

Kalau kadar B12 di dalam tubuh sangat rendah, misalnya, karena seseorang tidak bisa menyerap B12 dengan baik karena gangguan pencernaan, B12 yang terbentuk tidak sempat diserap ke tubuh (karena bakteri pembentuk B12 ‘baru banyak terdapat’ pada bagian akhir usus halus) maka terkadang penyuntikan B12 di bawah ‘pengawasan dokter atau praktisi kesehatan yang sangat baik’ perlu dilakukan, yaitu sekedar sebagai langkah darurat. Berikutnya, ikuti bagian ‘g” di bawah.

 

f. Adakah efek samping jika kandungan B12 berlebihan dalam tubuh?

 

Bahkan kelebihan B12 juga menimbulkan berbagai sebab yang tidak diinginkan, misalnya9) : penggumpalan darah di kaki, diarea, pembengkakan di mulut dan di tenggorokan sebagai reaksi atas alergi, kesulitan bernafas,  lemas dan lemah, gata-gatal atau iritasi kulit, terlalu sering kencing, bingung dan gelisah (dada berdebar kencang), isomnia (tidak bisa tidur), pusing dan sulit mengendalikan diri, dst.

 

g. Bagaimana kita mencukupi kebutuhan B12 dalam kehidupan sehari-hari?

 

Sesuai dengan National Institute of Health, rata-rata kebutuhan B12 yang direkomendasikan untuk orang Amerika Serikat adalah sebagai berikut10):

 

 

 

Dari tabel 2 di atas, terlihat bahwa kebutuhan orang dewasa adalah sekitar 2,4 µg (mikrogram) per hari. Kalau juga kita bandingkan dengan tabel 1 di atas, kita akan dapat dengan mudah mencukupi kebutuhan B12 dengan mengkonsumsi 200 gram bayam organik atau sayur organik yang berwarna hijau.

 

B12 juga terdapat pada air pegunungan, rumput, debu, kulit pohon dst. Sesungguhnya di mana-mana terdapat B12.

 

Dan yang lebih penting adalah menjaga agar pencernaan harus terus bekerja dengan baik sehingga penyerapan B12 bisa berlangsung dengan baik. B12 yang tersisa dan tidak digunakan tubuh akan disimpan di dalam liver, jadi sebenarnya kita selalu mempunyai cadangan yang memadai. Kalau kita sehat tentu keperluan kita akan tambahan B12 dari makanan atau apapun juga tidak akan sebanyak yang ditulis oleh RDA pada tabel 2 di atas, yaitu karena sesungguhnya bakteri-bakteri dalam tubuh juga memproduksi B12 serta tubuh juga selalu memiliki cadangan.

 

Kalau kita terpaksa mengkonsumsi antibiotika atau obat-obat yang lain, banyak kemungkinan bakteri B12 itu mati. Jadi, usahakan jangan kita sampai sakit sehingga terpaksa harus mengkonsumsi antibiotika, atau gunakan antibiotika kalau benar-benar sangat-sangat terpaksa saja dan harus dalam pengawasan dokter yang baik.

 

Yang jelas, bukan dengan mengkonsumsi banyak tempe dan spirulina kita bisa menghindari ketidakcukupan B12, tetapi seperti sudah disebutkan pada diskusi bagian 20) pula bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah yang terbaik, yaitu agar pencernaan dapat berfungsi dengan baik, yaitu agar antara lain tubuh dapat menyerap B12 dengan baik.

 

Makan produk hewani, minum alkohol, minum narkoba dan merokok tentu merupakan tindakan yang sangat buruk dan merusak segalanya, termasuk akhirnya juga merusak kemampuan tubuh menyerap B12. Karena itu pulalahh begitu banyak orang Amerika Serikat dan mereka yang hidup dengan gaya amerika banyak mengalami gangguan tubuh yang disebabkan oleh defisiensi B12.

 

Dengan sedikit sayur hijau organik berwarna hijau dan berbagai macam buah segar manis, mereka yang sehat dan melakukan pola makan segar akan dengan mudah mendapatkan kecukupan vitamin B12, baik karena sesungguhnya tubuh hanya membutuhkan sangat sedikit, karena liver selalu mempunyai cadangan B12, juga karena tubuh dapat menyerap vitamin B12 dengan baik.

 

 

 

Namun….

 

h. Dari mana kah bakteri B12 yang berada di mulut dan di seluruh bagian pencernaan manusia berasal?

 

Sesungguhnya bakteri atau mikroorganisme B12 memerlukan cobalt untuk menghasilkan vitamin B12. B12 terkadang ditemukan pada permukaan tanaman dan seperti sudah disebutkan di atas, juga terdapat di air, di kulit pohon, rumput, debu dst. Tapi, dari mana bakteri dan cobalt itu berasal? Mengapa tiba-tiba ada di bagian-bagian pencernaan tubuh manusia dan hewan?

 

Yang kita tahu hanyalah bahwa cobalt bukan hewan, tidak punya orang tua, tidak punya mata sehingga kita bisa yakin bahwa dia tak akan berusaha lari jika kita berusaha mengkonsumsinya. Hehehehe…

 

Selamat makin sehat dan bugar dan tidak pernah mengalami defisiensi B12!

 

(selesai)


——————————————–

0) bagain 1 terdapat di:http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_frm/thread/81f6adb42b5db02a#

bagian 2 terdapat di : http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_frm/thread/88e26d712d05b0bb#

1)Finally, so-called pseudo-B12 refers to B12-like substances which are found in certain organisms, including Spirulina (acyanobacterium) and some algae. These substances are active in tests of B12 activity by highly sensitive antibody-binding serum assay tests, which measure levels of B12 and B12-like compounds in blood. However, these substances do not have B12 biological activity for humans, a fact which may pose a danger to vegans and others on diets who may not ingest sufficient quantities of B12producing bacteria, but who nevertheless may show normal “B12” levels in the standard immunoassay which has become the normal medical method for testing for B12 deficiency http://www.beyondveg.com/billings-t/comp-anat/comp-anat-7c.shtml

2) Victor Herbert MD, JD, “Vitamin B-12: plant sources, requirements, and assay”, American Journal of Clinical Nutrition 48: 852-8, 1988.

3) Katherine Tucker Ph.D., American Journal of Clinical Nutrition, 2000. //enews.tufts.edu/stories/1263/2001/09/10/GettingEnoughB12

4) diabetic neruophaty merupakan kerusakan syaraf akibat diabetes, seperti mati rasa, tidak bisa berereksi, otot lemah, sulit menelan, tidak bisa orgasme, kencing tidak terkontrol  dst, http://en.wikipedia.org/wiki/Diabetic_neuropathy

5) Sally M. Pacholok, RN, BSN and Jeffrey J. Stuart, DO, “Could It Be B12> An Epidemic of Misdiagones”, Linden Publishing, 2005.

6) Antony AC, Hoffman R, Benz EJ, Shattil SS, et al., “Hematology: Basic Principles and Practice”, 5th edition chapter 39,  Philadelphia, 2008.

7) http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2002/01/30/vitamin-b12-a.aspx

8)Mozafar A, “Enrichment of some B-vitamins in plants with application of organic fertilizers”. Plant & Soil, vol 167:305-311, 1994

9) http://abouttesting.testcountry.com/2010/02/10-important-side-effects-of-too-much-vitamin-b12-that-people-don%E2%80%99t-think-about.html

10)Dr Gina Shaw, D.Sc, M.A., Dip NH, AIYS (Dip. Irid.), “The Vitamin B12 Issue”, http://www.living-foods.com/articles/b12issue.html


Makanan segar atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: