SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Apakah Obat Anti Lemak bisa Mengeluarkan Racun Lemak?

Apakah Obat Anti Lemak bisa Mengeluarkan Racun Lemak?

 

Makin sering orang  membicarakan tentang detoks atau detoksifikasi. Termakan iklan, sedikit-sedikit orang merasa bahwa perubahan dalam tubuhnya merupakan reaksi yang bagus, yaitu proses detoksifikasi atau pengeluaran racun. Racun apa yang keluar? Mungkinkah hanya racun yang keluar?

 

Tidak sedikit orang yang senang sekali  dan tidak takut dengan makanan berlemak karena mereka punya obat anti lemak (seperti : lipitor, zocor, vytorin dan crestor). Kemana-mana mereka membawa  anti lemak itu, terutama bila mereka akan pergi makan. Dengan gampang dan tanpa berpikir panjang, mereka mengkonsumsi obat anti lemak sebagai makanan penutup. Mereka mengira bahwa obat itu bisa mengeliminasi kolesterol dari makanan. Mereka mengira bahwa obat anti lemak bisa menghilangkan lemak dalam saluran darah. Mereka tidak mengira bahwa obat anti lemak tersebut juga membawa beberapa akibat sampingan seperti (yang sudah diketahui): pening,  dada sakit, sulit tidur, diare, sakit persendian, mudah kram, tenggorokan berlendir, mual, hidung meler, lemas dan sakit lambung .

(http://www.drugs.com/sfx/lipitor-side-effects.html).

 

Tapi gangguan itu pun masih dianggap sebagai pengeluaran racun atau detoks, “Itu adalah proses pengeluaran lemak”, kata mereka. Keluar dari dan ke mana? Hehehehe… , aneh kan?

 

Penggunaan statin sebagai obat anti lemak adalah memperlambat kerja tubuh meproduksi kolesterol yang diperlukan untuk mencerna makanan dan membuat sel-sel baru sehingga karena produksinya berkurang, tubuh mulai mengambil kolesterol dari makanan yang kita konsumsi . Jadi, sesungguhnya obat anti lemak tidak bisa menyebabkan terjadinya proses detoksifikasi atau pengeluaran racun (dalam hal ini lemak).

( http://www.mayoclinic.com/health/statin-side-effects/MY00205).

 

Bahkan statin juga mempengaruhi enzim pada sel-sel otot sehingga menyebabkan nyeri  dan pegal-pegal.

 

Lagi pula, dalam penggunaan jangka panjang,  statin yang terdapat pada obat anti lemak juga dapat membuat kerusakan otak (membuat otak mengkerut) sehingga menjadi  pikun, amnesia dan penyakit demensia (memory loss) yang lain serta juga kerusakan syaraf seperti “tidak bisa merasakan” (numbness) Lipitor juga sering disebut sebagai “Pencuri Ingatan”.

(http://www.cholesterol-and-health.com/Statin-Drugs-Side-Effects.htmlhttp://www.spacedoc.com/lipitor_thief_of_memory.htmlhttp://www.ehow.com/facts_5677910_lipitor-cause-numbness-neuropathy_.html ).

 

Rambut rontok, menjadi gemuk, cepat kelihatan tua dan gangguan fungsi seks (juga bisa menyebabkan impoten) merupakan akibat lain dari penggunaan statin.

( http://www.spacedoc.com/statins_hair_loss.html).

 

Tidak hanya itu, obat anti lemak itu juga bisa menyebabkan gangguan hati seperti peningkatan enzym yang tajam, hepatitis (pembengkak hati akan menyebabkan tubuh merasa lemah dan merasa tidak enak badan) dan kerusakan liver. (http://cholesterol.emedtv.com/lipitor/lipitor-liver-side-effects.html).

 

Jadi, mengapa harus ambil resiko? Mengapa juga kita masih terus mengkonsumsi makanan berlemak? Apa enaknya kalau sudah sakit? Mengapa tidak mencari makanan enak yang aman? Mengapa tidak belajar menikmati makanan yang sudah tersedia apa adanya di alam ini?

 

Lupakan obat anti lemak (kecuali kalau memang sudah sakit dan itupun harus dalam pengawasan dokter yang baik dan mengerti serta mau mengerti ), sebanyak mungkin makan buah manis tak berlemak, lengkapi dengan sayur atau jus sayur segar, sedikit makan biji, sebisa mungkin hindari makanan yang diproses (atau sekali saja dalam sehari) dalam porsi sedikit, hindari sama sekali produk hewani, niscaya kita tidak akan pernah risau dengan kolesterol  dalam hidup kita, kita bisa membuang kata “detoks” dari kamus kita….. Mau selalu sehat kan?

 

 

Salam segar bugar selalu!

 

 


Makanan mentah atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: