SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Energi Alam dalam Makanan Mentah atau Makanan Hidup

Energi Alam dalam Makanan Mentah atau Makanan Hidup


Seperti sudah kita ketahui bersama bahwa Makanan Hidup atau Makanan Penuh Daya Kehidupan atau Makanan Mentah tidaklah termasuk mengkonsumsi hewan hidup-hidup, daging mentah atau ikan mentah (seperti layaknya binatang buas) tetapi adalah makan buah, sayuran dan kecambah yang tidak dipanaskan lebih dari 45 derajat Celsius. Makanan hidup, mentah, atau makanan kehidupan tidaklah dimasak, dimikrowave atau diradiasi, dan idealnya adalah organik, yaitu tidak dibudidayakan dengan semprotan hama, pupuk dan menggunakan rekayasa genetika. Pemanasan di atas 45 derajat Celsius akan merusak enzim, mikronutrisi, energi kimia dan daya kehidupan yang ada pada tanaman yang sangat penting untuk kesehatan manusia.

Mengapa Harus Hidup dan Penuh Daya Kehidupan?

Manusia dan hewan piaran adalah satu-satunya makhluk hidup, dari bakteri hingga ikan hiu, di planet ini yang suka makan makanan yang dimasak. Pemanasan menciptakan suasana asam dan menimbulkan racun bagi tubuh, yaitu sesuatu kunci mendasar terjadinya degenerasi sel. Bahan-bahan yang terdapat pada tanaman hidup adalah suatu paket terakhir yang diterima oleh tubuh karena mereka mengandung tidak hanya mineral tetapi juga energi kehidupan, Bumi, Bulan, Matahari, radiasi kosmik, suara alam, cahaya alam, para hewan dan juga air homeopatik yang terdapat di alam.

Selain banyak sekali orang yang mengalami dan menyadari bahwa bahan-bahan pada tumbuhan mentah dapat meremajakan tubuh dan pikiran, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa tanaman yang tidak dimasak mengandung enzim, fitonutrisi, pola air monoatomik yang baik atau “micro-clustered’, struktur molekul yang cocok untuk tubuh kita (lihat penjelasan Dr.Masaru Emoto tentang struktur molekul air pada makanan mentah) dan berbagai mineral serta energi alam yang dirancang agar tubuh manusia berfungsi secara optimal. Tubuh manusia akan bekerja secara optimal antara lain bila secara keseluruhan pH (derajat keasaman) dan pH darahnya adalah sedikit basa (alkaline). Padahal semua makanan yang dimasak bersifat degeneratif dan sebagian besar akan mengasamkan suasana tubuh, dan hanya bahan tanaman mentah yang bersifat membuat suasana basa dan bersifat regeneratif ( catatan: ada juga beberapa makanan berupa tanaman mentah yang bersifat mengasamkan). Tumbuhan dan hewan memiliki bentuk sinergis, suatu kerja sama yang saling menguntungkan. Tumbuhan adalah pengubah energi menjadi materi, sedangkan hewan dan manusia adalah pengubah materi menjadi energi. Tumbuhan mengambil air, udara dan nutrisi dari tanah serta mengubah cahaya matahari menjadi benda fisik. Jika kita menanam biji pohon beringin maka dia akan tumbuh menjadi pohon raksasa tanpa membuat lubang raksasa di tanah yang nutrisinya diserap oleh pohon itu. Pohon itu menggunakan mineral, air, udara dan sinar matahari untuk membentuk tubuhnya.

Makanan yang berupa tanaman mentah mengandung semua yang diperlukan oleh tubuh kita dan jika kita makan makanan yang penuh daya kehidupan atau makanan mentah berarti kita juga mengkonsumsi energi matahari dalam bentuk padat.

Meskipun pola makan makanan mentah atau pola makan yang penuh daya kehidupan ini seakan merupakan sebuah pola makan baru, tetapi konsep makan makanan mentah sebenarnya tidak baru, karena sudah ada sejak peradapan pemanasan dengan api belum ada. Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memasak makanan mereka dan akibatnya, kita juga memiliki lebih banyak penyakit dibanding para hewan liar.

Pola makan makanan mentah ini sekurangnya sudah dilakukan 2000 tahun yang lalu, oleh para Kelompok Essenes. Dari hasil penjelasannya yang terdapat pada The Essene Gospels of Peace oleh Edmond Bordeaux Szekely tentang penyembuhan dan pengoptimalan kesehatan, mereka sudah memperkenalkan pola makan makanan mentah. Bahkan ahli matematika, Phytagoras, juga melarang para pengikutnya untuk makan daging. Untuk mendapatkan daging diperlukan proses yang sangat-sangat panjang, dan daging sudah kehilangan segala jenis nutrisi dan energi alami yang diperlukan manusia, dan yang tersisa adalah protein yang sulit diserap tubuh sehingga justru membuat organ-organ bengkak, hormon pertumbuhan yang membuat sel-sel tumbuh secara tidak normal serta berbagai residu dan hal-hal lain yang justru meracuni tubuh. Hewan berfungsi mengubah materi kembali menjadi energi, jadi kalau kita makan dagingnya, kita sudah tidak akan mendapatkan energi apa-apa lagi di dalamnya, yang tersisa adalah materi-materi yang sudah tidak berguna lagi.

Sekitar 400 tahun sebelum Masehi, bahkan seorang dokter Yunani kuno, Hippocrates, yang terkenal juga sebagai bapak pengobatan dan yang nama dan asas-asasnya digunakan sebagai dasar untuk pengobatan modern, menerapkan pola makan tanpa produk hewani, atau yang dikenal dengan nama vegan, untuk penyembuhan.

Leonardo Da Vinci, Socrates, Plate, Aristotle, Newton, Albert Einstein dan banyak ilmuwan terkemuka yang lain yang juga mempromosikan gerakan makan tanpa produk hewani.

Dan masih banyak lagi, antara lain :

–      Sylvester Graham, pencipta tepung graham yang terkenal, yang akhinya justru menjadi seorang advokator gigih untuk pola makan makanan vegan mentah pada sejak tahun 1820. Graham mendapat tentangan keras dari para dokter, pedagang roti dan cake, perokok, pembuat alkohol dan bir, serta juga restoran karena advokasinya mengancam kehidupan mereka tanpa memikirkan kepentingan masyarakat secara jauh lebih luas.

–      Viktoras Kulvinskas, pada tahun 1963 membuat Hippocrates Health Institute di Bosten. Dia mempelopori penyembuhan dengan jus “wheatgrass” dan akhirnya sekarang sudah menyebar ke seluruh dunia. Setelah ini banyak sekali ahli yang sukses membuat pusat-pusat kesehatan makanan mentah di dunia.

–      Gabriel Cousens, membuat Pusat Peremajaan (Life Rejuvenation Center) di Patagonia, Arisona

–      Brend Coobs membuat Living Foods Institute di Atlanta

–      Georgia, membentuk Optimum Health Institute di California dan Texas

–      Robert Morse’s Gods Herbs di Port Charlotte, Florida

–      Creative Health Institute di Union City, Michigan

–      Halleluyah Acres di New Bern, North Carolina,

–      Karen Ranzi, penulis buku Creating Healthy Children, Through Attachment Parenting and Raw Foods. Karen telah berhasil menggunakan pengobatan holistik untuk penyembuhan anaknya ketika anaknya divonis sudah tidak bisa disembukan lagi secara medis biasa. Akhirnya Karen berhasil mengembangkan sebuah keluarga yang sangat indah dan bahagia.

–      Dr. Serafina Corsello, penulis buku The Agless Woman, yang telah memberikan ceramah di hampir seluruh penjutru AS, Eropa dan Caribbean dan pada bulan November 2007 menjadi pembicara First Swiss Medical Symposium in anti-aging medicine in Geneva, Switzerland

–      Ruza V. Bogdanovich, N.D, Ph.D, penulis buku  The Cure Is in the Cause dan Love Your Pet, Let Nature Be the Vet. Ruza mendedikasikan hidupnya untuk menyadarkan masyarakan tentang proses penyembuhan alami. Dia adalah seorang penceramah dan konsultan nutrisi makanan mentah internasional.

dst.

juga di Indonesia ;

–      dr Anthon Budiono MS

–      Club Sehat (terdapat di berbagai kota)

–      Raw Food Bali, Mark Amenn

–      Nadya Hutagalung (makanannya, sekurangnya 95% rawfood)

–      Spohie Navita (sedang belajar)

–      dll.

Jika semua pendekatan yang kita lakukan gagal, jika kita ingin tetap segar bugar tanpa menunggu penyakit datang, jika kita ingin benar-benar sehat dan bugar tanpa obat dan suplemen, cobalah melakukan pendekatan dengan pola makan vegan, mentah dan organik. Mari kita mulai berhenti mengkonsumsi produk hewani dan berusaha sebisa mungkin mengkonsumsi makanan mentah organik demi kesehatan tubuh kita sendiri dan planet tercinta serta semua penghuninya.

Catatan :

–      jangan lupa menjaga kehigienisan makanan mentah itu sebelum mengkonsumsinya (cuci sayur dengan kucuran air yang layak diminum dan rendam sebentar dengan larutan jeruk nipis atau jeruk lemon)


Makanan mentah atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: