SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Model Pendekatan Medis dan Model Pendekatan Kesehatan

Model Pendekatan Medis dan Model Pendekatan Kesehatan

dari sebuah wawancara dengan Dr. Douglas Graham1)

 

 Berdasarkan pengalamannya, Dr. Douglas Graham mengatakan bahwa mereka yang makan dengan baik akan lebih merasa ‘dekat dengan dirinya sendiri’ daripada orang-orang lain. Emosi mereka akan lebih lembut dan begitu juga dengan perasaannya. Mereka juga lebih peka terhadap apa yang sedang terjadi pada tubuhnya, mereka lebih peka pada inderanya dan apapun juga. Dr. Graham tidak merekomendasikan agar kita menggunakan tes-tes medis untuk mencari apa yang sedang terjadi pada tubuh kita. Tetapi dia merekomendasikan agar kita menyadari bahwa kesehatan tidak sekedar pola makan “80/10/10” (sebuah pola makan yang disebutkannya dalam bukunya yang sangat terkenal, perbandingan prosentasi karbohidrat, protein dan lemak dalam 100% kalori yang dimakan) tetapi adalah gaya hidup secara keseluruhan.

 

Jadi, jika kita dulu lari 6 menit sehari, tapi seminggu yang lalu 6 menit 15 detik, kemudian dua hari kemudian 6 menit 30 detik, lalu hari berikutnya 7 menit dan merasa bahwa seakan hanya lari dalam 6 menit saja, dan hari ini kita lari 8 menit dan merasa seperti 6 menit saja, itu semua pertanda bahwa kita mengalami kemajuan. Ini adalah indikator yang baik.

 

Model pendekatan medis untuk melakukan pencegahan akan mulai dilakukan jika makanan tidak terasa enak lagi atau kita merasa begitu lelah, atau pegal dan ngilu, atau kita mulai menderita berbagai hal. Model ini ini juga menyarankan, misalnya, untuk mencegah terjadinya defisiensi B12 maka dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen B12, untuk mencegah masalah yang terjadi akibat kurangnya garam pada pola makan kita maka dianjurkan untuk mengkonsumsi garam. Sebelum kita menderita gejala tekanan darah tinggi, kita harus minum obat pencegah kenaikan tekanan darah. Sebelum kita mengalami gangguan kognitif (susah konsentrasi, mudah lupa dst), sebelum kita mendapat gangguan apapun, kita dianjurkan untuk mengkonsumsi ginkgo (catatan : pohon tertua yang masih hidup dan daun dan bijinya banyak digunakan sebagai pengobatan Cina) atau obat-obat herbal yang lain. Segala sesuatu dan apapun, itulah bagaimana model medis, baik herbal maupun Barat, dilakukan. Dr Graham sering menyebut model tersebut dengan pendekatan 3matau 4m, yaitu ‘monitor, maintain and manage you with medicine’.

 

Ada pendekatan lain yang disarankan Dr. Graham, yaitu bukannya berusaha untuk menekan penyakit, tetapi lebih menekankan perhatikan pada penyebab gangguan kesehatan dan tidak bekerja sama dengan penyebab penyakit. Kesehatan manusia adalah keadaan alami. Jika kita merawat tanaman maka ia akan tumbuh berkembang. Jika kita melihat beberapa gejala yang dulunya tidak ada, pasti ada sesuatu pada unsur-unsur, kekuatan, suatu yang mempengaruhi kondisi tanaman sehingga menjadi tidak baik. Begitu pula dengan manusia, kesehatan adalah keadaan alami kita.  Jika kita mengalami gangguan, jika kita tidak merasa sempurna, tidak ideal atau tidak pada puncak kesehatan kita, pasti ada sesuatu yang  mempengaruhi kondisi kesehatan kita dan maka seharusnyalah kita memodifikasi gaya hidup…..

 

Model medis mengatakan, “Sesuatu, tekanan, pengaruh dan kondisi kesehatan ketika sehat adalah berbeda dengan bila sakit. Jika sakit, minumlah obat. Walaupun obat itu justru akan membuat kita sakit jika kita sehat, tapi obat akan membuat kita menjadi baik jika kita sakit”. Misalnya, “susu” adalah ‘OK-OK’ saja untuk tubuh yang sehat tetapi jika kurang sehat akan membuat perut merasa terasa penuh (sebah, mual, neg). Bagaimana ‘susu’ bisa tahu kita apakah kita sedang sakit atau sehat? Hahaha…, tidak bukan?

 

Berikutnya, mari kita menuju gerakan pola makanan segar. Kita lupakan paradigma model medis dan sekarang mari kita buang semua suplemen dan rencana-rencana terapi pembesihan, detoksifikasi, cleansing dst serta bahan-bahan pemurni yang dulu kita berpikir akan membuat kita menjadi lebih baik. Mari kita membalikkan diri dari sekedar terpaku pada memonitor, mempertahankan dan mengatur penyakit dengan sesuatu bahan untuk mencoba mengatasi dan menekan gejala penyakit yang timbul.

 

Model kesehatan mengatakan, “Sesuatu, tekanan, pengaruh dan kondisi kesehatan yang diperlukan untuk menghasilkan kembali kesehatan tubuh (ketika sakit) adalah sama dengan yang diperlukan jika kita dalam kondisi sehat, tetapi apapun, kapanpun, haruslah dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan tiap individu”. Misalnya, suatu hari kita perlu tidur lebih lama daripada hari lain, tetapi yang jelas kita perlu tidur. Kita juga perlu berolahraga kebugaran, tetapi suatu hari kita perlu melakukannya lebih banyak daripada hari yang lain. Begitu pula dengan matahari, suatu hari kita butuh lebih banyak paparan sinar matahari daripada hari yang lain, dst. Yang jelas semua dari kita memerlukan latihan kebugaran, paparan sinar matahari dan makanan yang tepat, istirahat cukup, pendekatan kemanusian, kebahagian, interasi dengan makhluk lain di planet ini dst. Jenis kebutuhan itu tetap sama, jumlah dan frekuensinya yang berbeda dan perlu kita sesuaikan. Inilah yang membedakannya dengan ‘model medis’.

 

 

dan Tentang vitamin B12 …..

 

Begitu pula yang terjadi dengan B12, model medis akan menyarankan orang untuk mengkonsumsi suplemen B12. Kejadian ini serupa dengan “Saya punya sebuah ember. Mestinya ember itu penuh dengan air tetapi ternyata tidak ada, ember itu kerint” maka model medis akan menyarankan “Tambahkan air ke dalam ember”. Model kesehatan akan mengatakan hal yang berbeda, mereka akan mengatakan “Tutuplah lubang itu. Bila kita sudah menutup lubang tu, tubuh akan memenuhi kembali ber itu secara otomatis”. Hal ini terlihat ketika Dr. Graham mengamati mereka yang mengalami defisiensi B12 dan lalu melakukan puasa, tanpa makan dan hanya minum air murni saja. Tiga atau empat minggu kemudian, hasil tes menunjukkan bahwa kadar B12 mereka sempurna atau normal. Tiap kali kita bernafas, kita menghirup B12; tiap kali kita menelan liur, kita menelan B12. Tidak ada hewan yang menghasilkan B12. B12 dihasilkan oleh bakteri, tetapi banyak orang yang terus percaya pada mitos tentang B12, seakan hewan menghasilkan B12. Terlihat pada semua pola makan yang dilakukan, pasti ada dari mereka yang mengalami defisiensi B12. Apakah vegan, vegetarian, rawfoodist, atau pelaku Standar American Diet, persentasinya adalah sama. Defisiensi B12 pertama kali ditemukan pada karnivora atau yang biasa orang katakan sebagai “pemakan segala’. B12 ditemukan dan diperhatikan pertama kali pada mereka.

 

Apakah dia vegan atau bukan, tidak ada perbedaan. Kita juga perlu memperhatikan apa akibat kita terlalu banyak B12. Hampir semua produk sering dikatakan “diperkaya dengan B12”, misalnya cereal, roti, pasta, kacang dst, yang artinya, jika kita mengkonsumsinya, kita akan mendapatkan B12 dalam jumlah yang banyak, dan ketika kita melewati batas ambangnya kita akan mendapatkan masalah berikutnya. Begitu pula yang terjadi dengan obat dan suplemen yang mungkin kita minum. Berhentilah sebelum kita melewati ambang batas tersebut.

 

Tes kandungan B12 tidaklah jelek, tetapi Dr. Graham tidak akan menyarankannya sebelum seseorang memang menunjukkan gejala defisiensi B12.

 

Konsep pemberian suplemen adalah cenderung hanya membuat kita menjadi “terlalu banyak” saja. Sebagian besar kelainan nutrisi di Amerika bukan karena “ketidakcukupan” tetapi justru karena “terlalu banyak”. Tidak hanya mereka menciptakan penyakit ekses (terlalu banyak) atau kondisi “yang terlalu banyak”, tetapi mereka juga membuat berlebihan dengan nutrisi lain berkaitan dengannya. Satu-satunya cara agar kita mendapatkan nutrisi secara seimbang adalah mengkonsumsi makanan utuh, segar, matang, mentah berupa ‘buah dan sayuran’ segar dan organik. Mereka akan memberikan nutrisi sesuai secara proporsional seperti yang kita perlukan, yaitu, misalnya, ketika kita ingin mendapatkan kalsium, phosporous, selenium, zink dst yang saling terkait di dalamnya, kita akan mendapatkannya. Begitu juga ketika kita ingin mendapatkan Omega-3 dan Omega-6 secara seimbang satu sama lain, kita akan mendapatkannya dari buah segar organik matang dan sayur segar organik juga. Kita tak akan perlu berpikir kita kekurangan atau terlalu banyak. Kita tak perlu berpikir bahwa “kita perlu yang ini lebih banyak, yang ini lebih sedikit, atau yang itu lebih banyak dst” lagi.

 

Semua suplemen nutrisi akan membuat ketidakseimbangan. Misalnya, jika seseorang sekarat karena defisiensi zat besi (iron) atau sekarat karena defisiensi B2, mungkin suplemen dapat menyelamatkan hidupnya. Tetapi solusinya harus berubah dan dimodifikasikan atau sekurangnya haruslah mengubah gaya hidup dari sekedar menghentikan gejala yang timbul tetapi berusahalah menghentikan penyebab gejala itu terjadi..

 

Sungguh sesuatu yang sangat konyol bila kita terus mengobati gejalanya tetapi sembari itu kita terus menciptakan penyebab terjadinya gejala tersebut.

 

Kesehatan adalah keadaan alami. Jika kita sakit, hilangkan penyebabnya. Kesehatan adalah sesuatu yang paling sederhana di planet ini. Dengan mengkonsumsi buah dan sayur segar, makanan terbaik yang ada di Bumi ini, kita tidak akan hanya kenyang, tetapi kita akan terpenuhi atas apa yang kita perlukan secara seimbang. Tetapi, untuk menjadi selalu sehat, kita perlu hidup dengan gaya yang sehat.

 

Hidup dengan gaya yang sehat merupakan suatu paket kesatuan. Tidak hanya berlatih kebugaran atau sekedar tentang makanan, tetapi juga pada segala faktor yang menunjang kesehatan. Kita harus memperhatikan semua yang terkait dengan itu semua. Kita harus memperhatikan lingkungan karena sesungguhnya segala sesuatu yang ada itu saling terkait, sehingga akhirnya segalanya menjadi sebagai hadiah untuk kita, misalnya : “Lihatlah air di sini, begitu bagus, kita dapat minumnya langsung!”

 

“Untuk itu, kita perlu melakukan banyak hal untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, selamatkan tanah dari pencemaran dan bangun Planet ini menjadi Taman Surga kembali. Kita harus bertindak dengan penuh tanggung jawab untuk kesehatan Planet dan semua penghuninya serta akhirnya juga tentu akan sangat bermanfaat untuk kita sendiri”, demikian pesan Dr. Douglas Graham untuk kita semua.

 

Terima kasih banyak Dr. Douglas Graham, terimakasih kepada Kevin Gianni yang telah mewawancarai Dr. Graham dan menyebarkan pengetahuan menarik itu kepada masyarakat luas (lihat http://www.Rawkathon.com)

 

Salam bugar selalu!

 

————————————

About Dr. Graham

Dr. Douglas Graham, a lifetime athlete and raw fooder since 1978, is an advisor to world-class athletes and trainers from around the globe. He has worked professionally with top performers from almost every sport and every field of entertainment, including such notables as tennis legend Martina Navratilova, NBA pro basketball player Ronnie Grandison, track Olympic sprinter Doug Dickinson, pro women’s soccer player Callie Withers, championship bodybuilder Kenneth G. Williams, Chicken Soup for the Soul coauthor Mark Victor Hansen, and actress Demi Moore.

As owner of a fasting retreat in the Florida Keys for ten years, Dr. Graham personally supervised thousands of fasts. He was in private practice as a chiropractor for twenty years, before retiring to focus on his writing and speaking.

Dr. Graham is the author of many books on health and raw food including The 80/10/10 DietThe High Energy Diet Recipe GuideNutrition and Athletic PerformanceGrain Damage, and the forthcoming book, Prevention and Care of Athletic Injuries. He has shared his strategies for success with audiences at more than 4,000 presentations worldwide. Recognized as one of the fathers of the modern raw movement, Dr. Graham is the only lecturer to have attended and given keynote presentations at all of the major raw events in the world for each of the last eight years.

 

Dr. Graham has served on the board of governors of the International Association of Professional Natural Hygienists and the board of directors of the American Natural Hygiene Society. He is on the board of advisors of Voice for a Viable Future, Living Light Films, Vegetarian Union of North America, and EarthSave International and serves as nutrition advisor for the magazine Exercise, For Men Only. Dr. Graham is the raw foods and fitness advisor for VegSource.com, the largest vegetarian website on the internet. He taught the Health Educator program at Hippocrates Institute, served as the “source authority” for Harmonious Living, and authors a column for the magazines Get Fresh! and Vibrance (previously known as Living Nutrition).

 

Dr. Graham is the creator of “Simply Delicious” cuisine and director of Health and Fitness Week, which provides Olympic-class training and nutrition for people of all fitness levels in beautiful settings around the world. He will inspire, motivate, educate, and entertain you like no one else in the health movement can.


Makanan segar atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: