SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Mengapa Susu Formula dan Prosuk Susu Hewani menyebabkan Timbulnya Kanker Prostat?

Mengapa Susu Formula dan Prosuk Susu Hewani menyebabkan Timbulnya Kanker Prostat?

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School1,2) disebutkan bahwa para pria yang rutin mengkonsumsi produk hewani akan memiliki resiko menderita kanker prostat 30% lebih tinggi daripada yang mereka hanya mengkonsumsi separuh gelas per hati.

Mengapa sebenarnya hal itu terjadi? Sementara banyak orang yang mengatakan bahwa susu hewani adalah sebuah makanan sehat tetapi yang terjadi sesungguhnya sangat berbeda. Susu formula selalu difortifikasi dengan kalsium karena sesungguhnya tanpa fortifikasi sendiri susu formula itu sendiri sudah kehilangan begitu banyak kalsium dari proses pemanasannya. Tetapi, parahnya juga, kalisum yang begitu banyak yang diberikan oleh susu formula ke dalam tubuh juga justru mengeliminasi vitamin D yang disebut dengan 1,24 dihydroxyvitamin yang berguna untuk mencegah terjadinya kanker3). Karena itu, produsen susu formula lalu menambahkan vitamin D ke dalam produknya, tetapi lagi-lagi karena perbandingan kalsium yang terdapat di dalamnya terlalu banyak maka justru menghabiskan semua vitamin D yang ada di dalam tubuh.

Selain untuk mencegah kanker, vitamin D juga berfungsi sebagai katalisator penyerapan kalsium ke dalam tulang. Oleh karena itulah antara lain, sesungguhnya, susu formula tidak bisa meningkatkan kadar kalsium tulang, tidak bisa menambahkan kekuatan tulang, tidak bisa menyembuhkan osteoporosis dst, tetapi juga justru menggerogoti dan menyebabhkan kerapuhan tulang karena susu formula bersifat asam. Kondisi asam tubuh merupakan habitan virus kanker untuk bereplikasi.

Kekurangan vitamin D terutama terjadi pola makan yang tidak baik dan juga karena kurang paparan sinar matahari. Dari penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School1,2 di atas terlihat bahwa para pria yang mengkonsumsi lebih dari 6 gelas susu formula (bahkan yang sudah difortifikasi dengan vitamin D) memiliki tingkat kandungan vitamin D dalam tubuh yang lebih kecil ketimbang mereka yang mengkonsumsi kurang dari 2 gelas per hati.

Jadi, kenapa tidak berhenti saja mengkonsumsi susu hewani dan produk susu hewani?

Beberapa orang lalu mengatakan, toh banyak orang yang minum susu tiap hari juga tidak apa-apa, mereka juga kelihatan segar dan gemuk serta beraktifitas seperti biasa. Tapi, mari kita amati lebih lanjut, benarkah tidak apa-apa? Benarkah tidak ada ngilu persendian, diabetes, kanker, rambut rontok, rambut terlalu berminyak atau bahkan terlalu kering, sakit lambung, cepat capai, gangguan fungsi seksual, mudah marah dst….?

Tentu semua gejala penyakit itu tidak hanya disebabkan oleh faktor susu, tetapi susu dan produk susu hewani merupakan salah satu pemicu utama semua itu. Faktor usia tentu juga penting, tetapi sakit lambung,  rematik, artritis, osteoporosis, diabetes, kanker bukan disebabkan oleh faktor usia. Apa yang kita konsumsi, aktifitas hidup (apakah kita sudah rutin berolahraga dengan baik)dan cara berpikir merupakan faktor yang jauh lebih penting ketimbang sekedar faktor usia.

Selamat menikmati hidup dengan penuh ceria dan segar bugar sepanjang masa tanpa obat dan tanpa suplemen!


 

—————————————————————————-

1) Gabe Mirkin M.D, “DOES MILK CAUSE PROSTATE CANCER?’, Harvard Medical School, http://www.drmirkin.com/men/8334.html

2) Results of the Physicians Study presented at the American Association for Cancer Research in San Francisco April 4, 2000.

3) AM Barreto, GG Schwartz, R Woodruff, SC Cramer. 5-hydroxyvitamin D-3, the prohormone of 1,25-dihydroxyvitamin D-3, inhibits the proliferation of primary prostatic epithelial cells.Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention, 2000, Vol 9, Iss 3, pp 265-270. these findings support a potential role for vitamin D in the chemoprevention of prostate cancer.

 

 


Makanan mentah atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: