SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Kolesterol Tinggi Mempengaruhi Kesehatan Jantung

Setelah bertahun-tahun orang berusaha meningkatkan kesehatan jantung dengan berbagai cara, termasuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dengan cara yang alami (bukan dengan obat penurun kolesterol seperti lipitor), satu dasa warsa yang lalu dunia kesehatan dikejutkan oleh publikasi Uffe Ranvskov dengan seminar-seminarnya dan bukunya yang berjudul The Cholesterol Myths. Lalu, ringkasan dari buku itu dan setelah diedit sana-sini dipublikasi dengan berbagai cara untuk sekedar mendukung bahwa pola makan makanan berlemak tidaklah berbahaya bagi tubuh dan justru sangat bermanfaat. Benarkah itu?


Silahkan membaca ulasan berikut ini
dan semoga makin segar dan bugar!
————————————————————

Buku Uffe Ravnskov yang berjudul The Cholesterol Myths dan dipublikasi pertama kali di Spanyol pada tahun 1991 kemudian diterbitkan di Inggris pada tahun 2000, benar-benar menghentakkan banyak kalangan pemerhati kesehatan. Apalagi dengan disertai reputasi Ravnskov yang begitu besar karena mendapat penghargaan Skrabanek pada tahun 1999 dari Trinity College, Dublin, Irlandia dan mendapat penghargaan Integrity In Science Award 2003 dari Weston A. Price Foundation, atas pendapatnya menentang Hipotesa Lipid.1)

Tidak seperti yang banyak diperkirakan orang, Ravnskov mengatakan bahwa penyakit jantung tidak disebabkan oleh kolesterol. Bukunya lalu dibakar pada sebuah acara televisi pada tahun 1992 , jauh sebelum edisi bahasa Inggrisnya diterbitkan, yaitu karena dianggap membahayakan kesehatan masal. Seharusnya tidak perlu demikian, para ilmuwan harus selalu bersikap skeptis pada apapun dan menanggapinya dengan jernih. Siapa tahu hal itu benar?

Sayangnya, ada sesuatu yang disembunyikan atau sekedar trik penulisan, Ravnskov tidak menggunakan hasil penelitian yang dilakukan pada kebanyakan orang Amerika Serikat atau sekurangnya mereka yang biasa mengkonsumsi makanan berlemak dalam jumlah yang sangat berlebihan yang berkaitan dengan penyakit jantung, tetapi justru mengambil hasil penelitian Professor Mann pada aorta dan jantung penduduk pedalaman Masai, di Kenya, negara Tanzania bagian utara,  di Afrika Timur2). Dikatakannya bahwa pembuluh koroner  penduduk Masai pada berbagai usia sangat serupa dengan yang diimiliki oleh orang Amerika Serikat kebanyakan. Tingkat atherosclerosis (penebalan atau pengerasan pembuluh arteri akibat akumulasi lemak) mereka serupa dengan yang dialami orang Amerika Serikat dan bahkan mungkin lebih tinggi. Tetapi penduduk Masai yang menderita pengerasan yang parah jarang ditemukan, pengerasan itu hanya terjadi di dalam pembuluh sedangkan bagian luarnya tetap mulus dan licin. Dan dari 50 jantung yang diselidiki oleh Profesor Mann, tidak satupun dari mereka yang mengalami serangan jantung.

Dari situ Ravnskov lalu menyimpulkan bahwa kualitas pembuluh darah orang Masai dan orang AS adalah sama, dan juga toh orang Masai tidak ada yang mengalami serangan jantung. Menurut Ravnskov, atherosclerosis bukanlah  suatu penyakit. Kolesterol tidak menyebabkan pembengkakan pembuluh darah. Jika pembuluh arteri bengkak maka tubuh akan segera mulai memperbaiki dan menegangkan dindingnya sehingga otot-ototnya selnya menjadi licin dan mulus dan makin berserat (fibrosis)kuat. Pada proses ini, kolesterol dan kalsium diperlukan untuk memulihkannya. Jadi, menurutnya, kolesterol merupakan sesuatu yang bermanfaat.

Tapi, Ravnskov lupa, bahwa hampir semua ilmuwan juga setuju bahwa kolesterol itu bermanfaat, untuk ‘pembentukan vitamin D bersama matahari’, ‘menghantar air, ion dan molekul lain keluar dan masuk ke dalam sel’ dan juga menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal dst. Yang tidak disetujui adalah kalau berlebihan dan akhirnya membuat pembuluh darah keras, kaku dan gampang patah atau bahkan menyumbatnya sehingga aliran darah terhenti.

Kenapa juga Ravnskov membuat bandingan antara orang Masai dan orang Amerika Serikat? Mengapa dia tidak memilih sama-sama orang Amerika Serikat, kelompok yang satu yang makan diet seperti kebanyakan orang AS dan yang satu lagi adalah kelompok yang diet sedikit lemak?

Orang Masai juga pengkonsumsi produk hewani yang luar biasa….Mereka tiap hari minum setengah galon susu segar, mereka mengkonsumsi daging sekitar 4 hingga 10 pon ( 1 pon sekitar 0.5 kg) per orang tiap kali makan. Mungkin mereka tidak meninggal karena serangan jantung dan yang lebih mengejutkan adalah, seperti disebutkan oleh Profesor Mann pula, tingkat kolesterol mereka 50% lebih rendah daripada kebanyakan orang Amerika. Ravnskov berkesimpulan bahwa banyak makan produk hewani tidak meningkatkan kolesterol. Tapi, walaupun orang Masai mengkonsumsi lemak dari  produk hewani banyak sekali, tetapi tetap tidak sebanyak orang Amerika Serikat. Orang Amerika menambahnya dengan butter, margarine, keju dan berbagai minyak yang lain, serta kebanyakan orang Amerika kurang gerak.

Kalau jarang orang Masai yang mati karena serangan jantung, tentu ini tidak berarti kolesterol tidak berpengaruh pada serangan jantung.  Perhatikan, dalam buku itu juga disebutkan bahwa kadar kolesterol mereka 50% lebih rendah daripada kebanyakan orang Amerika. Lagi pula,  banyak orang yang melakukan berpola makan banyak lemak seperti kebanyakan orang Amerika yang meninggal karena serangan jantung bukan? Jadi, kolesterol berlebihan tetap berbahaya bagi tubuh. Selain penyakit jantung, kolesterol berlebihan juga membuat tubuh bersifat asam sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit, mulai dari oestoporosis, diabetes hingga kanker.

Berikutnya, pada halaman-halaman selanjutnya, Ravnskov mengulang-ulang hal yang sama. Walaupun dia menulis 9 macam mitos tentang kolesterol, tetapi semuanya serupa dan hanya berupa pengulangan:

 

1. Myth 1: High-fat foods cause heart disease

2. Myth 2: High cholesterol causes heart disease.

3. Myth 3: High-fat foods raise blood cholesterol.

4. Myth 4: Cholesterol blocks arteries

5. Myth 5: Animal studies prove the diet-heart idea.

6. Myth 6: Lowering your cholesterol will lengthen your life.

7. Myth 7: Polyunsaturated oils are good for you

8. Myth 8: The cholesterol campaign is based on good science

9. Myth 9: All scientists support the diet-heart idea.

 

Sayangnya, Ravnskov juga tidak membuat teori-teori berikutnya tentang penyebab penyakit jantung. Ravnskov hanya memperhatikan statistik korelasi antara penyakit jantung dan kolesterol walaupun dari data yang dipublikasinya sendiri, antara penduduk Masai dan kebanyakan orang Amerika, terlihat bahwa kadar kolesterol penduduk Masai jauh lebih rendah dan mereka jarang yang mendapat serangan jantung. Padahal  juga, berdasarkan banyak literatur sains yang sudah dipublikasikan dan mendapatkan pengakuan yang baik yang mengatakan bahwa penyakit kronis (seperti penyakit jantung), selain kolesterol, disebabkan oleh banyak sekali faktor seperti stres dan kurang gerak3,4).

Mungkin karena banyak kekurangan itu dan mempunyai pengaruh yang besar pada kesehatan masyarakat maka buku itu distop peredarannya oleh penerbitnya dan lalu, Ravnskov buru-buru menerbitkan buku barunya yang sudah lebih disederhanakan dan diperingkas. Dari data yang sudah ada, yang didapatkannya sendiri, seharusnya Ravnskov justru berkesimpulan bahwa “kolesterol bukanlah satu-satunya penyebab penyakit jantung” dan bukannya mengatakan bahwa “kolesterol tidak menyebabkan penyakit jantung”.

Lebih lanjut, untuk mendapatkan ulasan sains yang lebih renik, silahkan baca dengan teliti ulasan Joel M. Kauffman, Research Professor Chemistry, pada buku Uffe Ravnskov yang berjudul The Cholesterol Myths 5).

Namun, apapun, publikasi Ravnskov sangat bermanfaat bagi para ilmuwan di bidang kesehatan, para ilmuwan berikutnya akan terpicu menjelaskan bahwa pengaruh diet pada kesehatan seperti melakukan diet rendah garam, pengaruh kesehatan pada perokok pasif, pengaruh makanan pada pemanasan global dst bukanlah mitos belaka. Semoga makin banyak orang yang sadar bahwa banyak sekali penelitian yang dibuat  untuk kepentingan industri besar dan “kolesterol” adalah sesuatu produk yang bernilai triliunan dolar. Semoga para ilmuwan murni tidak tergoyahkan dengan iming-iming triliunan dolar itu dan dapat mengungkapkan kebenaran yang utama.

Jadi, daripada ambil resiko, mengapa kita tidak belajar dari orang-orang jaman dahulu sangat kala yang berusia ratusan tahun dan tetap segar bugar sepanjang masa?

Banyak makan buah segar, lengkapi dengan sayur segar organik, sedikit makan biji, sebisa mungkin hindari makanan olahan, dan hindari sama sekali produk hewani…,

niscaya kita tidak akan kekurangan atau kelebihan protein, lemak, karbohidrat, logam berat dst…, kita akan terbebas dari berbagai penyakit …dan tetap segar bugar sepanjang hidup kita..

 

————————————–

1) Disebutkan pada halaman 36 buku Ufle Ravnskov, The Cholesterol Myths

2) Masai

3) Dr. Julia Crtichley MSc, Jing Liu MPH, Dong Zaho PhD, Wang Wei MD, Simon Capewll FRCPE, “Explaining the Increase in Coronary Heart Disease Mortality in Beijing Between 1984 and 1999”, International Health Research Group, Liverpool School of Tropical Medicine, Liverpool , UK, 2004.

4)http://nutritionwonderland.com/wp-content/uploads/2009/01/heart_disease_decline_factors.jpg

5) http://www.freerepublic.com/focus/f-news/559885/posts


Makanan mentah atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: