SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Archive for February, 2009

Berapa banyak sumbangan makanan Anda thd gas rumah kaca


Diet Rendah Karbon

Jumat, 27 Februari 2009 oleh titik adianingsih  http://globalwarmingsolution.wordpress.com

Berikut ini sampel sumbangan emisi gas rumah kaca dari makanan Anda untuk 1 porsinya. CO2e yang tercantum di sini artinya adalah ekuivalen karbon dioksida, standar internasional yang menunjukkan sumbangan pemanasan global dari gas rumah kaca. CO2e tidak terbatas pada karbon dioksida saja, tetapi memasukkan gas rumah kaca lain, seperti metana. Akan tetapi, dalam tabel di bawah ini, gas rumah kaca nitro oksida (catatan: 296 kali lebih kuat dari CO2), belum dimasukkan.

Jenis Makanan           Emisi CO2e

(per porsi)                     (dalam gram)

Daging sapi bakar (4.739)

Daging kambing bakar  ( 2.034)

Burger keju dan kentang goreng  (1.977)

Sandwich daging bakar dan chips  (1.602)

Sarapan sereal dan susu (1.224)

1 iris Pepperoni Pizza (1.208)

Udang bakar (1.191)

Kentang dan ikan bakar  (1.119)

Telur, daging sapi, dan roti bakar  (844)

Sup Daging Sapi ( 809)

Udang rebus ( 777)

Telur rebus (661)

Ayam goreng  (580)

Tahu goreng  (372)

Sereal dengan pisang (247)

Oat (144)

Kentang goreng (122)

Sup sayur-sayuran  (86)

Bayam dan kacang rebus (78)

Sup lentil  (54)

Sup kacang (54)

Untuk mengetahui detil lebih lanjut, silakan klik http://www.eatlowcarbon.org/Carbon-Calculator.html

10 Feb 2009 oleh Jim Giles

vegetableMemangkas konsumsi burger daging sapi dan babi asap dapat mengurangi biaya melawan perubahan iklim sebesar 20 miliar dolar. Itu merupakan kesimpulan yang diperoleh dari sebuah penelitian yang menjumlahkan total biaya ekonomi dari diet daging.

Para peneliti yang terlibat menyebutkan bahwa mengurangi asupan daging sapi dan babi akan membuka penyerap karbon baru, karena vegetasi akan tumbuh subur di tanah-tanah peternakan yang tidak terpakai lagi.

Model tersebut memperhitungkan tanah peternakan yang digunakan untuk menanam makanan tambahan setelah daging tidak lagi diproduksi, tetapi hal itu pun hanya membutuhkan area yang lebih kecil, sehingga sisa areanya akan diabaikan. Berjuta-juta ton metana, sebuah gas rumah kaca yang kuat, juga tak akan terlepas setiap tahun karena berkurangnya emisi dari peternakan.

Dampak ini akan mengurangi kebutuhan akan teknologi penghemat karbon yang mahal, seperti pembangkit tenaga listrik yang bersih, sehingga menghemat jumlah uang yang sangat besar, ungkap Elke Stehfest dari Badan Asesmen Lingkungan Belanda dan para kolega.

Gas dari Saluran Pencernaan Hewan

Para ahli iklim telah mengingatkan akan tingginya biaya karbon dari daging selama beberapa tahun. Daging sapi terutama sangat buruk. Metana, sebuah gas rumah kaca yang kuat, dilepaskan dari saluran pencernaan sapi dan lewat kotoran hewan saat kotoran itu membusuk. Selanjutnya, untuk memproduksi satu kilogram daging sapi (2,2 pon), para peternak juga harus memberi makan seekor sapi 15 kg biji-bijian dan 30 kg pakan ternak. Biji-bijian membutuhkan pupuk, yang membutuhkan energi sangat besar untuk memproduksinya.

Stehfest telah membandingkan dampak ekonomi daging sapi dan daging lainnya dengan biaya untuk menstabilkan tingkat karbon dioksida hingga sebesar 450 ppm – satu tingkat yang disebutkan oleh beberapa ilmuwan dibutuhkan untuk membantu mencegah bencana kekeringan dan naiknya air laut.

Bila pola makan tidak berubah, Stehfest memperkirakan bahwa emisi harus dipangkas sebesar 2/3 pada tahun 2050, yang akan memakan biaya sebesar 40 miliar dolar.

Jika, penduduk dunia beralih ke diet sedikit daging – dengan komposisi 70 gram daging sapi dan 325 gram daging ayam dan minggu setiap minggu – sekitar 15 juta km2 tanah peternakan akan terbebaskan. Vegetasi yang tumbuh di tanah ini akan menyerap karbon dioksida. Tanah ini sebagai gantinya bisa digunakan untuk menanam bahan pangan bioenergi, yang akan menggantikan bahan bakar fosil.

Label Supermarket

Emisi gas rumah kaca juga akan merosot hingga 10% karena penurunan jumlah hewan ternak, hitungnya. Secara bersama-sama, dampak ini akan mengurangi separuh biaya yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim pada tahun 2050.

Untuk membantu para konsumen, biaya daging atas lingkungan, dalam hal emisi karbon per porsinya, juga bisa dimasukkan dalam harga daging itu, kata Stehfest.

Referensi jurnal: Climatic Change (DOI: 10.1007/s10584-008-9534-6)

Sumber : New Scientist

22.2.2009 Hari “Be Veg. Go Green. Save the Planet”


Rekan-rekan sekalian,

Kita akan menggalang kegiatan dengan melakukan Walk of Love ke-7 untuk kampanye penanggulangan pemanasan global pada hari bebas kendaraan di Thamrin-Sudirman:
Hari : Minggu, tgl 22.2. 2009 mulai jam 06:00 WIB
Acara :
-Kumpul di Monas sebelah patung kuda Arjuna jam 06:00 dgn memakai kaos bertemakan ‘Be. Veg dan Go Green’
-Berjalan dengan damai menuju bundaran HI
-sampai di HI melakukan kegiatan2 promosi dan penyebaran informasi pemanasan global kepada masyarakat sekitar
-berdiri membeku di bundaran HI selama 2 menit pada pukul 08:22 (acara ini juga dilakukan bersamaan di lebih dari 25 negara dan akan diliput oleh media cetak dan TV, baca email di bawah)
-terdapat lebih dari 1000 makanan kotak vegan yg lezat akan  dibagikan secara gratis  kepada para peserta dan masyarakat di sekitar bundaran HI.
-vegan food festival dengan aneka masakan vegan yang lezat dan bisa dibawa pulang ke rumah untuk dinikmati bersama keluarga
-pembagian bibit biji tanaman langka/obat2an
-pemutaran film dokumentasi SMTV tentang dampak pemanasan global
-penandatanganan/jam jempol spanduk SOS 50 meter sebagai bentuk dukungan “Be Veg. Go Green. Save the Planet”  dan ikrar mendukung gerakan penanggulangan pemanasan global.

-pembersihan lokasi di sekitar bundaran HI, Sudirman, Thamrin.

-pengajaran cara pembuatan gluten, protein nabati pengganti daging hewani

-pengajaran cara pembuatan pupuk organik

Silahkan ikut berpartisipasi dan ajak serta keluarga Anda utk memahami pentingnya tindakan penyelamatan Bumi dari akibat pemanasan global. Mari kt kumandangkan “Be Veg. Go Green. Save the Planet” Tunjukan kepedulian Anda demi kesehatan Bumi yg lebih baik utk generasi berikutnya.

Silahkan teruskan berita ini kpd teman-teman dan komunitas go green di lingkungan Anda.

Salam Be Veg. Go Green,
Suman
“Am a Vegan n Green to Save the Earth”
https://sumansutra.wordpress.com

Saksikan video rekaman acaranya dari berbagai negara di :

Website Feb22Event.com :

dan dari website  Kompas-tv.com di

http://www.kompas-tv.com/content/view/13947/2

Selamatkan Tanggalnya! – 22.2.2009

2mins to change Hadir bersama kami selama 2 menit ‘membeku’ pada tanggal 22.2.2009 dan menjadi bagian dari sejarah di acara ‘Be Veg, Go Green – Save the Planet’

Tunjukkan dukungan Anda demi kesehatan planet Bumi melalui kehadiran Anda pada acara dunia yang penuh damai ini, yang berlangsung secara serentak di lebih dari 25 negara di seluruh dunia. Bergabunglah dengan semua orang untuk menarik perhatian pada situasi perubahaan iklim genting yang sedang kita hadapi saat ini.

Dapatkan informasi. Dengarkan informasi terakhir dan pelajari lebih banyak lagi tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk memitigasi akibat perubahan iklim. DVD dan informasi secara literature akan disediakan secara gratis pada acara tersebut.

Untuk menarik perhatian terhadap masalah ketidakstabilan iklim global saat ini, para peserta akan ‘membeku’ di tempat selama dua menit pada waktu yang ditentukan selama berlangsungnya acara.

Program kegiatan di beberapa Negara akan meliputi gerai komunikasi dan pembincangan dari berbagai tokoh ilmuwan terkenal dalam komunitas perubahan iklim .

Bertindaklah dan menjadi bagian dari solusi.

Selamatkan Bumi!

SOS Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan manfaat asupan vegan,  dan juga kebalikan  dampak dari asupan non-vegetarian pada perubahan iklim. Statistik menunjukkan bahwa asupan vegan adalah pilihan yang paling bermanfaat untuk menghentikan pemanasan global, menghilangkan kelaparan dunia, dan memastikan sistim makanan  yang lebih berkelanjutan bagi Bumi.

Ayo ramain! Pelajari sesuatu yang baru! Tapi yang terpenting, terlibatlah!

Acara ini akan direkam dan ditayang ulang melalui saluran TV global konstruktif   “Supreme Master Television” yang bisa ditonton di www.SupremeMasterTV.com atau Television.  Supreme Master Television dapat ditonton oleh lebih dari ratusan juta rumah tangga di seluruh dunia.

Bersatulah dalam acara ini dengan warga negara yang peduli di seluruh dunia, antara lain negara2 dari:  USA, Argentina, Chile, Costa Rica, France, Sweden, Switzerland, Brazil, Colombia, Spain, UK, Indonesia, Belgium, Thailand, Poland, Togo, Italy, Australia, New Zealand, Mexico, Uganda, Czech Republic, Nigeria, Ireland, Bulgaria, and more…

(Cek  ‘Dimana’ acaranya berlangsung pada waktu dan lokasi setempat.)

Dimanakah bertemu?

2mins to change Datanglah untuk menunjukkan dukungan Anda dan cari tahu lebih banyak tentang bagaimana Anda bisa menjadi bagian dari satu solusi dengan hasil tertinggi melawan perubahan iklim.  Cek waktu dan lokasi di kota tempat tinggal Anda.

Australia, Bryon Bay, Apex Park – Main Beach, 11:45am – 2pm,
email: onelille@bigpond.net.au
Belgium Gent, Baudelopark, 11:30 am – 2 pm
email: motherearthproject@gmail.com
Brazil Goiania, Praça do Sol – Setor Oeste, 17pm – 19pm
email: feb22.brazil@gmail.com
Brazil Recife, Parque da Jaqueira , 14pm – 17pm
email: feb22.brazil@gmail.com
Brazil São Paulo, Av. Paulista no.2064 (Shopping Center 3), 14pm – 17pm
email: feb22.brazil@gmail.com
Bulgaria, Sofia, Best Western City Hotel, 11am – 2pm
email: quanyinplovdiv@gmail.com
Cameroon, Douala, Base ELF (River side: Wouri River in Douala), 9am – 5pm,
email: nouvelle_gratis@hotmail.com
Chile, Santiago, Plaza de Armas, 11am – 3pm
email: rititaquanyin@gmail.com
Chile, Vicuña, Plaza de Armas, 9am – 3pm
email: mvurtubia@gmail.com
Colombia, Bogotá, Parque Simón Bolivar, 10am – 4pm
email: lucykuanyin@gmail.com
Costa Rica, San José, Plaza de la Cultura, 10.30am – 2pm
email: feb22event.costarica@gmail.com
France, Paris, Porte de Versailles, 10am – 5pm
email: contactdivin@gmail.com, 22fev.france@gmail.com
Indonesia, Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia, 7am – 2pm
email: fayebright@gmail.com
sumansutra@gmail.com
Ireland, Dublin, General Post Office, O’Connell Street, 12pm – 3pm
email: dublinquanyin@gmail.com
Mexico, Monterrey, Explanada de lo Heroes(Macroplaza), 10.30am – 1pm
email: martinezrdzhgmail.com
Mexico, Puebla, Plaza del Zócalo de Puebla, 10am – 1pm
email: texcenter@gmail.com
New Zealand , Wellington, Cuba Street, City Centre, 10am – 3pm
email: aryan@ihug.co.nz
New Zealand, Hamilton, Hamilton City Gardens, 9am – 3pm
email: hamiltoncp@yahoo.co.nz
New Zealand, Auckland, Mission Bay, 11:30 am- 12:30pm
email: elisa@xnet.co.nz
New Zealand Nelson, Founders Park, 10 am – 4 pm
email: sheree.arden.beer@gmail.com
Perú, Lima , Parque María Reiche, 11.30 am – 1 pm email: joceami@lycos.com
Poland, Warsaw, Marszalkowska/al.Jerozolimskie, 11:30am – 14 pm
email: renata.lipinska@gmail.com

South Korea , Seoul, Chung-gye plaza, 10 am – 7 pm
email: feb22.korea@gmail.com

한국, 서울 청계 플라자,  오전 10시 –  오후 7시
이메일: feb22.korea@gmail.com

Spain, Madrid , Puerta del Sol, 11 am – 5 pm email: mjoselobo@gmail.com
Switzerland, Geneva, Rue du Mont-Blanc, section piétonnier, 2pm – 5pm email: ursula_klein@bluewin.ch
Sweden, Stockholm , Sergels Torg, 12 pm – 2 pm email: elizabeth.dhagman@telia.com
Thailand, Bangkok, Chatuchak Market, 10am – 3pm
email: bkkcpcr@gmail.com , mummykat@hotmail.com
Togo, Lomé, Place ANANI SANTOS ( Fréau jardin), 10h30 – 13h00 TU
email: ignace_kg@yahoo,fr
United Kingdom, London, Trafalgar Square, 12pm – 3pm
email: londonukcentre@googlemail.com , surrey.centre@yahoo.co.uk
USA, San Diego, California, Balboa Park, 12pm – 2pm
email: feb22.usa@gmail.com

2mins to change Mengapa vegetarian menanggulangi perubahan iklim?

Aspek yang paling penting dan utama dari perubahan iklim adalah  kegentingan tindakan yang diperlukan untuk menghentikan dan mengurangi atau menghilangkan akibat yang membahayakan. Kita telah menyaksikan beberapa akibat tersebut, tetapi dengan berlalunya waktu, kehidupan sehari-hari kita akan semakin terpengaruh. Kita perlu bertindak sekarang, dan jangan menunggu hingga kita mencapai suatu titik di mana  kita tidak dapat melakukan apapun lagi.

Anda, saya, dan semua makhluk hidup di Bumi ini terlibat dalam hal ini.  Kita masing-masing, melalui pilihan sendiri, dapat menjadi bagian dari solusi.

Kita dapat bantu memitigasi akibat perubahan iklim: kita dapat menanam lebih banyak pohon, mendaur-ulang dan mengurangi pemakaian sumberdaya alam, menghilangkan ketergantungan kita pada minyak fosil, dan masih banyak lagi. Namun demikian, kecuali kita memusatkan perhatian pada satu tindakan yang memiliki hasil terpenting terhadap perubahan iklim – menjadi vegetarian – kita tidak akan dapat melakukan apa yang diperlukan dalam kesempatan pendek yang tetap terbuka bagi kita.

Dengan memilih asupan nabati, kita dapat membuat lebih banyak perbedaan nyata dengan 3 kali sehari mengurangi jejak karbon kita.

Menurut laporan “Livestock’s Long Shadow” yang diterbitkan oleh UN FAO (Organisasi PBB urusan Pangan dan Pertanian) pada bulan Nopember 2006, industri ternak hewan bertanggung jawab 18% terhadap gas rumah kaca. Sebaliknya, industri transportasi di seluruh dunia hanya bertanggungjawab 13%. Kita harus lebih memusatkan perhatian pada penanggulangan kontribusi paling merusak pada perubahan iklim, dan itu adalah dengan mengubah kebiasaan konsumsi kita.    (http://www.fao.org/newsroom/en/news/2006/1000448/index.html)

Sekarang, salah satu tindakan yang dilakukan di seluruh dunia adalah dengan menanam lebih banyak pohon. Namun, menunggu pohon itu tumbuh hingga mampu secara efisien memerangkap CO2 dan mengubahnya menjadi oksigen akan memerlukan jangka waktu yang cukup panjang. Upaya teknologi dan upaya lainnya untuk bertindak hijau juga membutuhkan tahunan sebelum kita bisa melihat hasilnya. Pilihan makanan kita, bagaimana pun, bisa kita ubah. Kita semua bisa dengan segera mengambil tindakan. Kita bisa menjadi lebih cepat ramah lingkungan daripada pilihan tindakan hijau lainnya.

Terdapat juga aspek etikal yang patut dipertimbangkan dalam semua pilihan kita : perlindungan terhadap sahabat satwa kita dan sesama makhluk hidup di Bumi ini.

Be Veg, Go Green and Save the Planet!

USEFUL LINKS

SupremeMasterTV.com

Vegetarianism and Climate Change

http://meatthefacts.org

VIDEO

SOS Global Warming

SOS – Save the Planet

LYRICS: SOS EARTH

In the beginning
when God
created the world,
a perfect garden
Hes bestowed upon man

Without conscience
without wisdom…
hiers very son
didn’t understand…
such a great love

Now with
eyes filled with tears,
he sees how many
animal lives were taken,
trees taken down,
rivers drying up
as he imagines
the future of his children…

Mother nature
weeps tears of ice
in the sea
Wonders and mirrors
shatter in her glaciers
touching mankind
reminding it is time
to awaken

Love can change everything!

It is up to us,
to humanity to decide
It is up to us,
to spring into action
to choose our path

S.O.S

Let’s sing everybody
in just one voice

S.O.S

Men of every
race and color

S.O.S

The world needs
every one of us

Mother nature
weeps tears of ice
in the sea
Wonders and mirrors
shatter in her glaciers
touching mankind
reminding it is time
to awaken

Love can change everything!

It is up to us,
to humanity to decide
It is up to us,
to spring into action
to choose our path

S.O.S

Let’s sing everybody
in just one voice

S.O.S

Men of every
race and color

S.O.S

The world needs
every one of us

It is up to us

LYRICS: Earth Song

Children of the Earth,
Hear your Mother’s plea…
Children of the Earth,
Your Mother calls to thee…
You are my children, my seed
Do not forsake me, in my hour of need.

Your Mother is in pain,
Can you hear her?
She is weeping so…
She asks you to refrain,
To show mercy,
Do you see, or no?

Children of the Earth,
Hear your Mother’s plea…
Children of the Earth,
Your Mother calls to thee…
You are my children, my seed
Do not forsake me, in my hour of need.

The killing of the animals is killing me.
The eating of the animals means eating me.
They are my children, as are you –
Will you protect them, and me too?

See the animals as your brethren,
As I see all of you as my children.

Children of the Earth,
Hear your Mother’s plea…
Children of the Earth,
Your Mother calls to thee…
You are my children, my seed
Do not forsake me, in my hour of need.

Suzuki :Kita Sedang Menghadapi Kepunahan Massal Ke-6


Severn Cullis-Suzuki spoke at the Alberta College of Art & Design on Oct. 27, 2008.Servern Cullis-Suzuki “Kita sedang menghadapi kepunahan massal ke enam yang hanya pernah kita saksikan. Yang terakhir adalah 65 juta tahun lalu. Kita merusak sistim penopang hidup kita sendiri.” “Jika Anda pikir bahwa Anda tidak terhubungkan dengan lingkungan, mulailah berpikir tentang makanan. Dan kesehatan. Anda mungkin tidak peduli tentang planet (Bumi), generasi berikutnya, namun mudah-mudahan Anda peduli akan kesehatan Anda.”
(kutipan dari ucapan asalnya di http://www.care2.com/news/member/686359244/949163 : Servern Cullis-Suzuki “We are currently undergoing the sixth mass extinction we’ve ever seen. The last was 65 million years ago. We’re undermining our own support systems.” “If you think you’re not connected to the environment, start to think about food. And health. You might not care about the planet, future generations, but hopefully you care about your health.” )
Tentang riwayat Servern Cullis-Suzuki bisa dibaca di

http://en.wikipedia.org/wiki/Severn_Cullis-Suzuki


Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Cullis Suzuki seorang anak yang pada saat berusia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah” lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan hidup PBB (

UN Earth Summit di Rio de Jeneiro pada tahun 1992. Video rekamannya  bisa dilihat di sini  http://www.youtube.com/watch?v=uZsDliXzyAY ) dimana pada saat itu Seveern baru berusia 12 tahun telah mampu berpidato begitu memukau dan bahkan membungkam para hadirin dari berbagai pemimpin dunia.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber The Collage Foundation )

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak” berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak” yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang” yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan

OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan”nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang” dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang” liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu”. tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal” tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah” kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan” salmon ke sungai asal na.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang” yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki” dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara” di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak” yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak” jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu

serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak” tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak” yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak” anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak” mereka dengan mengatakan ” Semuanya akan baik-baik saja “. ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan’ dan ‘ ini bukanlah akhir dari segalanya’

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata” mu ‘

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata” tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang” penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

” Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin

… Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Severn Cullis Suzuki (lahir di Kanada 30 Nopember 1979, ibunya Kanada, Tarra Elizabeth Cullis, seorang pengarang buku, ayahnya keturunan Jepang, David Suzuki, seorang aktivis lingkungan hidup) memang seorang aktivis lingkungan hidup cilik yang cerdas pada waktu itu. Pidato yang disampaikannya itu adalah sewaktu UN Earth Summit di Rio de Jeneiro pada tahun 1992. Video rekamannya  bisa dilihat di sini  http://www.youtube.com/watch?v=uZsDliXzyAY Bagus sekali pidatonya di depan peserta kongres waktu itu. Jarang ada anak secerdas dan sepeduli lingkungan hidup seperti dia. Sekarang dia berusia 30 tahun, dan selama 18 tahun terakhir, dia juga masih banyak berbicara tentang masalah lingkungan hidup di berbagai negara dan menghimbau orang untuk bertindak segera demi masa depan, demi penyelamatan planet Bumi dari kepunahan massal. ( “We are currently undergoing the sixth mass extinction we’ve ever seen. The last was 65 million years ago. We’re undermining our own support systems.” “If you think you’re not connected to the environment, start to think about food. And health. You might not care about the planet, future generations, but hopefully you care about your health.”)

http://www.care2.com/news/member/686359244/949163

Suzuki: The next generation

Severn Cullis-Suzuki has always been good at making people cry

Emma Gilchrist, Calgary Herald

Published: Friday, November 07, 2008

Severn Cullis-Suzuki has always been good at making people cry. In 1992, she burst into the international spotlight with a speech that brought delegates to tears at the UN Earth Summit.

She was 12 years old. She was also the daughter of famed Canadian geneticist and environmentalist David Suzuki and activist Tara Cullis.

Along with three friends, Cullis-Suzuki had formed an environmental club and raised enough money to make the trip to Rio de Janeiro, Brazil.

Severn Cullis-Suzuki spoke at the Alberta College of Art & Design on Oct. 27, 2008.

Severn Cullis-Suzuki spoke at the Alberta College of Art & Design on Oct. 27, 2008.

Courtesy, Jeff Rodier

Email to a friendEmail to a friendPrinter friendlyPrinter friendly

Font:
AddThis Social Bookmark Button
var addthis_pub = ‘canada.com’;

function textCounter(field,cntfield,maxlimit)
{
if (field.value.length > maxlimit) // if too long…trim it!
field.value = field.value.substring(0, maxlimit);
// otherwise, update ‘characters left’ counter
else
{
var divLabel = document.getElementById(“divLabel”);
divLabel.innerHTML = maxlimit – field.value.length + ” characters remaining”;

}
}

The video of that speech, which has recently experienced a resurgence on YouTube, leaves you sure of at least one thing: This was one impassioned 12-year-old.

And it still had the power to leave students (and me) bleary eyed when Cullis-Suzuki showed it before speaking at the Alberta College of Art&Design last week.

She’s toned it down a little since she was 12, but her message is much the same.

“One of the most powerful human forces is parents’ love for their children: this is your children’s world,” she said in an interview after her speech.

Back in 1992, she urged delegates to protect the environment for her generation — for their own children. “If you don’t know how to fix it, please stop breaking it,” she pleaded.

Now Cullis-Suzuki, 28, has more than a cute face and a famous dad to back her up. She has a master’s in ethnobotany(the study of the relationships between people and plants) from the University of Victoria and a degree in ecology and evolutionary biology from Yale to boot.

In the past 16 years, she has spoken around the world about environmental issues, urging listeners to act with the future in mind. Aside from that, she’s edited a book, co-hosted a TV series and sits on the board of directors of the David Suzuki Foundation. Oh, and she got married this fall and now calls the Haida Gwaii (a. k. a. Queen Charlotte Islands) home.

During her stop in Calgary on a leg of the Students for Sustainability ( studentsforsustainability.ca) cross-country tour, Cullis-Suzuki reflected on how dire the environmental situation has become since that summit in 1992.

“We are currently undergoing the sixth mass extinction we’ve ever seen. The last was 65 million years ago. We’re undermining our own support systems,” she said.

On a positive note, about three years ago, the world started paying attention to environmental problems again.

“The weather is what has really hit it home,” Cullis-Suzuki said, noting the immense cost of hurricane Katrina.

Crisis Equals Opportunity

The environmental movement’s momentum was palpable and now”in the midst of all this greenery, crisis hits Wall Street . . . and suddenly the economy has become the main topic of conversation,” she said.

But what may be a crisis in many ways, serves a purpose in others.

“Light has been shone on the faults in our economy. The economic system has evolved in a way that has resulted in the exploitation of its own citizens,” she said.

And this means now is a great opportunity to create a better economic system — one with a more realistic measure of progress than GDP, she adds.

“There’s a chance to revise our destructive economy,” she said, referring to Sustainability Within a Generation, a report by the David Suzuki Foundation that outlines how to transition to a sustainable economy. It includes creating a Genuine Wealth Index that measures the state of the nation’s natural, social, human, manufactured and financial capital.

In this new world order, experts on sustainability are needed in every field, Cullis-Suzuki said. And she urged students to become those experts, whether as artists, economists, ecologists or engineers.

“To make a difference you’ve got to follow your heart,”she said.

Lessons From The Cullis-Suzuki Household

After her speech, when asked about the impact of her dad, she insisted she actually picked up a lot of direction from her mom.

“She’s an amazing activist and feminist. She started the David Suzuki Foundation. . . . They are an amazing team and they have fun together,” she said.

Their passion rubbed off on Cullis-Suzuki, who recalled such peculiar childhood experiences as having South American tribal people living in the family’s basement.

She said her family taught her that if you recognize something is wrong, you have to speak up about it. “I believed you could change the course of history.”

And your kids need to believe that, too, she said. Her 1992 speech goes to show what happens when a community supports it’s youth.

“Kids have ideas all the time, but if parents and communities don’t support their crazy ideas . . . well, here we are 16 years later still talking about it.”

By cultivating a vision of a beautiful, joyful (and sustainable) world, Cullis-Suzuki believes people will want to jump into the sustainability movement.

And if you don’t?

“If you think you’re not connected to the environment, start to think about food. And health. You might not care about the planet, future generations, but hopefully you care about your health,” she said.

egilchrist@theherald.canwest.com

Online Features

Visit calgaryherald.com/greenguide to watch the video of 12-year-old Severn Cullis-Suzuki bringing delegates to tears at the UN Earth Summit.

Gula Pasir Memakai Arang Tulang


Gula Pasir Memakai Arang Tulang

Kita mungkin sering mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang mengandung gula pasir, baik untuk memasak, campuran minuman, kue, roti, dan lain-lain.  Tapi, sadarkah kita bahwa dalam proses produksi gula pasir atau gula tebu tersebut terdapat satu proses yang bertujuan untuk penyaringan supaya gula pasir itu terlihat putih. Gula tebu yang berwarna coklat juga tidak terlepas dari proses penyaringan demikian.

Pertanyaannya adalah, bahan apa yang dipakai untuk proses penyaringan tersebut. Rupanya, dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat cukup banyak perusahaan yang menggunakan bahan arang tulang (bone char) khususnya dari tulang sapi untuk proses penyaringan tersebut.

Penelusuran dari internet dari web VegFamily

http://www.vegfamily.com/articles/sugar.htm

Perdebatan besar tentang Gula : Apakah gula vegan?

Saya tidak tahu berapa sering saya terlibat dalam percakapan dengan orang mengenai perihal gula ini. Setiap orang kelihatannya memiliki gagasan yang berbeda. Kebanyakan vegan yang saya kenal mengetahui bahwa ada kandungan non-vegan di dalam gula, tapi tidak seorang pun yang mengetahui persis apa kandungan tersebut. Jadi, kami bertanya ke PETA dan berikut adalah jawabannya:

“Arang tulang yang terbuat dari tulang sapi, dipergunakan untuk memutihkan gula. Beberapa perusahaan gula menggunakannya sebagai proses penyaringan untuk menghilangkan warna gula. Sedangkan yang lainnya menggunakan penyaringan berbahan karbon butiran atau sistim pertukaran ion.”

“Bone char, made from the bones of cows, is at times used to whiten sugar. Some sugar companies use it in filters to decolorize their sugar. Other types of filters involve granular carbon or an ion exchange system rather than bone char.”

Di Amerika sendiri terdapat hampir separuh gula tebu yang beredar menggunakan arang tulang sebagai bahan penyaringan untuk memutihkan gula.

http://en.wikipedia.org/wiki/Bone_char

Sedangkan proses gula di Australia tidak menggunakan bahan arang tulang. Di Kanada, gula merek Rogers dan Lactania diproduksi menggunakan arang tulang, gula yang vegan hanyalah merek Redpath. Bagaimana dengan produksi gula di Indonesia, untuk ini belum ada data atau informasi yang diperoleh, apakah produksi gula di Indonesia juga menggunakan arang tulang sebagai bahan penyaringan untuk memutihkan gula.

Berikut adalah daftar perusahaan gula tebu di Amerika yang perlu diketahui (dari : http://www.vegfamily.com/articles/sugar.htm )

Perusahaan gula berikut TIDAK MENGGUNAKAN penyaringan arang tulang:

Florida Crystals Refinery
P.O. Box 86
South Bay, FL 33493
407-996-9072
Labels: Florida Crystals

Refined Sugars Incorporated
One Federal St.
Yonkers, NY 10702
914-963-2400
Labels: Jack Frost, Country Cane, 4# Flow-Sweet

Pillsbury
Makes powdered brown sugar

Supreme Sugar Company (subsidiary of Archer Daniels Midland)
P.O. Box 56009
New Orleans, LA 70156
504-831-0901
Labels: Supreme, Southern Bell, Rouse’s Markets

Perusahaan berikut MENGGUNAKAN penyaringan arang tulang:

Domino
1114 Ave. of the Americas
25th Fl.
New York, NY 10036
212-789-9700

Savannah Foods
P.O. Box 335
Savannah, GA 31402
912-234-1261

California & Hawaiian Sugar Company (with the exception of its Washed Raw Sugar)
830 Loring Ave.
Crockett, CA 94525-1104
510-787-2121

Apa berarti kaum vegan atau vegetarian lebih baik tidak mengonsumsi produk makanan dan minuman yang mengandung gula pasir, dan bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan gula untuk konsumsi sendiri. Jangan khawatir, kita masih bisa menggunakan GULA BIT. Kalau gula pasir atau gula tebu banyak berasal dari negara beriklim tropikal, sedangkan gula bit banyak diproduksi dari negara beriklim sejuk.

Salah satu hasil korespondensi yang kami terima, mengabarkan sbb.:

“Approximately 70% of sugar produced is from sugar cane, and 30% is from beet.  Most cane sugar comes from countries with warm climates, such as Brazil, India, China, Thailand, Mexico and Australia.  Beet sugar comes from regions with cooler climates: Europe, Russia, and the United States

Beet sugar production never involves the use of bone char.

Cane sugar, on the other hand, may use bone char in its filtration process. Brown sugar production is also susceptible to bone char, depending on the company.”

Terjemahan:

Sekitar 70% produksi gula berasal dari tebu, dan 30% berasal dari bit . Kebanyakan gula tebu berasal dari negara beriklim panas seperti Brasil, India, China, Thailand, Meksiko dan Australia. Gula bit berasal dari wilayah dengan iklim yang lebih dingin: Eropa, Rusia dan Amerika Serikat.

Produksi gula bit tidak pernah menggunakan arang tulang.

Sebaliknya, gula tebu, mungkin menggunakan arang tulang dalam proses penyaringannya. Produksi gula coklat juga bisa memakai arang tulang, tergantung perusahaannya.”

Jadi, untuk keamanan konsumsi, sebaiknya mengutamakan gula bit apabila diragukan proses produksi gula pasir tersebut adakah berasal dari proses penyaringan berbahan arang tulang atau tidak.

%d bloggers like this: