SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Kalsium, 10) (dalam serial “Bagaimana Cara Terbaik Mengatasi Kebutuhan Nutrisi”)

Kalsium, 10)

(dalam serial “Bagaimana Cara Terbaik Mengatasi Kebutuhan Nutrisi”)

 

 

Berapa banyak yang kita perlukan?

 

Yang jelas jauh di bawah yang ditentukan oleh Badan Pangan dan Obat AS [US FDA (United States Food and Drug Administration)] sebelum tahun 2008, yaitu harus di atas 2’000 miligrams (mg)  per hari. Pada tahun 2009 FDA telah menurunkannya menjadi 400 mg per hari1). Sebuah angka perubahan yang sangat tinggi. Syukurlah..

 

Yang juga sangat menarik adalah bahwa pada pernyataan yang sama FDA menegaskan antara lain:

 

– iklan tidak boleh menyatakan bahwa asupan kalsium dan vitamin D adalah

satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap osteoporosis

– iklan tidak boleh menyatakan bahwa untuk mengurangi resiko osteoporosis

orang harus mempertahankan pola makan yang cukup kalsium dan vitamin D

sepanjang hidup

 

Walaupun masih ragu-ragu, tetapi FDA juga memberikan saran agar iklan lebih merujuk kepada “membangun dan mempertahankan kesehatan tulang yang baik” untuk mencapai kepadatan tulang paling tinggi. FDA juga menyarankan untuk memperhatikan hal-hal yang mempertinggi resiko terjadinya osteoporosis seperti berkurangnya masa tulang akibat penyakit keluarga, wanita yang sudah menopause, pria dan wanita yang sudah tua, dst. FDA juga merujuk artikel yang menyarankan agar kita lebih banyak melakukan aktifitias fisik untuk mengurangi resiko terjadinya osteoporosis pada masa hidup berikutnya.

 

Artinya, paradigma yang mendasari FDA sudah lebih baik, tidak semata didukung pemikiran para industri farmasi, pabrik produk yang terbuat dari susu dst. Mereka mulai berani menyatakan apa yang sesungguhnya terjadi dan mereka ketahui. Semoga pendidikan gizi dan nutrisi di mana pun juga di dunia, juga mulai bebas dari paradigma kepentingan bisnis dan lebih percaya diri sehingga ‘angka kebutuhan atas gizi atau nutrisi” tidak menjadi alat promosi penjualan, tidak menjadi standar kurikulum pengajaran bagi semua orang. Semoga mereka lebih memperhatikan bagaimana mereka bisa kehilangan masa tulang, bagaimana bisa sakit, bagaimana mereka bisa menderita defisiensi vitamin dst ketimbang terus berpikir menambahkannya.

 

Seperti pada pembahasan yang lalu, Dr. Doug Graham0) mengatakan

 

“kalau air di ember habis karena embernya bocor, janganlah terus hanya mengisi atau menambahnya dengan air, tetapi tutuplah atau hentikan kebocoran itu terlebih dahulu”.

 

Tubuh tak hanya memerlukan satu vitamin (sebuah vitamin harus bekerja sama dengan sekitar 8 vitamin lain untuk bisa teserap dan memenuhi kebutuhan tubuh dengan baik),  sehingga tak mungkin suatu suplemen atau ekstrak obat herbal bisa memenuhi kebutuhan tubuh tanpa menimbulkan resiko “terlalu banyak”.

 

Bandingkan juga dengan tanaman non-organik. Mereka dipupuk dengan unsur-unsur tertentu seperti N, P dan K. Mereka tumbuh besar, cepat bisa dipanen, tetapi apakah mereka bisa sesuai dengan kebutuhan kita?

 

Kalau kita dibesarkan dengan suplemen dan dilindungi dengan obat, sesungguhnya kita seperti tanaman non-organik yang dipupuk dengan pupuk buatan N, P dan K serta juga terus disemprot semprotan pestisida.

 

Hahahaha…,  kita tidak mau seperti itu bukan? Kita tidak mau membesarkan generasi mendatang seperti tanaman non-organik bukan?

 

Nah, apa saja yang mungkin  bisa menyebabkan pengurangan masa tulang?

Silahkan mengikuti pada bagian yang akan datang.

 

Salam segar bugar sepanjang masa ..

 

(bersambung)

 

0) bagian 1 terdapat di:http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_frm/thread/81f6adb42b5db02a#

bagian 2 terdapat di : http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_frm/thread/88e26d712d05b0bb#

bagian 3 terdapat di: http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_thread/thread/299c6a675d72f2d9#

bagian 3a terdapat di: http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_thread/thread/637bdc0be5a026f2#

bagian 3b terdapat di: http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_thread/thread/c77262a3a181577a#

bagian 3c terdapat di: http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_thread/thread/69b5a1f4b4068787#

Model Pendekatan Medis dan Model Pendekatan Kesehatan, dari sebuah wawancara dengan Dr. Douglas Graham:

http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa/browse_thread/thread/f95242a94aef1b02#

1) U.S. Department of Health and Human Services Food and Drug Administration Center for Food Safety and Applied Nutrition, “Guidance for Industry: Food Labeling: Health Claims; Calcium and Osteoporosis, and Calcium, Vitamin D, and Osteoporosis”, Rockville, USA, May 2009.
http://www.fda.gov/Food/GuidanceComplianceRegulatoryInformation/GuidanceDocuments/FoodLabelingNutrition/ucm152626.htm

http://www.regulations.gov

http://www.cfsan.fda.gov/guidance.html


Makanan segar atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: