"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email:

Archive for January, 2009

Obama’s Vegan Moment

Current mood:  optimistic

Obama’s Vegan Moment

DateAugust 1, 2008

Here’s a report from the campaign trail by Nikki Benoit, Outreach Coordinator for Florida Voices for Animals:

Wearing my “Vegan Outreach” t-shirt, and accompanied by fellow animal activist Deb Geery, we secured front row seats at the entrance to the stadium of St. Pete Gibbs High this morning, awaiting Senator Barack Obama for a Town Hall meeting.

Out he came, a hand shake we got…but I needed a hug – so he obliged [well, I kinda had to pull him in…much to the chagrin of Secret Service, who peeled Deb and I off after 5 seconds]

After his speech, he opened up the floor for Q & A. I was the 6th person he called on – yay!

As I was being handed the mic, Obama read my shirt out loud – “Vegan Outreach” . . . . .YES!!! HE DID!!! AND…he pronounced it RIGHT!!!

So, though it’s mostly a blur, I first thanked him for his strong position for helping our environment, which segwayed nicely into my factory farming question.

I stated how the UN’s reporting that animal agriculture contributes more to greenhouse gas emissions than all of transportation. I mentioned that over 10 billion land animals are funneled through egregious conditions in factory farms and that it requires an obscene amount of water and resources to maintain them [70% of all our grain goes through them]. I reiterated that our health epidemic is only compounded by our environmental crises and resource depletion, and what, as the leader of the most amazing nation, would he do about this [again, this is all a blur…I believe the media picked this up, too – I hope it made more sense at the time.]

His response included an admission that our infrastructure needs fixing, and that subsidies need to be taken away from large scale animal ag, helping small family farms. He acknowledged that our health care crises needs to incorporate preventative measures, including more fresh vegetables and fruit. He also said schools need more of these items versus pre-packaged food and meat products. And of course, he pointed the finger at China and India and that their new diet [which is mimicking ours] needs to be changed.

There were a lot of claps and hoots during my question from the crowd, even a Secret Service agent gave me a wink and a thumbs up!

Received a lot of praise afterwards, and was interviewed by Rollins College and, so here’s hoping they run it!



Indonesia Kekurangan Dana utk Membiayai Penanggulangan Perubahan Iklim

Indonesia harus mengkaji kembali strategi untuk program pembiayaannya dalam mengatasi perubahan iklim dan menghentikan ketergantungannya pada bantuan asing, ini berkaitan dengan adanya pemotongan pembiayaan untuk inisiatif pemanasan global  dari berbagai negara berkembang, demikian dikatakan oleh Mahendra Siregar dari Adaptation Fund Board UNFCC. Mahendra menambahkan bahwa Indonesia harus lebih fokus pada mobilisasi sumber daya sendiri alih-alih terlalu tergantung pada bantuan asing.
Adaption Fund Board telah berhasil mengumpulkan dana sekitar USD 150 juta, sementara Indonesia membudgetkan pengeluaran untuk menangani perubahan iklim tersebut sebesar Rp 1,8 trillion, padahal dana USD 150 juta tsb juga perlu didistribusikan ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Berita selengkapnya baca di:

RI told to use own budget for climate

Adianto P. Simamora ,  The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Wed, 01/28/2009 3:23 PM  |  National

Indonesia should review its strategies for financing programs to combat climate change and stop relying on foreign aid, with developed nations cutting their funding for global warming initiatives, experts warned Tuesday.

Mahendra Siregar from the Adaptation Fund Board at the United Nations Framework Climate Change Convention (UNFCCC) said Indonesia should now focus on mobilizing its own resources to address climate change, rather than depending heavily on foreign assistance.

“The idea that Indonesia will finance its climate change programs on foreign money generated from the signing of the Kyoto protocol is a fantasy. No amount of foreign funding would be enough to deal with Indonesia’s climate problems,” he told a discussion on climate change financing schemes.

The National Council for Climate Change is drafting financial strategies for the country’s various environmental programs, with a heavy dependency on income streams from overseas markets.

Agus P. Sari, currently Indonesia’s national director for carbon trading broker Eco Securities, has been named as the leading analyst who will spend 8 months with the council formulating a National Economic, Environmental and Development Study (NEEDS). Mahendra said the funding promised by developed nations under the Kyoto protocol was insufficient to finance the climate-change projects in Indonesia.

“To make matters worse, the price of carbon is currently declining sharply, from 23 euros per ton of carbon dioxide (CO2) to only 14 euros per ton,” he said.

Mahendra, also the deputy for international economic cooperation at the Coordinating Ministry for the Economy, said the drop in carbon prices was linked with declining global oil prices and a consumer shift to eco-friendly fuels, including gas.

“More companies in developed nations have also cut their operational costs, causing an increase in demand for certificates of emission reduction (CER),” he said. One CER is awarded for every ton of emissions reduced.

Mahendra said the Adaption Fund Board, set up during the Bali climate change conference, would only raise around US$150 million this year, while Indonesia’s budget requirement for the year is Rp 1.8 trillion.

The $150 million in funding would be distributed to developing nations, including Indonesia, which require assistance in combating climate change.

Ismid Hadad, who chairs the council’s financing work group said the government budget for climate change was limited. “We should seek alternative sources of funding, including from (carbon) markets and the public,” he said.

Penghargaan The Shining World Leadership Award kepada Walikota Magelang untuk Gerakan Vegetarian

Penghargaan The Shining World Leadership Award kepada Walikota Magelang untuk Gerakan Vegetarian dalam Menanggulangi Pemanasan Global\

Selasa, 20 Januari 2009 | 19:50 WIB

*MAGELANG, SELASA — *Wali Kota Magelang Fahriyanto dan istrinya, Ny
Tarni Fahriyanto, mendapatkan penghargaan The Shining World Leadership
Award dari The Supreme Master Ching Hai International Association,
sebuah lembaga nirlaba dari Taiwan, Selasa (20/1).

Penghargaan ini diberikan atas peran mereka sebagai pemimpin daerah
pertama di Indonesia yang memperkenalkan pola makan vegetarian sebagai
gaya hidup berkelanjutan untuk mencegah pemanasan global.

Penghargaan serupa pernah diberikan untuk mantan Presiden Filipina Fidel
Ramos, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore, dan mantan
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.\


21 Januari 2009
Wali Kota Dapat Penghargaan

MAGELANG-Upaya Pemkot Magelang menanam ribuan pohon penghijauan untuk
mengurangi pemanasan global, mengantarkan Wali Kota H Fahriyanto meraih
penghargaan The Shining World Leadership Award, dari Supreme Master
Ching Hai International Association (SMCHIA), Perwakilan Yogyakarta.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada Ny Tarni Fahriyanto yang telah
menyosialisasikan diet vegetarian kepada masyarakat.

Agustinus Mardiatna Putra menjelaskan, Kota Magelang menempati posisi
istimewa karena berani membuka informasi tentang bahaya pemanasan
global, dan melakukan terobosan dengan upayanya mendorong masyarakat
menjadi vegetarian.

”Di Indonesia baru Wali Kota Magelang yang menerima penghargaan untuk
menyelamatkan bumi, untuk membangun masa depan cemerlang,” kata Putra.
Beberapa waktu lalu, lembaga itu juga memberi penghargaan serupa kepada
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, karena terobosan kepemimpinannya
membangun gaya hidup melalui kebijakan melarang masyarakat merokok di
tempat umum.

Menanggapi itu Fahriyanto mengatakan, penghargaan ini bukan untuk
dirinya tetapi untuk semua warga Kota Magelang, yang telah bersama-sama
menghijaukan kota untuk mengurangi pemanasan global.

”Saya hanya mewakili masyarakat. Karena tanpa bantuan masyarakat, Pemkot
tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.
Ny Tarni Fahriyanto yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang
mengatakan serupa.

”Ini penghargaan bagi pengurus dan kader PKK dari tingkat kota hingga
kelurahan se-Kota Magelang.” (P60-64)
Walikota Magelang terima penghargaan dari SMCHIA

Rabu, 21 Januari 2009 09:50:44


MAGELANG: Walikota Magelang Fahriyanto menerima Penghargaan Kepemimpinan Cemerlang Dunia, The Shining World Leadership Award dari Supreme Master Ching Hai International Association (SMCHIA). Sedangkan istrinya, Tarni Fahriyanto juga menerima penghargaan yang sama atas keberhasilannya mengenalkan diet vegetarian untuk penyelamatan bumi.

Penghargaan diserahkan oleh Perwakilan SMCHIA Yogyakarta, Ujang, dalam rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga) ke-36 tahun 2008, di gedung Wanita Kota Magelang, kemarin.

Menurut Agustinus Mardiatna Putra, dari SMCHIA, Kota Magelang ikut dalam  vegetarian cooking show yang disiarkan TV Chiang Hai International dimana kehadirannya dalam acara ini memotivasi sekitar 300 tamu dan banyak orang lain di seluruh dunia untuk menjadi vegetarian.

“Karenanya, SMCHIA mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya baik kepada Walikota maupun Ketua tim pengerak PKK yang telah memberikan titik balik untuk memandu orang lain dalam menyelamatkan dunia. Keterlibatannya dengan makan vegetarian melindungi lingkungan dan sumber daya alam yang tidak ternilai harganya,” katanya.

Ia menambahkan, Supreme Master Ching Hai adalah guru spiritual, seniman, dan penulis yang berupaya membangun perdamaian dunia dengan menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Sekarang ini planet bumi makin serius menghadapi pemanasan global ditandai dengan makin banyaknya bencana antara lain gempa, topan, dan perubahan cuaca yang ekstrim.
”Para ahli menemukan salah satu penyebab penting pemanasan global adalah pola makan daging yang makin besar yang menjadi gejala masyarakat sekarang ini. Tapi Kota Magelang ini istimewa, karena berani membuka informasi tentang bahaya pemanasan global dan melakukan terobosan dengan upayanya mendorong masyarakat menjadi vegetarian,” tambahnya.

Beberapa tokoh lain yang ikut menerima penghargaan ini yakni, Wapres AS Al-Gore, Presiden Slovania,mantan anggota parlemen Australia, mantan Gubernur DKI Sutiyoso dan mantan Presiden Filipina Fidel Ramos. (Harian Jogja Cetak/Nina Atmasari)

Animal Communication

Animal Communication

(Versi terjemahan dalam Bahasa Indonesia  ada di bawah artikel dalam bahasa Inggris ini)


Animal Communication is the ability to converse with animals through telepathy (an exchange of pictures, thoughts, words, emotions and feelings). Animal Communicator, Debbie McGillivray uses her ability to help people and animals understand each other on a deeper level. “My goal as an animal communicator is to bridge the gap of understanding between people and animals to cultivate healing, understanding and growth. It is through this subtle communication that questions are answered, compromise is achieved and harmony restored.”

A few years ago, if I told people I had the ability to speak with animals, I would probably be referred to as nice but a little nuts. To this day, my family still refers to me as Debbie Doolittle, but thanks to the many pioneers of this vision, animal communication has become a respected means whereby people can gain a greater understanding of their animal companions. In my work as a communicator I view each animal/situation as unique. Animals are truly amazing beings who have complex thoughts and emotions. They have a spiritual awareness that sometimes far exceeds our preconceived notions. I feel honored to be able to communicate with so many animals on such a deep level.

Animal Communication…

Have you ever wondered how your cat always knows when you are supposed to take her to the vet and conveniently hides, or your dog gets depressed a few days before you are due to go on vacation or how a flock of birds handle such intricate flight patterns? The answer is simple – telepathy. Animals communicate through telepathy all the time. Humans, given the proper mind set, training and outlook, have the ability to communicate with animals this way too.

How does it work…

Telepathy knows no time or space so I work primarily over the phone long distance to locations all over the globe. Simply by speaking with the person over the telephone is enough to establish a telepathic connection to the animal the person is calling about. I ask the person to give me a brief description of the animal; name, age, sex, color and their geographical location. Then I will ask them what questions they have for their animal. An example of some of the common questions I get are: Does my horse like his/her stable, trainer, saddle, bridle, bit, shoes, blanket, grain, hay? What are his/her likes and dislikes? How does their body feel, any pains? What is their life purpose? What do they have to teach me? Do they have advice for me? Why do they buck, rear, kick, bite, spook etc?

When I ask an animal a question I receive from them pictures (like a movie playing in my head), thoughts (I will hear their thoughts in my head) and feelings (I will feel emotions and pain within my body). For example, just recently a woman called me about her young Arabian gelding. She was concerned because he was not performing as well as he used to. When I connected to him, I felt his frustration. He was an overachiever and very eager to please but felt very frustrated lately because his body was not moving as efficiently as possible. I felt pain in my left hip which corresponded to his left stifle and felt it was out of alignment. He showed me a picture of him moving and showed me the twist in his step behind and I could feel his frustration within himself. He was having trouble getting his hind end underneath himself due to his stifle soreness. He also showed me a picture of his head with his eyes squinting and dull, and I felt his dull headache throbbing in my forehead . I relayed this information to his owner and she called her chiropractor right away who adjusted him. Within a few days his eyes were bright again and he was moving better than ever.

People are usually curious as to how they will know I am actually connecting to their horse. When I first connect to their animal, I will get a general feeling for the energy they are sending me. Most horses are very eager to communicate and are wonderful at it. As I begin to ask them questions their personality will start to come through and the owners will usually have no doubt that I am actually speaking with their horse. I also work closely with veterinarians and chiropractors who are open to the idea of animal communication, which helps to verify my findings in regards to the horse’s physical complaints.

I specialize in horses, but some of my other clients consist of dogs, cats and birds. I have also spoken extensively with dolphins, whales, llamas, birds, gorillas, goats etc. All animals communicate telepathically, but in order for them to speak to us, we must view them with respect and adoration. We must not judge or categorize. We must view all creatures as individual and incredible and then the telepathic doors will open.

We all hold the key to open telepathic doors….

The most amazing part of animal communication is that we all hold this ability. We were all born with the ability to use telepathy. I am sure you can think of a few instances when your telepathy and intuition impacted you in some way. When we are young we are taught the importance of verbal communication and our telepathy gets pushed aside. Once we reclaim this treasure, dust it off and begin to use it again, we find how incredible it really is. Telepathy is like a muscle, we must exercise it on a daily basis in order to keep it strong. The more we use it the better it becomes.”

Case Studies
Choose this link to read about how telepathic communication has been used to help horses
Meet Debbie McGillivray
Choose this link to learn more about Debbie McGillivray and how she communicates with animals

This article is kindly provided by Debbie McGillivray.
If you are interested in a personal consultation with your animal please refer to Debbie’s website at or email her at

Terjemahan :


Komunikasi dengan satwa adalah suatu kemampuan berbicara dengan satwa melalui telepati (suatu pertukaran gambar, pikiran, kata-kata, emosi dan perasaan). Komunikator satwa, Debbie McGillivray menggunakan kemampuannya membantu orang dan satwa untuk saling memahami pada suatu tingkat pemahaman yang lebih dalam. “Tujuan saya sebagai komunikator satwa adalah untuk menjembatani celah pemahaman antara orang dan satwa untuk memperoleh penyembuhan, pemahaman dan pertumbuhan. Melalui komunikasi alam bawah sadar ini, pertanyaan akan terjawabkan, saling pemahaman akan tercapai dan keserasian terpupuk kembali.”

Beberapa tahun yang lalu, jika saya memberitahukan orang bahwa saya memiliki kemampuan berbicara dengan satwa, saya kemungkinan akan dianggap baik hati tapi sedikit sinting. Sampai hari ini, keluarga saya masih menganggap saya sebagai Debbie Doolittle, tapi terima kasih kepada banyak pioner dari visi ini, berkomunikasi dengan satwa telah menjadi cara yang dihormati karena kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih besar terhadap sahabat satwa kita. Dalam pekerjaan saya sebagai seorang komunikator, saya memandang setiap satwa atau situasi sebagai sesuatu yang unik. Satwa benar-benar menakjubkan sebagai makhluk yang memiliki pikiran dan emosi yang kompleks. Mereka memiliki kesadaran rohani yang kadang-kadang jauh melebihi kemampuan kita sendiri. Saya merasa terhormat dapat berkomunikasi dengan begitu banyak satwa sebegitu dalamnya.

Komunikasi dengan Satwa…

Pernakah Anda merasa aneh bagaimana kucing Anda selalu mengetahui kapan Anda harus membawanya ke dokter hewan dan dengan mudah bersembunyi, atau anjing Anda mengalami depresi beberapa hari sebelum Anda pergi berlibur atau bagaimana sekumpulan burung mengatasi pertentangan yang rumit di antara mereka? Jawabannya sederhana – telepati. Satwa berkomunikasi melalui telepati sepanjang waktu. Manusia, apabila diberikan cara pikir, pelatihan dan pandangan yang benar akan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan satwa juga.

Bagaimana caranya……

Telepati tidak memiliki ruang dan waktu jadi saya pada umumnya bekerja melalui telepon jarak jauh ke seluruh lokasi di seluruh dunia. Cukup dengan berbicara dengan orang tersebut melalui telepon sudah bisa membangun suatu koneksi telepati terhadap satwa yang orang itu permasalahkan. Saya bertanya pada orang itu untuk memberikan saya uraian ringkas tentang satwa tersebut, nama, umur, jenis kelamin, warna dan lokasi geografi mereka. Lalu, saya akan menanyakan ada pertanyaan apa untuk satwa mereka. Beberapa contoh pertanyaan yang umumnya saya peroleh adalah: Apakah kuda saya menyukai kandangnya, pelatihnya, tempat duduk, tali kekang, tapal, selimut, padi-padian, jerami ? Apa yang dia suka dan tidak suka? Bagaimana perasaan tubuhnya, apakah ada sakit? Apakah tujuan hidup mereka? Apa yang akan mereka ajarkan pada saya? Apakah mereka ada nasehat buat saya? Mengapa mereka melawan, menendang, menggigit, menakutkan, dll?

Apabila saya bertanya pada satwa satu pertanyaan yang saya terima dari mereka berupa gambar (seperti tayangan yang diputar di kepala saya), pikiran (saya akan mendengar pikiran mereka di kepala saya) dan perasaan (saya akan merasakan emosi dan kesakitan di tubuh saya). Sebagai contoh, baru-baru ini ada wanita yang menelpon menanyakan tentang kuda jenis Arab mudanya. Dia kuatir karena kuda itu tidak bertingkah-laku sebagaimana biasanya. Ketika saya berhubungan dengan kuda tersebut, saya rasakan keputusasaannya. Dia adalah seekor kuda yang berprestasi lebih dan sangat ingin menyenangkan tuannya tapi merasa amat sedih belakangan ini karena tubuhnya tidak bergerak seefisien mungkin. Saya merasakan sakit di pinggul kiri yang berhubungan dengan sakit kuda itu di sebelah kiri dan saya rasakan sepertinya ada yang tergeser. Dia memperlihatkan suatu gambar gerakannya dan mempertunjukkan kepincangan langkahnya dan saya dapat merasakan frustrasi dalam dirinya. Dia bermasalah dengan belakang kakinya karena ngilu yang luarbiasa. Dia juga memperlihatkan gambar kepalanya dengan matanya yang berkedip dan sendu, dan saya merasakan kepalanya yang berdenyut-denyut di dahi saya. Saya memberikan informasi ini kepada pemiliknya dan dia segera memanggil ahli tulangnya untuk menyembuhkannya. Dalam beberapa hari, matanya sudah bersinar kembali dan dia bergerak bahkan lebih baik.

Orang-orang biasanya ingin tahu bagaimana sebenarnya saya berkomunikasi dengan kuda mereka. Ketika saya pertama berkomunikasi dengan satwa, saya akan peroleh dulu perasaan umum dari energi yang mereka kirimkan kepada saya. Kebanyakan kuda sangat ingin berkomunikasi dan sangat menarik sekali. Begitu saya mulai bertanya, kepribadiaan mereka akan mulai muncul dan pemiliknya akan mulai merasa tidak ragu lagi bahwa saya benar-benar berbicara dengan kuda mereka. Saya juga bekerja erat dengan dokter hewan dan ahli tulang yang terbuka gagasannya tentang komunikasi dengan satwa, yang mana bantu mencocokkan penemuan saya berkaitan dengan keluhan fisik kuda tersebut.

Saya mengkhususkan diri dalam kuda, tapi beberapa langganan saya juga ada yang memiliki anjing, kucing dan burung. Saya juga berbicara dengan banyak lumba-lumba, ikan paus, burung, gorila, kambing, dan lain sebagainya. Semua satwa berkomunikasi secara telepati, namun agar mereka bisa berbicara dengan kita, kita harus memandang mereka dengan hormat dan kagum. Kita jangan menghakimi atau mengkategorikan. Kita harus memandang semua ciptaan sebagai individu yang menakjubkan dan dengan demikian pintu telepati akan terbuka.

Kita semua memegang kunci untuk membuka pintu telepati….

Bagian yang paling menakjubkan dari komunikasi dengan satwa adalah bahwa kita semua memiliki kemampuan ini. Kita semua terlahirkan dengan kemampuan untuk menggunakan telepati. Saya yakin Anda dapat memikirkan beberapa kejadian ketika telepati dan instuisi Anda bekerja dalam situasi tertentu. Ketika kita masih muda kita diajarkan tentang pentingnya komunikasi verbal sehingga kemampuan telepati kita menjadi tersisihkan. Begitu kita meraih kembali pusaka ini, membersihkannya dan mulai menggunakannya lagi, kita akan temukan betapa menakjubkannya kemampuan ini. Telepati seperti otot, kita harus melatihnya setiap hari agar bisa kuat. Semakin kita menggunakannya semakin baik jadinya”

Case Studies
Choose this link to read about how telepathic communication has been used to help horses

Meet Debbie McGillivray
Choose this link to learn more about Debbie McGillivray and how she communicates with animals

Artikel ini diberikan oleh Debbie McGillivray.
Jika Anda tertarik dalam konsultasi pribadi untuk satwa Anda, silahkan kunjungi situs jaringan Debbie di atau email ke:

Berkomunikasi dengan Teman Satwa Kita

Oleh Grup Berita Ohio, AS (Asal bahasa Inggris)

Morgen Espe adalah seorang yang dapat berbicara dengan hewan yang terkenal dan pernah tampil di berita NBC dan CBS. Ia membagikan karunianya yang dapat berkomunikasi dengan dunia satwa dan mengajak kita ke dalam pikiran dari sahabat berbulu kita. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap perasaan dan pikiran hewan, Nona Espe mengajar di beberapa kelas dan mengadakan seminar mengenai pedoman dalam menyampaikan pesan-pesan kepada para hewan. Pada tanggal 15 Mei, Tahun Emas 5 (2008), anggota asosiasi Maha Guru Ching Hai tiba di Perkemahan Kern di Lebanon, Ohio, dimana kuda-kuda yang indah dan makhluk-makhluk yang memiliki kepedulian tinggal.

Saat itu merupakan suatu pengalaman mengagumkan dimana kita dapat mempelajari apa yang dipikiran sebagian hewan yang tinggal di perkebunan Kern dan sangat menyentuh dapat mengetahui apa yang hewan rasakan tentang kita. Mereka benar-benar mengasihi manusia dan menganggap kita sebagai pengasuh mereka sebagai orang tua; sebagai contoh, kebanyakan memanggil pengasuh mereka dengan sebutan ¡°Mama¡± atau ¡°Papa.¡± Kita menemukan bahwa salah satu hadiah dari hewan yang paling penting yang ingin dibagikan dengan kita adalah kasih tanpa syarat. Orang yang memiliki hewan merasakan ikatan yang penuh kasih ini dan sangat menarik untuk menemukan bahwa hal itu benar-benar ada! Hewan-hewan mengasihi rekan manusia mereka sepenuh hati dengan mengabaikan mobil macam apa yang mereka kendarai, bagaimana penampilan mereka, pekerjaan apa yang mereka lakukan untuk hidup, atau berapa pun pendapatan mereka.
Direktur YMCA Perkemahan Kern, Rachel Murphy, berkata bahwa perkemahan musim panas mereka mempunyai satu program pendidikan di luar lingkungan yang mengajar anak-anak dan orang dewasa bagaimana cara berkomunikasi lebih baik dan mempelajari tentang kehidupan hewan mereka.
Morgan juga telah menulis sebuah buku yang indah yang berjudul ¡°Whispers of Heaven (Bisikan dari Surga)¡± yang merupakan suatu koleksi kutipan percakapan dengan para hewan. Para hewan berada di bumi ini untuk menunjukkan kepada kita kasih yang tanpa syarat, Kebenaran, dan kejujuran. Mereka telah menjelaskan kepada Morgan bahwa mereka hanya menanggapi dan berhubungan dengan kejujuran. Mereka dengan meyakinkan berkata bahwa mereka semua mempunyai jiwa dan bahkan saat masuk ke dunia ini, mereka mengikuti orang yang sama yang telah mereka kenal di kehidupan yang lain!
Morgan mengajari kita bahwa kita semua dapat berkomunikasi dengan hewan. Melalui komunikasi ini kita dapat mempelajari kebijaksanaan yang berada di dalam diri mereka dan hidup dengan selaras. Para hewan berpikir berupa gambar-gambar dan mereka dapat memahami pikiran dan perasaan kita melalui gambar yang kita kirim melalui pikiran kita. Morgan berkata bahwa komunikasi nonverbal ini dapat membuka suatu hubungan antara manusia dan dunia hewan serta membawa suatu kesadaran yang lebih dalam, kasih yang besar yang dapat kita alami dari hewan yang ada di dalam hidup kita.

Bahkan hewan-hewan liar pun sangat menakjubkan dalam hal rohani dan mempunyai banyak karunia untuk berbagi dengan kita. Sama seperti anjing dan kucing peliharaan kita, kuda juga demikian. Sebenarnya, Morgan percaya bahwa hewan jauh lebih bijaksana dibandingkan kita karena mereka dapat mengingat darimana mereka berasal. Mereka benar-benar makhluk yang mengagumkan. Dia menjelaskan bahwa para hewan merasa bahwa kematian dan siklus hidup bukan suatu yang sangat penting. Beberapa di antara mereka berbagi pemikirannya mengenai permasalahan ini dan berkata, ¡°Kematian seperti perjalanan pulang ke rumah, mengganti pakaian Anda, lalu kembali lagi. Ini bukanlah sesuatu yang sangat penting.¡±
Morgan juga telah merasakan kegembiraan dapat mempersatukan kembali hewan-hewan yang hilang dengan pengasuh mereka. Melalui komunikasi nonverbal ini, hewan mampu berbagi pengalaman-pengalaman mereka seperti lokasi yang mereka lalui dan akhirnya mereka dapat dipandu dengan aman ke rumah melalui gambar-gambar di dalam pikiran mereka.
Morgan ingin agar kita mengetahui bahwa setiap orang dapat berkomunikasi dengan hewan. Bagaimana? Dengan pikiran berupa gambar-gambar dan pernyataan yang bersifat positif, bukan menggunakan kata-kata atau pemikiran yang negatif seperti tidak, jangan, tidak bisa, atau tidak akan. Mengirimkan pesan-pesan positif dari apa yang kita mau dan bukan dari apa yang tidak kita inginkan terhadap hewan-hewan itu akan menolong mereka untuk memahami berbagai keinginan kita dan mempelajari bagaimana kita ingin agar mereka berinteraksi dengan kita. Sebagai contoh: Jika Anda melihat seekor rusa di jalan raya, kita mungkin akan panik dan berkata, ¡°Jangan pergi ke jalan.¡± Hal ini membuat rusa tersebut bingung oleh kata yang negatif ¡°Jangan.¡± Rusa itu tidak akan memahami bahwa Anda tidak ingin agar ia pergi ke jalan. Ini adalah satu alasan mengapa mereka diam di jalan raya ketika ada mobil yang mendekat. Mereka mungkin berpikir, ¡°Anda menghendaki aku untuk lakukan apa!?¡± Jadi pesan yang lebih baik untuk dikirim adalah, ¡°Tempatkan kakimu di tempat yang hijau, warna hijau adalah aman; atau berpaling dan kembali ke dalam hutan, kembali ke pohon-pohon. Jalanan adalah tempat yang sangat berbahaya; pohon sangatlah aman.¡± Inilah pikiran visual kita yang dapat diterima oleh mereka.
Maha Guru Ching Hai dalam buku terbaru-Nya Hewan-hewan Liar yang Mulia berbagi suatu kutipan yang menakjubkan oleh Pitu: ¡°Kita tidak harus menggunakan bahasa lisan. Kita dapat berkomunikasi dalam kesunyian. Kita tidak perlu membicarakan tentang kasih, keselarasan, dan damai sejahtera karena kita hidup di dalamnya.¡±
Sungguh sesuatu yang menyenangkan dapat berbicara dengan Morgan dan belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan sesama teman hidup kita di dunia ini. Semoga Tuhan memberkati Morgan dan semua manusia yang mau membuka hati mereka dan berbagi kasih dan pengertian dengan mampu berkomunikasi lebih baik terhadap hewan-hewan di dunia kita.

Berbagi Cerita dari Siswa Penetap di Hsihu

Setiap tahun selama musim migrasi burung, beberapa jenis burung langka
muncul di Center Hsihu. Di antaranya ada sejenis burung besar yang
berburu mangsa dengan cakarnya. Suatu hari, salah satu burung ini muncul di tempat tinggal kami. Ketika mencoba bersembunyi, ia tidak dapat terbang dan begitulah ia pun terjatuh. Ia mungkin sakit atau terluka.

Siswa penetap yang menghampirinya diserang dengan paruh yang runcing dan panjang, dan dengan ganas menolak potongan apel yang ditawarkan siswa penetap.

Saya teringat apa yang pernah Guru katakan bahwa kita bisa berkomunikasi dengan hewan melalui telepati dan bentuk gambar. Maka saya mengirim sebuah pesan gambar dari batin saya bahwa kami mencintainya dan ingin membawanya berobat ke dokter supaya dapat sembuh. Setelah berkomunikasi dengan burung itu, saya melangkah dan mengangkatnya ke dalam lengan saya. Burung itu bersandar pada saya tanpa melawan. Kami tempatkan ia dalam sebuah kardus yang dialasi dengan kain dan segera membawanya ke Perkumpulan Burung Liar. Burung itu tetap tenang sepanjang perjalanan.

Ketua Perkumpulan Burung Liar mendapati bahwa salah satu cakar burung itu terluka dan ia tidak dapat berburu untuk beberapa hari terakhir sehingga menjadi kelaparan dan lemah. Setelah selesai dengan
diagnosisnya, Bapak Ketua itu dengan segera pergi membeli makanan untuk burung itu dan dengan optimis berkata bahwa burung itu akan sembuh total.

Kini, saat saya teringat kembali kejadian tersebut, jika kami
tidak mendengar ceramah Guru tentang bagaimana menyampaikan cinta kasih dan bantuan kepada hewan, maka kami tidak dapat membantu burung liar ini dan menyelamatkan hidupnya.

Cinta kasih saya kepada dunia tumbuh setiap hari, karena Kekuatan Guru,
Metode Quan Yin, dan Energi Ilahi menembus segalanya, menggabungkannya menjadi satu, dan menghidupkan lebih dan lebih lagi sumber cinta kasih dan kegembiraan di dunia. Saya mungkin telah mengarungi jutaan kehidupan, tapi kehidupan kali ini adalah yang paling menyenangkan

selengkapnya di:

Dunia Satwa

Percakapan Antara Guru dan Rekan-Rekan Sepelatihan
yang Dapat Berkomunikasi dengan Hewan

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai

Florida, Amerika Serikat, 25 Desember 2001
(Asal dalam bahasa Inggris) /*Kaset Video #730*/

Setelah berkemah di sungai sedemikian lama, kami memperoleh sebuah kamar yang disewakan. Tetapi, rumah itu penuh dengan ular berbelang hitam dan putih. Mereka semuanya memenuhi kamar saya, datang dan bernyanyi bagi saya, dan sebagainya. Kadang-kadang, staf saya tidak berhati-hati dan bahkan melukai mereka, dan ular itu kemudian datang mengeluh kepada saya.

Lalu, saya menyuruh staf saya untuk tidak menggunakan sikat saat
mengeluarkan mereka, karena mungkin saja dapat melukai mata mereka atau bagian tubuh lainnya. Mereka mengira bahwa saya berwelas asih terhadap hewan ini, tetapi sebenarnya karena saya tahu. Staf saya mengira bila mereka tidak membunuh, maka sudah cukup baik, sudah welas asih. Tetapi kalian harus menggunakan kantong dan meletakkan kantong itu di dekat mereka agar mereka dapat merayap masuk, dan kemudian melepaskan mereka di semak-semak.

Ular-ular itu tetap berdatangan, tetapi tidak pernah menggigit kami.
Ular-ular itu adalah ular belang hitam putih yang beracun. Seluruh
keluarga ular itu ada di sana: besar dan kecil, mereka semua datang
bernyanyi dengan mulut terbuka. Mereka tidak dapat bernyanyi keras,
tetapi mereka bernyanyi keras dalam batin. Saya dapat mendengarnya.
(Guru menunjuk pada mata kebijaksanaan). Mereka membuka mulut mereka di samping bantal duduk saya, berbicara, menyanyi, dan menari. Terutama yang bayi, mereka suka berada di sekitar saya. Maka, saya menyuruh staf saya agar lebih berhati-hati saat berjalan karena mereka dapat saja menginjak ular-ular itu. Pada saat itu, kebetulan saja lantai dari rumah sewaan itu terbuat dari semacam marmer yang juga berwarna hitam dan putih, sangat mirip dengan warna ular-ular itu. Jadi, keduanya bercampur dengan sangat sempurna. Saya kira itulah sebabnya ular-ular itu suka pergi ke sana: mereka merasa aman, rumah itu bagaikan seekor ular belang hitam putih yang besar, sebesar seluruh rumah.

Mereka berkeliaran di mana-mana, menyanyi, dan tertawa. Mereka demikian lucu! Dan pada suatu ketika, salah satu siswa penetap tidak
berhati-hati; dia tidur di atas ular-ular itu. Tetapi, mereka tidak
menggigitnya. Ular-ular yang malang, mereka tidak berani menggigitnya.
Maka, setelah itu, saya berkata, “Bila engkau tidak berhati-hati, saya
akan membuatmu berdiri untuk selama-lamanya; tidak berbaring, dan tidak duduk!” Dia agak gemuk dan baru saja menjadi siswa penetap. Dia hanya tidur saja, dan tidur tepat di atas ular. Ular yang malang! Mereka tidak berani untuk melanggar sila, tetapi siswa penetap itulah yang melanggar sila. Dia tidak melakukannya dengan sengaja, tetapi tentunya, ularnya juga mati secara tidak sengaja. Kasihan! Maka, kita harus minta maaf, berjalan dengan hati-hati, dan seperti itulah.

Praktisi 1: Di biara tempat saya tinggal dahulu, kami memiliki 5 acre
(2,323 hektar) tanah yang berpagar, dan sapi-sapi akan membantu memakan rumput. Bila saya memanjat melewati pagar, mereka akan mengejar saya dan saya sangat ketakutan. Tetapi, pada suatu hari, saya memutuskan untuk tidak takut lagi. Dan seekor sapi yang telah menjadi sahabat saya, dia datang mendekati saya di suatu pagi, dan menyampaikan bahwa keluarga yang memeliharanya akan menyembelihnya untuk mengambil dagingnya.

*G:* Dapatkah kalian mempercayai itu? Mereka bahkan mengetahui
sebelumnya, dan orang mengira mereka tidak mengetahui apa pun dan
mengonsumsi semua daging itu, kasihan..

P1: Saat mereka menyembelih sapi itu, seluruh tubuhnya terkontaminasi
dengan sesuatu sehingga keluarga tersebut tidak dapat mengonsumsi
dagingnya. Dia tidak bersedia untuk dimakan. Maka, mereka mengembalikan semuanya, kemudian menguburkan jasadnya, dan tidak satu pun dari bagian tubuhnya yang dimakan.

*G:* Mengapa dia tidak mau dimakan?

P1: Dia tidak mau dimakan oleh manusia; itu saja. Saya tidak dapat

*G:* Tiada satu pun dari mereka yang sungguh-sungguh bersedia untuk
dimakan secara demikian. Mereka tidak keberatan memberi kalian susu, dan saat mereka mati, kalian dapat menggunakan jasadnya untuk apa pun, tetapi mereka tidak suka dipaksa, disembelih, dan dimakan seperti itu. Tanyalah kepada hewan mana pun, maka mereka akan berkata, “Tidak.” Itu bukanlah cara yang alami bahwa mereka harus lahir untuk diperlakukan seperti itu. Tentu saja bila kalian lapar, bila kalian tidak memiliki apa pun untuk dimakan, dan kalian meminta izin mereka, mereka akan mengorbankan hidup mereka bagi kalian. Mereka semua akan melakukan itu.

Tetapi, bila kalian hanya makan karena kerakusan, itu sangat buruk.
Bahkan tanaman juga akan mengeluh bila kalian hanya makan karena alasan demikian.

Maka, hormatilah semua kehidupan. Sebelum kalian makan, maka berdoa dan persembahkanlah makanan itu kepada Tuhan. Itulah hal yang tepat untuk dilakukan. Dan berterimakasihlah kepada mereka. Bersyukurlah kepada Tuhan karena menciptakan mereka, dan berterimakasihlah kepada mereka karena telah mengorbankan hidup mereka demi kalian.

Tetapi, tanaman adalah pihak yang paling sedikit dirugikan karena mereka tidak terlalu banyak bergerak, dan kebanyakan dari mereka memiliki kesadaran yang sangat kecil. Mereka masih berkembang. Tetapi tentunya, bila kalian memakannya tanpa sikap hormat, mereka menggerutu.

Maka, sangatlah bagus jika kalian datang dan berbicara seperti ini;
sehingga orang akan lebih menyadari perasaan para hewan. Mereka adalah makhluk yang agung, kalian dapat belajar banyak dari mereka. Contohnya, bila kalian menanyakan seekor anjing Maltese, maka dia akan mengatakan kepada kalian bahwa kasih adalah hal yang terbaik. Maltese sangat penuh kasih. Mereka menyebutnya “anjing sejuta ciuman”. Dia selalu mengasihi kalian dan menciumi kalian di mana-mana, sepanjang waktu. Mereka sangat disayangi di Eropa, berasal dari Pulau Malta, bagian dari Spanyol. Itulah mengapa mereka disebut Maltese.

Mereka akan mengatakan kepada kalian bahwa kasih adalah hal yang
terbaik, dan rasa takut adalah hal terbaik yang kedua. Saat kalian
takut, kalian akan berusaha mempelajari sesuatu, dan kalian memiliki
lebih banyak pengetahuan. Tetapi, jika kalian memiliki kasih, kalian
tahu begitu saja. Kalian tidak perlu belajar. Bila kalian memiliki
kasih, kalian tahu begitu saja, dan segalanya mudah. Maka, Maltese telah
mengatakan bahwa bila kalian memiliki rasa takut, kalian belajar, dan
bila kalian memiliki kasih, kalian tahu. Sangat bagus. Maka saya merasa
kasihan kepada banyak orang yang hanya mengunyah, memakan, dan
mengganggu atau memotong para makhluk agung ini.

P2: Saya menyadari bahwa saya dapat berbicara dengan hewan,
setidak-tidaknya dengan semut, ketika saya baru saja diinisiasi. Saya
tinggal di apartemen dan ada banyak sekali semut yang mengunjungi dapur saya. Maka, saya segera melaporkannya kepada pengelola apartemen yang berkata, “Baiklah, saya akan mengurusnya.” Tetapi, saya mendapat ilham dan berpikir, “Saya kira saya seharusnya mencoba, jika saya dapat berbicara dengan para semut ini, sehingga mereka tidak perlu dibasmi dengan racun.”

Maka. saya mulai berbicara secara lisan dengan mereka dan berkata,
“Sekarang saatnya bagi kalian untuk kembali; terima kasih karena telah
berkunjung kemari, tetapi kalian dapat kembali pada jalan yang sama yang kalian gunakan untuk datang.” Dan itu saja. Dua jam kemudian, saya
kembali dan melihat ke dalam dapur, hanya tinggal separuhnya. Dan
sekitar enam jam kemudian, mereka telah pergi semua.

Maka, pada hari berikutnya, saat pengelola apartemen mengetuk pintu
dengan membawa semprotan besar, dia berkata, “OK, saya siap
menyingkirkan semut-semut Anda,” saya katakan, “Sudah beres, saya telahmengurusnya.” Dia berkata, “Apa yang telah Anda lakukan?” Saya berkata, “Saya berbicara dengan mereka.” Dia berkata, “Dasar vegetarian!”
Beberapa hari yang lalu, dia telah tahu bahwa saya adalah vegetarian.
(Guru: Maka, dia tahu itu.)

Kisah yang terakhir adalah dengan ibu saya. Suatu siang dia menemukan
banyak semut dalam ruang keluarga. Maka, saya melihatnya datang dengan pemukul lalat yang besar dan semprotan. Saya kemudian berkata, “Tunggu, Bu! Biarkan saya yang mengurusnya.” Dia berkata, “Apa yang akan engkau lakukan?” Saya agak enggan mengatakan kepadanya.

*G:* Ya, sulit.

P2: Saya katakan, “Saya akan berbicara dengan mereka.” Dia memandangi
saya dengan aneh, dan dia pergi ke atas. Maka, saya berbicara dengan
para semut dengan cara yang sama. Saya berkata, “Saya mohon, kembalilah ke rumah kalian, dan terima kasih karena telah datang ke sini. Kalian telah cukup lama bersama kami; selamat jalan.”

Setelah saya melakukan ini, saya pergi tidur. Saat saya turun ke lantai
bawah di tengah malam, mereka semuanya telah pergi. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Saya khawatir, karena ibu saya mungkin telah mengusir mereka. Maka, keesokan paginya saya bertanya kepadanya, “Apa yang telah Ibu lakukan pada semut-semut itu?” Dia berkata, “Saya tidak tahu. Saya tidak melakukan apa pun pada mereka.” Saya berkata, “Oh, Tuhan! Mereka sungguh-sungguh mendengarkan saya.”

*G:* Itu bagus.

P2: Maka, sejak itu saya tahu bahwa saya dapat berbicara dengan mereka.

*G:* Tentu saja kalian dapat berbicara, tetapi masalahnya, apakah mereka
menjawab. Kalian paham maksud saya? Bisakah kalian mendengar mereka; karena kita semua dapat berbicara kepada mereka, tetapi kita tidak dapat mendengar mereka. Itu adalah suatu bakat istimewa.

P2: Saya dapat mendengar burung beo yang sedang berkunjung ke rumah
makan vegetarian di San Jose. (Guru: Oh?) Kita memiliki seekor burung
yang berkunjung setiap hari ke sana. Dan semua orang berhenti sejenak
untuk melihat burung beo ini, karena dia cantik dan banyak berbicara.
Dia mengucapkan segala macam kata. Suatu hari, saat tiada seorang pun
yang memperhatikan, dan semua orang demikian ribut, dia mulai berteriak seperti sedang berbicara dengan seseorang, tetapi tak ada orang yang memperhatikannya. Maka, saya mulai berbicara dengannya dari jauh. Kami bercakap-cakap. Saya tidak menyadari bahwa saya memahami apa yang sedang dia katakan karena suaranya tidak dapat didengar oleh orang lain, tetapi saya dapat mendengar kata-katanya dengan tepat.

*G:* Dalam bahasa Inggris? (P2: Dalam bahasa Inggris.)

*G:* Oh, bukan secara batin, tetapi lisan.

P2: Secara lisan juga, pada saat yang sama.

*G:* (Berbicara kepada inisiat lain) Jadi, Anda berbicara dengan anjing
Anda? Apa yang dia katakan kepada Anda?

P3: Kebanyakan, dia dapat membaca pikiran saya dengan tepat. Selain itu, saya dapat menerima pesan darinya juga. Dia berumur 13 tahun. Suatu hari, saya berbicara dengan suami saya, dan berkata, “Dia terlalu tua. Mungkin saya tidak menginginkannya lagi; mungkin kita akan memberikannya kepada orang lain.” Setelah itu, dia berkata dalam batin, “Tolong, mohon jangan berikan aku kepada orang lain.” Dia akan selalu berbicara seperti itu pada pikiran saya, selalu mengatakan “Mohon, mohon, mohon.” Maka, suatu hari saya berkata, “OK, OK: Saya akan memeliharamu seumur hidupmu.” Setelah itu, dia sangat bahagia.

Dia juga menjaga saya. Suatu kali, saat kaki saya patah, dia tetap duduk
dekat ruang tidur saya, mengawasi saya sepanjang hari. Ya, anjing ini
sangat, sangat cerdas. (Guru: Ya, ya.) Dia sangat peka, dengan mata yang
mirip mata manusia.

*G:* Anda pelihara dia, OK! Jangan berikan kepada orang lain.

P3: Ya, saya akan memeliharanya.

*G:* Anda telah berjanji. Anjing suka untuk tetap tinggal bersama
pemiliknya sepanjang waktu sampai mereka meninggal, tetapi banyak anjing tidak memiliki kesempatan itu. Mereka berkata bahwa setiap empat detik, seekor anjing dibunuh di Amerika, dibunuh karena tidak diinginkan lagi oleh pemiliknya. Di Amerika saja, setiap empat detik seekor anjing mati.

Ini bukanlah membicarakan tentang bencana atau kecelakaan. Mereka telah dibunuh dalam tempat penampungan. Setiap empat detik, saat saya
berbicara dengan kalian sekarang, ratusan ekor anjing telah mati dengan
cara yang sangat menyedihkan.

Maka, bila kalian harus ‘menidurkan’ anjing kalian untuk selamanya
karena alasan apa pun, karena dia sakit, misalnya, atau terlalu tua,
maka kalian dapat berbicara dengannya. Katakan kepadanya apa yang sedang terjadi. Katakan kepadanya bahwa dokter berpikir hal ini lebih baik baginya. Katakan kepadanya bahwa ini adalah saatnya untuk pergi.
Peganglah dia; rangkullah dia. Temanilah dia melewati proses tersebut.
Jangan hanya menempatkannya di klinik dan membiarkan mereka melakukan itu. Dia mengerti bahwa dia harus pergi, tetapi dia membutuhkan kasih untuk menyertainya pergi. Dia tidak keberatan untuk pergi, tetapi dia membutuhkan kalian untuk mengasihinya, dan mengatakan kepadanya bahwa kalian tetap mengasihinya; hanya saja, dia harus pergi. Kemudian kuburlah dia, bersikap manislah kepadanya.

P3: Walaupun dia tidak suka mandi, sekarang karena dia sakit, saya
memandikannya, dan dia menurut. Dia membiarkan saya memandikannya, dan dia mengerti.

P3: Ya, seperti anak-anak saya saja, dia mengerti. Dia anjing yang
sangat cerdas.

*G:* Semua anjing sangatlah cerdas, percayalah. Saat kalian mengasihi
mereka, maka akan ada tanggapan, selalu. Kadang kala kalian dapat
berbicara kepada para hewan. Kalian tidak dapat selalu mengatakan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan, tentunya. Tetapi, setidak-tidaknya dia tahu bahwa kalian peduli. Sekalipun kalian tidak dapat berkomunikasi lisan, sekalipun kalian tidak dapat mendengar tanggapannya; usahakanlah untuk berbicara dengannya dalam bahasa Inggris (catatan: karena Guru berbicara dengan siswa yang berbahasa Inggris). Dan saat kalian berbicara, dia memahaminya, karena kalian membentuk suatu gambaran dalam pikiran kalian tentang apa yang sedang kalian bicarakan. Terdapat hubungan antara apa yang kalian sedang katakan dan apa yang sedang kalian pikirkan, kalian paham.

Sebagai contoh, bila saya ingin meminta tolong pada seorang saudara
untuk “membawa saya secangkir air”, maka dalam pikiran saya ada
secangkir air, dan itulah yang dia pahami. Hanya saja, bila kita tidak
memiliki bakat khusus itu, kita tidak dapat memahami apa yang dia
katakan kepada kita, setidaknya tidak demikian jelas. Kita dapat
memiliki perasaan dan intuisi. Tetapi, itu hal yang berbeda dengan
saudari yang ini; dia sungguh-sungguh dapat berbicara dengan hewan bila
dia mau.

Solusi Utama Perubahan Iklim – Vegetarisme

Solusi Utama Perubahan Iklim – Vegetarisme

Supreme Master Ching HaiMaha Guru Ching Hai – guru spiritual terkenal di dunia, artis, dan humanitarian

“Akar dari permasalahan kita adalah kita telah bersikap tidak baik terhadap sesama penghuni Bumi kita: yang hidup, yang mempunyai perasaan, yang berjalan, yang bergerak, makhluk yang penuh kasih, seperti hewan, dari segala ukuran dan bentuk. Dan kita juga telah bersikap tidak ramah dengan lingkungan kita. Kita telah membantai hewan sesama penghuni Bumi kita, dan kita telah menghancurkan lingkungan kita, seperti pembabatan hutan, dan merusak air serta merusak udara. Jadi, untuk dapat memecahkan masalah yang kita hadapi sekarang ini, kita harus mengubah tindakan kita. Kita harus bersikap baik kepada sesama penghuni Bumi kita. Bukan malah membunuh mereka, membantai mereka, mengorbankan mereka, kita harus peduli pada mereka. Dan bukan malah menebang pohon, kita harus menanam pohon kembali. Peliharalah apa saja yang ada di lingkungan kita.”

Lihat semua link yang serupa

Top climatologist Dr. James Hansen Dr. James Hansen – ahli iklim terkemuka NASA

“Ada banyak hal yang dapat orang-orang lakukan untuk mengurangi emisi karbon mereka, tetapi mengganti bola lampu Anda atau hal-hal lainnya tidak begitu efektif jika dibandingkan dengan mengubah pola makan Anda, karena jika Anda makan dari rantai makanan yang lebih rendah daripada memakan hewan ternak yang menghasilkan banyak gas rumah kaca serta memakai banyak energi dalam proses untuk menghasilkan daging itu, maka dengan cara itu Anda benar-benar dapat memberi kontribusi yang besar daripada tindakan lainnya. Jadi, dari sisi individu, itulah cara terbaik yang dapat Anda lakukan. Salam kepada Supreme Master TV. Pesan saya untuksemuanya adalah: Jadilah Vegetarian, Bertindaklah Hijau, Selamatkan Bumi.”

show videoTampilkan Video | show videoSembunyikan Video

Dr. Rajendra Pachauri Dr. Rajendra Pachauri – Ketua Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC)

“seluruh siklus produksi dan konsumsi daging, sangat besar dalam hal emisi karbon dioksida. Dan, karena itu, saya selalu katakan bila Anda mengurangi makan daging, Anda akan lebih sehat dan begitu pula planetnya!

Saya pikir hal itu akan sangat membantu masyarakat dunia, bila kita mengkonsumsi lebih sedikit daging. Tetapi, saya hanya menyoroti fakta bahwa seluruh siklus daging sangat, sangatlah besar dalam emisi karbon dioksidanya.”

“Saya sampaikan Jadilah Vegetarian, Bertindak Hijau, Selamatkan Bumi!”

show videoTampilkan Video | show videoSembunyikan Video

Dampak produksi & konsumsi daging pada perubahan iklim

Daging dan Perubahan Iklim

Pembabatan Hutan

Kekurangan Pangan

Kekurangan Air dan Polusi

Penangkapan Ikan yang Berlebihan dan Zona Mati

Penyakit-Penyakit yang Berkaitan dengan Daging


Lihat semua link yang serupa di

Organic Farming

Organic Farming

In one of the longest studies ever conducted on organic farming practices, research by the US-based Rodale Institute has found that organic soil management not only minimizes fossil fuel use, it can also reduce atmospheric carbon dioxide by removing it from the air and storing it as carbon in the soil. Scientists at the institute estimate that if organic practices such as planting cover crops, composting and crop rotation were implemented on the planet’s 3.5 billion tillable acres, nearly 40 percent of current CO2 emissions could be absorbed.

A farmer can feed up to 30 persons throughout the year on 1 hectare with vegetables, fruits, cereals and vegetable fats If the same area is used for the production of eggs, milk or meat, the number of persons fed varies from 5 to 10
Source: FAO, 2006; CAST 1999; B. Parmentier, 2007

We are short of food; everywhere is food shortage. Everywhere the food price rising so high that people, even middle class people are having difficulty to make ends meet.

So growing vegetables now should be profitable, should be a very good incentive already. If the government encourages them, explains to them, they will know it. And the best is if the government can do it. But you, individual citizens of the world can also do it.

Try to go to the farmers one by one, whenever you can make the time to go, even though we are not in a power position like the government. But we can try, one by one to persuade the farmers to change their lives, to grow vegetables to feed humans instead of raising animals. Tell them the picture. Tell them the situation.
– Supreme Master Ching Hai – 6 July 2008– London Conference (1)

Dalam salah satu penelitian terpanjang yang pernah dilakukan mengenai praktik-praktik pertanian organik, pertanian yang dilakukan oleh Institut Rodale yang berbasis di AS telah menemukan bahwa pengelolaan tanah secara organik tidak hanya meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil, tetapi juga mengurangi karbon dioksida di atmosfer dengan cara menghilangkannya dari udara dan menyimpannya sebagai karbon di dalam tanah. Para ilmuwan di institut itu memperkirakan bahwa bila praktik-praktik organik seperti menanam tanaman pelindung, membuat kompos, dan rotasi tanaman diterapkan pada 3,5 miliar lahan yang dapat ditanami di planet ini, sekitar 40 persen emisi CO2 saat ini dapat diserap.

Seorang petani dapat memberi makan hingga 30 orang sepanjang tahun dengan 1 hektar sayur-sayuranm buah-buahan, sereal, dan lemak nabati. Bila luas area yang sama digunakan untuk menghasilkan telur, susu atau daging, jumlah orang yang dapat diberi makan bervariasi dari 5 hingga 10 orang.

Sumber: FAO, 2006; CAST 1999; B. Parmentier, 2007

Kita kekurangan pangan; dimana-mana kekurangan pangan. Dimana-mana harga pangan naik sangat tinggi sehingga orang-orang, bahkan orang-orang di kelas menengah mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya.

Jadi, menanam sayur-sayuran sekarang ini mestinya menguntungkan, mestinya sudah dapat menjadi insentif yang baik. Bila pemerintah mendorong mereka, menjelaskan pada mereka, mereka akan mengetahuinya. Dan yang terbaik adalah bila pemerintah dapat melakukannya. Tetapi Anda, individu-individu warga dunia dapat juga melakukannya.

Cobalah pergi ke peternak satu demi satu, kapanpn Anda dapat menyisihkan waktu untuk pergi, meskipun kita tidak dalam posisi berkuasa seperti pemerintah. Tetapi Anda dapat mencoba, satu demi satu untuk membujuk para peternak untuk mengubah hidup mereka, untuk menanam sayur-sayuran untuk memberi makan manusia daripada beternak hewan. Beri mereka gambarannya. Jelaskan situasinya pada mereka.
– Maha Guru Ching Hai – 6 Juli 2008 – Konferensi London(1)

Barack Obama :The Dangers Of Modern Factory Agriculture

Barack Obama Discusses The Dangers Of Modern Factory Agriculture

Filed under: green and famous — parrish @ 11:53 am

Granted I was only born during Reagan’s presidency, but it’s hard for me to recall hearing a president discuss modern agriculture (see also: factory farming) in any sort of productive way.

President Elect Barack Obama recently chatted with New York Times contributer Joe Klein about food policy and the dangers of our current system. Obama said:

“I was just reading an article in The New York Times by Michael Pollan about food and the fact that our entire agricultural system is built on cheap oil. As a consequence, our agriculture sector actually is contributing more greenhouse gases than our transportation sector. And in the mean time, it’s creating monocultures that are vulnerable to national security threats, are now vulnerable to sky-high food prices or crashes in food prices, huge swings in commodity prices, and are partly responsible for the explosion in our healthcare costs because they’re contributing to type 2 diabetes, stroke and heart disease, obesity, all the things that are driving our huge explosion in healthcare costs.”

I just love that Obama is publicly acknowledging that factory farming contributes more to global warming than all our methods of transportation combined! What do you think about Obama’s point of view? Is he on the right track? Chime in and share your thoughts!

Baru-baru ini Presiden terpilih Barack Obama berbincang-bincang dengan kontributor New York Times Michael Polen mengenai kebijakan pangan dan bahaya sistem saat ini.1,2

Presiden terpilih Obama berkata:

“Saya baru saja membaca sebuah artikel di New York Times yang ditulis oleh Michael Pollen mengenai pangan dan fakta bahwa seluruh sistem peternakan kita bergantung pada minyak yang harganya murah. Sebagai akibatnya, sektor peternakan kita sebenarnya menyumbang lebih banyak gas rumah kaca daripada sektor transportasi kita. Dan sementara itu juga, peternakan menciptakan monokultur yang rentan terhadap ancaman ketahanan nasional, rentan terhadap harga pangan yang meroket ataupun anjlok, naik turunnya harga komoditas, dan sebagian bertanggung jawab atas ledakan biaya medis karena peternakan menyebabkan diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung, obesitas, semua hal yang mendorong pengeluaran besar-besaran dalam biaya medis kita. Itu hanya satu sektor ekonomi. Hal yang sama juga berlaku di sektor transportasi. Hal yang sama juga berlaku dalam konstruksi bangunan. Di seluruh bidang sama.

Bagi kami boleh dibilang kami akan memperbarui total bagaimana kita menggunakan energi untuk menangani perubahan iklim, menangani ketahanan nasional, dan mendorong ekonomi kita, itu akan menjadi prioritas nomor satu saya ketika saya masuk bekerja, dengan asumsi, sudah jelas, bahwa kita sudah cukup berbuat sesuatu untuk menstabilkan situasi ekonomi saat ini.”

Akhirnya, Barack Obama mengakui secara terbuka bahwa peternakan menyumbang lebih banyak gas rumah kaca daripada seluruh transportasi. Bagi Anda yang belum tahu mengenai hal ini, silakan simak laporan PBB berikut ini.

Food and Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%).3 Lebih lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia  (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2)4. Selain itu, United Nations Environment Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008, menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2.5 Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB, Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk berhenti makan daging untuk mengerem pemanasan global.6

“Jika seluruh dunia menjadi 100% vegetarian saat ini, efek baiknya akan terlihat kira-kira dalam 60 hari. Dunia akan kembali menjadi Firdaus. ~ Supreme Master Ching Hai”7

Sumber : 1Ecorazzi, 2Gristmill, 3FAO, 4Meat’s Carbon Hoofprint, 5UNEP, 6Google, 7Kontak Tuhan

%d bloggers like this: