SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Himme Manusia

Saya sangat menyukai syair-syair dari Kahlil Gibran (1833-1931), seorang penyair Arab perantauan terbesar yang terkenal memiliki cita rasa oriental yang eksotik-mistik, dan karya-karyanya telah diterjemahkan lebih dari 20 bahasa. Berikut ini adalah salah satu  syair yang menggambarkan konsep pengertian lingkaran kehidupan dan kematian yang terus menerus karena timbulnya sifat ke-aku-an, pencarian yang tak berkesudahan, penemuan atas kunci pencerahan, dan kebijaksanaan untuk mencapai Kesadaran Sempurna, terbebas dari segala tawanan persoalan dan kesangsian.

Himne Manusia

Aku dulu, dan aku kini.

Demikianlah aku akan ada hingga akhir waktu, karena ada-ku tiada akhir.

Telah kulintasi angkasa luas tak terhingga, dan terbang ke dunia fantasi,

dan menarik dekat lingkaran cahaya di ketinggian.

Namun lihatlah diriku seorang tawanan persoalan.

Telah kudengarkan ajaran Confucius, dan mendengarkan kearifan Brahma,

dan duduk di sisi Buddha di bawah pohon pengetahuan.

Lihatlah diriku kini menghadapi kejahilan dan kekafiran.

Telah kukenal Sinai ketika Yang Maha Kuasa memperlihatkan diriNya kepada Musa.

Dekat Yordania telah kusaksikan mukjizat orang Nazareth.

Di Madinah aku mendengar kata-kata Rasul dari Arabia.

Lihatlah diriku kini seorang tawanan kesangsian.

Telah kusaksikan kejayaan Babilonia dan kemuliaan Mesir dan keangungan Yunani.

Mataku tak henti menatap kekerdilan dan kemiskinan karya mereka.

Aku telah duduk bersama tukang sihir wanita dari Endor dan pendeta Asyiria,

dan para nabi Palestina, dan aku tak henti menyanyikan kebenaran.

Telah kupelajari kearifan yang turun ke India,

dan memperoleh keuntungan atas persajakan yang baik dari jantung Arabia,

dan mendengarkan musik rakyat dari Barat.

Namun aku tetap buta dan tak melihat; telingaku tuli dan aku tak mendengar.

Telah kupikul kekerasan para penakluk yang tak pernah kenyang,

dan merasakan tindasan para tiran dan perbudakan dari yang sangat kuat.

Namun, kutetap kuat melakukan pertempuran bersama hari-hari.

Semua ini telah kudengar dan saksikan,

dan aku tetap seorang anak.

Dalam kebenaran kan kudengar dan saksikan perilaku remaja,

dan berangkat tua dan mencapai kesempurnaan dan kembali kepada Yang Maha Kuasa.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: