SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Ibu Kita Kartini adalah Vegetarian

http://detikinfo.blogspot.com/2010/04/ra-kartini-was-vegetarian-says-who.html

Have you known that RA Kartini was a vegetarian? This information was revealed from the national heroine’s letter sent to her fellows, Mrs Abendanon-Mandri and her husband on Oct. 27, 1902. Kartini was 23 years old at that time.

“We stay away from consuming meat. We planned this long time ago and even we just ate plantations but it could not last long. I was so young at that time, at around 14 or 15 years old,” said RA Kartini on excerpts taken from her letter referring to her survival with her sisters for being vegetarians.

“Vegetarianism is a prayer without words raised to Lord,” said her on the other excerpts read by Chindy Tan, a dentist who is also a coordinator of DIY-Central Java Indonesia Vegetarian Society (IVS), on Wednesday.

Posted by Yohanes Ari Putra at 9:06 PM

http://nasional.kompas.com/read/2010/04/21/08471776/Siapa.Menyangka.RA.Kartini.Vegetarian

Hari Kartini
Siapa Menyangka RA Kartini Vegetarian
Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya
Rabu, 21 April 2010 | 08:47 WIB
KOMPAS/PRIYAMBODO
Lukisan pahlawan RA Kartini yang menghiasi salah satu sudut SD Negeri Larangan Utara 1, Tangerang, Banten.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sudah tahu RA Kartini vegetarian? Itu tercantum dalam surat RA Kartini sendiri kepada sahabatnya, Ny RM Abendanon-Mandri, dan suaminya pada 27 Oktober 1902. Saat itu Kartini berusia 23 tahun.

Sebagian kutipannya begini, “Kami sekarang pantang makan daging. Sudah lama kami merencanakan itu, dan bahkan beberapa tahun saya hanya makan tanaman saja, tetapi tidak punya cukup keberanian susila untuk bertahan. Saya masih muda sekali, masih berusia 14, 15 tahun.” (kami menunjuk pada Kartini dan adik adiknya).

Sebagian kutipannya lagi, “Vegetarisme itu doa tanpa kata kepada Yang Maha Tinggi.” Kutipan terakhir inilah yang paling populer di kalangan vegetarian. “Kartini sudah memahami vegetarian dan bervegetarian,” ujar Chindy Tan, dokter gigi yang juga Koordinator Indonesia Vegetarian Society (IVS) DIY-Jateng, Rabu (21/4/2010).

http://onlyoneearth.wordpress.com/2009/04/21/ra-kartini-vegetarian-adalah-doa-tanpa-kata-ke-hadirat-yang-mahatinggi/

R.A. Kartini: “Vegetarian adalah Doa Tanpa Kata ke Hadirat Yang Mahatinggi”

April 21, 2009 in Manusia Cinta & Tuhan, artikel Chindy Tan

Oleh Chindy Tan

Dikutip dari Surat Kartini kepada Ny.R.M. Abendanon-Mandri dan suaminya (Brieven aan mevrouw R.M. Abendanon-Mandri en haar echtngenoot met andere documenten)

itop_180308085617
sumber gambar: indotoplist.com

Dokumen 75: 27 Oktober 1902

“Sekarang kami masih harus menceritakan sesuatu mengenai diri kami, kami tidak tahu pendapat Nyonya, kami sekarang pantang makan daging. Sudah lama kami merencanakan itu dan bahkan beberapa tahun saya hanya makan tanaman saja tetapi tidak punya cukup keberanian susila untuk bertahan. Saya masih muda sekali, masih berusia 14, 15 tahun. Dengan pantangan itu dikatakan saya mempunyai berbagai tujuan, dan sebagai anak saya masih terlalu muda untuk membela kata hati, membiarkan diri dibuat bingung menyerah, tetapi merencanakan memulai lagi, segera sesudah saya berkuasa atas diri sendiri. Kemudian kami putuskan melaksanakan rencana kami kalau kami sudah tidak di sini lagi. Tetapi ini terlalu lama dan kami sudah melaksanakannya sekarang. Kami sehat dan secara batiniah itu baik bagi kami.

Seperti yang sudah kami katakan kepada Nyonya, diperlukan keberanian susila, yang lebih lanjut daripada keberanian pribadi untuk melaksanakan dan mempertahankannya.

Vegetarisme itu doa tanpa kata kepada Yang Mahatinggi” Ya betul kata orang itu doa tanpa kata, doa dalam perbuatan, doa untuk mohon tenaga dan kekuatan

Kami mohon izin kepada Ibunda pantang makan daging, dan Ibunda mengizinkan dengan senang hati, dengan ikhlas. Annie akan sangat marah, kalau dia mendengar tentang pantangan itu, dia selalu marah kalau kami membicarakan rencana kami untuk pantang makan daging. “Kamu mau mati?” tanyanya. Seolah-olah orang yang makan daging tidak mati.

Bagi saya, Kartini adalah sosok wanita-manusia. Wanita yang rindu mengantar semua hati melihat wanita sebagai manusia. Peka terhadap kesenjangan apa pun. Alur berpikir yang provokatif, mengajak kita untuk tidak menelan mentah-mentah segala sesuatu melainkan uji dengan hati dan otak. Dia tak lelah membawa hati untuk bertanya.

Adalah Kartini yang menggugat arti beradab ketika kejujuran tak lagi bertahta, dalam surat yang sama 27 Oktober 1902
“Tuhanku, apakah sebenarnya peradaban itu? Apakah…apakah peradaban itu merupakan kelihaian berbuat…pura-pura?
Menggugat niat tulus dari setiap bentuk ambiguitas,” kami sendiri mengetahui sungguh-sungguh jumlah orang yang dengan tulus ikhlas hendak menolong kami, dapat kami hitung dengan jari. Dan kami tidak sampai menggunakan dua belah tangan untuk menghitung jari itu.
Nyonya kira kami tidak tahu, apa yang menyebabkan ‘de Echo’ suka sekali memuat karangan kami…Sebab karangan itu merupakan iklan yang bagus bagi surat kabar tersebut. Majalah ‘De Hollandse Lelie’ menyediakan ruangannya bagi saya..untuk apa? untuk iklan! Surat-surat seorang gadis dari Timur, seorang gadis Jawa sejati”
Kartini keras menyoroti niat ‘kedua’ dari topeng seolah-olah tulus dari sebuah ambiguitas. Niat harus lurus dan tulus tanpa embel-embel.

Kartini juga tak segan mendobrak budaya tanpa isi. Dalam dokumen 118: 25 Agustus 1903 “Sudah saya katakan, saya tidak suka kaki saya dicium. Tidak pernah saya izinkan orang berbuat demikian pada saya. Yang saya kehendaki kasih sayang dalam hati sanubari mereka, bukan tata cara lahiriah!

Sahabat, bagi saya Kartini adalah suluh yang menerangi cermin pemantul jati diri setiap hati, agar setiap hati memandang jelas hakikat manusia dalam diri seorang wanita, hakikat hidup yang setara.

Salam Kebaya;)

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: