SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Rumah Hutan Cidampit


image

https://m.youtube.com/watch?v=zlFQIMRaKfs&feature=youtu.be

Sabtu lalu, akhirnya terkabul juga keinginan untuk menjelajahi kembali bukit Cidampit di daerah Serang, Banten. Setelah sebelumnya, di musim penghujan yang lalu, dengan bermandikan lumpur dan peluh merasakan perjuangan penuh hasrat melewati kubangan2 liar dan licinnya akar kayu di dalam hutan yang mengurat karena berlalunya usia.

image

image

image

Kali ini, kami terdiri dari 39 MTB bikers ditemani 4 marshal setempat, berhasil menyelesaikan single trek di bukit Cidampit dan memasuki Rumah Hutan yang terkenal itu sekitar jam 10.30 pagi. Kurang lebih dua setengah jam perjalanan dari start pertama setelah di drop dengan truk dari kantor Bupati Serang menuju lokasi dekat kebun karet.
image

image

image

image

image

image

Sesampai di Rumah Kayu, kelapa muda yang kelihatannya baru dipetik dari pohon, sudah berjejer di hadapan seorang ibu setengah baya yang dengan sigap membelah setiap kelapa untuk disajikan buat kami, cukup melarutkan dahaga.
image

image

Kalau lagi musim duren, bisa juga menikmati duren yang tumbuh di sekitar sana. Sayangnya, kami hanya bisa menatap sendu pohon duren tanpa buah yang menjulang tinggi ke langit dan ikut merasakan nestapanya dalam menghadapi musim kemarau ini. 😥

Banyak kata-kata petuah yang mengandung moral tinggi dibingkai dan digantung di sekitar Rumah Hutan. Tidak jelas siapa yang menurunkan petuah tsb namun semuanya mencerminkan kalau petuah tsb diturunkan oleh Tetua desa di sana yang sudah memiliki tingkat pemahaman terhadap akhlak kehidupan yang baik, termasuk etika menjaga kelanggengan berumahtangga.

image

Di Rumah Kayu, kami disajikan makanan alam beralaskan daun pisang. Menyadari bahwa saya satu-satunya Vegan, juru masak Mang Wawan yang berewokan sangat peduli dan dengan telaten memasak spesial jamur tiram oseng buat saya, selain tentunya bihun yg digoreng dengan jamur juga untuk dimakan bersama. Walau pun saya sudah membekali diri dengan beberapa makanan vegan yang saya persiapkan dari rumah, osengan jamur tsb terasa gurih sekali. Barulah saya tahu resepnya dari Mang Wawan yang juga bertindak sebagai salah satu Marshal atau penunjuk jalan, bahwa setelah jamur dibersihkan dengan air, agar direndam dulu menggunakan air kelapa selama beberapa jam. Setelah itu baru dibumbui dan dioseng.

image

image

image

image

Setelah beristirahat cukup selama hampir satu jam lebih di Rumah Hutan, akhirnya kami melanjutkan trek terakhir melintasi sungai yang pada saat kemarau ini dangkalnya hanya setumit. Setelah melewati sungai, kami masih harus mendorong sepeda naik ke atas bukit. Anak-anak desa yang polos di sana agak terlambat menyadari kehadiran kami, setelah hampir separuh dari kelompok kami sudah bersusah payah memanjat ke atas bukit, segerombolan bocah desa yang masih kecil menyerbu keluar dari rumah mereka, tanpa beralaskan kaki,  berlari  dengan riang dan tergopoh2 menuruni bukit untuk menawarkan jasa joki mengangkat sepeda, melewati sungai dan membopong naik sepeda ke atas bukit. Upah sepuluh ribu per sepeda yang diperoleh tentunya sangat berarti buat para bocah ini yang pasti masih duduk di bangku sekolah SD, untuk sekedar menambah uang jajan selama berminggu minggu, atau bahkan menambah lauk buat seisi rumah yang kemungkinan orangtua mereka juga sedang mengalami kesulitan beras karena kemarau panjang yang meretakkan ladang sawah para petani.

image

image

Sesampai di Kantor Bupati tempat kami memarkir mobil sekitar jam dua lewat sore hari itu, dan seusai menyiramkan diri dengan air yang bersih di kamar mandi umum Kantor Bupati, terasa seluruh peluh dan penat ikut mengalir turun terbasuh.

Sungguh menyenangkan perjalanan kali ini, meskipun sempat terguling dua kali dalam kesadaran penuh termasuk salah satunya berguling ala Aikido (😆 he he tidak sia2 juga membekali diri dengan Aikido), kita semua akhirnya kembali ke rumah dengan sehat walafiat.

Jakarta, akhir minggu kedua September 2015

WorldVeganWorldPeace

%d bloggers like this: