SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Apakah Vitamin, Mineral dan Suplemen dapat Meningkatkan Kualitas Kesehatan Kita?


Apakah Vitamin, Mineral dan Suplemen dapat Meningkatkan Kualitas Kesehatan Kita? Bagaimana dengan Chlorophyll??

Tidak sedikit orang berduit yang membeli atau memesan suplemen dari Amerika Serikat atau negara maju yang lain. Iklan di media maupun iklan dari mulut ke mulut membuat suatu paradigma bahwa suplemen merupakan salah satu kebutuhan utama manusia.

Salah satu industri yang berkembang paling cepat di dunia adalah industri suplemen atau nutrisi. Produk mereka berupa vitamin, mineral dan suplemen (VMS).

Sesuai catatan dari Nutritional Business Journal, bisnis VMS ini mencapai omset32 milar dollar AS setahun pada tahun 2012 dan diperkirakan akan meningkatdua kali lipat atau menjadi 60 miliar dollar AS pada tahun 20211).

Lebih dari 50% penduduk Amerika Serikat rutin mengkonsumsi suplemen, herbal atau bukan1). Ini adalah ajang bisnis yang sangat menarik bagi para pengusaha di manapun. Mereka menjualnya dengan cara MLM atau dengan berbagai cara. Paradigma atas kebutuhan vitamin dan suplemen menjadi tertanam dalam masyarakat sedemikian hebat.

Atas negosiasi dan pendekatan yang luar biasa dari para pebisnis farmasi dan produsen obat herbal,  bahkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat ( US Food and Drug Administration) kemudian menghilangkan peraturan tentang batasan pendidikan atas suplemen yang dikenal sebagai “The Dietary Supplement Health and Educational Act” yang dikeluarkan pada tahun 1994.

Dengan demikian, penduduk Amerika Serikat dan dunia kini akan lebih mudah membeli dan mendapatkan VMS. 

Apakah nutrisi ini semua bagus untuk tubuh kita?

Jika memang nutrisi itu begitu penting,apakah benar dan cocok kita mengkonsumsi VMS alih-alih mengkonsumsi buah segar matang tak berlemak lokal musim murah dan kalau bisa gratis dengan dilengkapi sayur segar berwarna hijau dan organik???

Apakah agar kita selalu sehat, kita harus mengkonsumsi vitamin, minum jamu dst.?

Bahkan Bapak Joko Widodo,  presiden terpilih Republik Indonesia, pun rutin minum jamu. Mereka percaya bahwa “jamu” dapat menjaga kesehatannya.

Padahal begitu banyak yang disembunyikan dalam sebuah paket vitamin, mineral atau suplemen, yang herbal maupun buatan farmasi. Di dalamnya juga terdapat tambahan hormon dan zat-zat aktif yang lain yang dapat memberikan akibat buruk bagi kesehatan kita.

Tidak hanya itu, paket vitamin, mineral atau suplemen itu sering sekali tidak bisa terserap habis oleh tubuh. Tubuh hanya menggunakan vitamin dan mineral secukupnya saja. Vitamin dan mineral yang berlebihan atau yang tidak terserap akan menjadi racun atau beban bagi tubuh.

Mengkonsumsi nutrisi lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh tidak akan memberikan tambahan energi, tidak akan menambah kemampuan berpikir dan juga tidak meningkatkan perlindungan tubuh terhadap penyakit.

Para peneliti di Universitas Colorado mendapatkan bahwa 40% pasien yang dibedah mengalami pendarahan serius karena mereka mengkonsumi vitamin atau produk herbal yang menghalangi pembekuan darah. 17% di antaranya mengalami efek anesthesia (tidak sadar diri karena obat bius) lebih lama daripada seharusnya2).

Mari kita lihat beberapa contoh berikut…

 

Vitamin A

Overdosis vitamin A dapat menyebabkan pembengkakan otak dan kegagalan liver. Sekalipun kejadian ini tidak sering ditemukan, tetapi mengkonsumsi vitamin A sedikit saja lebih tinggi dari batas yang diperbolehkan sudah dapat menipiskan tulang dan mengingkatkan resiko keretakan tulang3).

 

Suplemen Zink

Tidak sedikit suplemen vitamin atau obat flu yang difortifikasi (ditambahi) dengan zink. Padahal sekalipun dalam dosis yang kecil, suplemen zink dapat berbahaya karena menyebabkan penurunan kandungan copper dan berbagai mineral yang diperlukan tubuh4).

Zink juga bisa menyebabkan kerontokan rambut5). Nah, perhatikan kandungan yang ada pada suplemen yang akan Anda konsumsi. Hati-hati juga, terutama suplemen herbal, mereka sering tidak menuliskan semuanya, karena selain mungkin disembunyikannya juga mungkin mereka tidak mengetahuinya.

 

Suplemen Vitamin E dan Selenium

Ini yang paling mengejutkan karena suplemen ini justru membuat kejadian kanker prostate meningkat dengan tajam. Bahkan sekarang National Cancer Institute sudah melarang para pria mengkonsumsi suplemen tersebut.

Suplemen vitamin E justru dengan tajam meningkatkan (hingga 2 kali lipat resiko kanker prostat pada pria normal6,7).

Suplemen vitamin E juga meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru8).

 

Zat Besi dan Kalsium

–       Pada bulan Mei 2009, Badan Pengawasan Makanan dan Obat Amerika Serikat (United States Food and Drug Administration) menurunkan ambang batas asupan kalsium, dari semula 2.000 miligram per hari menjadi 400 mg per hari, karena banyak yang justru menderita osteoporosis akibat overdosis asupan kalsium9).

–       Pada tahun 1960, WHO mencatat bahwa : pemberian suplemen zat besi kepada masyarakat Afrika yang mengalami anemia justru mengakibatkan banyak kematian karena infeksi, terutama malaria. Zat besi, seperti juga logam berat yang lain seperti timah, merkuri, kadmium, nikel, mangaan (pada kedelai) dst akan memproduksi radikal bebas sehingga akan meningkatkan pertumbuhan sel, bakteri dan parasit serta kanker10).

–       17% kematian balita di Amerika Serikat antara tahun 1988 dan 1992 disebabkan oleh overdosis zat besi, karena itu pada tahun 1997 BadanPengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) mengingatkan para orang tua dan praktisi kesehatan untuk membatasi pemberian suplemen zat besi11).

–       Pada bulan Mei 2012, dari hasil penelitian nutrisi di Eropa (Eurepean Prospective Investigation into Cancer and Nutrition Study, EPIC-Heidelberg) yang dipublikasikan resmi di Heart Journal volume 98 disebutkan bahwa pemberian suplemen kalsium dapat meningkatkan resiko kematian karena serangan jantung dan juga meningkatkan resiko stroke12).

 

Chlorophyll

Suplemen chlorophyll biasanya dibuat dari alfalfa, algae, barley, spirulina (blue-green algae) dan  daun gandum.

Berbeda dengan mendapatkan chlorophyll dari sayur segar berwarna hijau, cairan chlorophyll atau ekstrak chlorophyll atau suplemen chlorophyll bisa mengakibatkan beberapa hal sebagai berikut13):

–      Merusak Sistem Saraf dan Membuat Ketidakseimbangan Hormon

Pestisida atau berbagai racun berbahaya dari lingkungan dapat terlarut ke dalam larutan chlorophyll. Merkuri merupakan racun terutama yang munkin ada jika chlorophyll itu diambil dari ganggang laut seperti spirulina.

 

–      Membuat Kelainan Pencernaan

Beberapa orang mengalami diare sehingga pada akhirnya bisa mengalami dehidrasi, tetapi beberapa yang lain justru mengalami konstipasi (sembelit). Beberapa yang lain lain mengalami perubahan warna kencing, kotoran (feces) atau lidah. Ada juga yang mengalami gangguan perut ringan, nyeri perut hingga mual dan muntah.

Warna air kencing dapat berubah menjadi kuning, hijau hingga hitam. Jika kotoran (feces) berwarna hitam dan atau kencing berwarna hitam, bearti kita mulai mendapat masalah kesehatan.

 

–      Alergi

Beberapa lagi menunjukkan reaksi alergi, dari yang ringan hingga berat. Gejala alergi ini bisa berupa gatal, susah bernafas karena leher terasa tertekan dan atau juga lidah terasa kesemutan. Reaksi yang lain nampak pada kulit, seperti kulita merah atau gatal sekali.

 

–      Gangguan Kulit

Kulit merah dan gatal hingga peradangan kulit tidak selalu karena alergi tetapi juga mungkin bisa karena kandungan magnesium yang terdapat pada chlorophyll.

 

–      Gangguan Pernafasan

Bakteri datang dengan berbagai bentuk dan rupa. Bakteri di dalam perut dan mulut ada yang berguna sebagai bakteri “baik” yang membantu pencernaan. Larutan chlorophyll dapat membunuh bakteri baik ini secara signifikan sehingga dapat membuat mulut bau (halitosis), peradangan di tenggorokan, esophagus dan paru-paru.

 

–      Tidak Tahan Sinar Matahari

Beberapa dilaporkan menjadi sangat peka terhadap matahari.

Para wanita yang sedang hamil atau yang sedang menyusui disarankan untuk menghindari suplemen chlorophyll.

 

Berbagai Suplemen Herbal yang lain

Bagaimana dengan madu, teh hijau, kopi, kulit manggis, daun sirsak, larutan lemon  dst?

Ikuti berbagai diskusi yang lalu tentang

–      Polyphenols and Flavanoids (Apakah Teh Hijau atau Madu itu Sehat dan Mencegah Kanker)?

https://groups.google.com/forum/#!searchin/segarbugarsepanjangmasa/kanker$209|sort:relevance/segarbugarsepanjangmasa/uiGiA0B1zEM/e7EPkbEe8BgJ

–      Obat atau Suplemen untuk Kanker

WorldVeganWorldPeace

%d bloggers like this: