SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

“Raw Food” Bikin Wanita 29 Tahun Ini Dikira Remaja


“Raw Food” Bikin Wanita 29 Tahun Ini Dikira Remaja
Penulis : Unoviana Kartika | Senin, 14 Oktober 2013 | 11:42 WIB
|

Susan Reynold menjalani diet “raw food”

KOMPAS.com — Makan makanan mentah seperti kacang, biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran mungkin terdengar tidak terlalu mengundang selera, tetapi itulah yang membuat Susan Reynolds (29) sering dikira remaja usia 16 tahun.

Sudah sejak tujuh tahun lalu ia berhenti mengonsumsi makanan yang dimasak. Sebagai gantinya, Susan memilih untuk makan buah, sayur, biji-bijian, serta kacang-kacangan yang tidak melalui proses pemasakan sebelumnya alias mentah.

Sosok ramping ini setiap hari mengonsumsi lusinan porsi buah dan sayuran. Dia bahkan menciptakan sejumlah resep makanan untuk membuat menu makan lebih menarik dan tidak membosankan.

Pola makan seperti itu tidak dimulai Susan sejak kecil. Saat masih remaja hingga kuliah, gaya hidup Susan bahkan jauh dari sehat, dia mengonsumsi junk food, hingga minuman beralkohol. Namun setelah mengikuti kelas yoga di India, sontak pola makannya pun berubah.

Saat itu, Susan memutuskan untuk menjadi vegetarian dan berlatih menjadi pengajar yoga sebelum akhirnya beralih pada pola makan “raw food”. Susan mengatakan, dirinya pergi untuk makan di restoran Red Sugar di Edinburgh yang menyajikan makanan mentah. Pemilik restoran menjelaskan sedikit tentang pola makan tersebut sebelum dia pulang. 

“Dan ternyata aku langsung merasakan manfaatnya dalam satu hari. Sejak itu, aku tidak lagi makan makanan panas selama tujuh tahun terakhir,” tuturnya.

Menurut Susan, keuntungan menjalani pola makan “raw food” sangat banyak, antara lain mendapatkan pikiran yang lebih jernih, positif, tubuh yang lebih sehat, berenergi, dan mampu mengambil keputusan dengan lebih baik.

“Orang lain berkomentar pada bau badan yang lebih baik, kulit yang lebih segar, dan kelihatan lebih muda. Orang mengatakan aku terlihat baik untuk orang seusiaku. Aku juga seimbang secara emosional dan bahagia,” katanya.

Susan pun mengembangkan hobi yang sekaligus pola makannya tersebut ke dalam bisnis yang dinamakan Twist and Sprout yang menawarkan cara mengenalkan “raw food” pada pola makan sehari-hari.

Sejak memutuskan untuk beralih ke pola makan “raw food”, Susan juga ikut membuat orang-orang terdekatnya mengikuti gaya hidupnya. Bahkan ibunya sembuh dari penyakit saraf yang disebut sindrom kelelahan akut dengan beralih pada pola makan “raw food”.

http://health.kompas.com/read/2013/10/14/1142340/.Raw.Food.Bikin.Wanita.29.Tahun.Ini.Dikira.Remaja

Be Vegan Make Peace

%d bloggers like this: