SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Fifth Letter to a Friend (Surat Kelima Kepada Sahabat)


Please scroll down for English:

Subjek: Mewariskan planet yang indah untuk anak cucu kita

Sahabatku Terkasih:

Siapa yang tidak mengharapkan lingkungan yang lebih baik untuk orang yang kita kasihi, sahabat, keluarga, dan anak-anak kita? Tetapi kenyataannya yang kita hadapi sekarang adalah pemanasan global yang telah membuat lingkungan kita semakin tidak layak dihuni akibat polusi, zat beracun, bencana, kelaparan, kekurangan air, lenyapnya berbagai spesies makhluk hidup, dan ketidakseimbangan ekosistem. Apakah kita memiliki solusinya? Ya! Tetapi kita harus mengambil tindakan sekarang, karena kerusakan yang terjadi sudah sangat parah, dan bahwa kita hanya memiliki waktu kurang dari tiga tahun sebelum kita mencapai titik tanpa harapan.

Kami percaya bahwa kerusakan yang terjadi di planet kita adalah akibat dari tindakan manusia yang tidak sesuai dengan hukum alam semesta. Semua kitab suci utama telah mengajarkan kita tentang hukum ini. Di India adalah merupakan prinsip tanpa kekerasan berdasarkan hukum karma; di Timur, merupakan ajaran kasih-sayang berdasarkan kebersatuan dengan semua makhluk; di Barat, merupakan perintah untuk tidak membunuh yang berdasarkan pada hukum sebab dan akibat. Kita telah dianugerahi dengan biji-bijian, sayuran, buah-buahan dan protein nabati yang berlimpah yang diperlukan untuk bertahan hidup. Kita semestinya menjadi penjaga yang baik bagi para satwa karena mereka memiliki peranan sebagai sahabat kita. Jika kita mengembangbiakkan mereka secara tidak manusiawi, menganiaya, dan menyembelih mereka demi memuaskan lidah kita, maka kita melanggar hukum alam semesta dan harus membayar hutang kita cepat atau lambat. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Jika kita mengasihi sesama dan berbagi kehidupan dengan sesama, maka kita akan diberkahi dengan kasih dan kehidupan kita akan berkembang.

Ini adalah panggilan darurat untuk melangkah menuju jalan kasih dan bertanggung jawab. Para pemimpin, media, dan seluruh rakyat perlu menyampaikan tentang bahaya makan daging sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup berkebajikan dan kasih-sayang yang akan melindungi planet kita demi generasi mendatang dan menyelamatkan kehidupan kita sendiri.

Bahaya Makan Daging

Produksi daging menghabiskan lebih dari 74% dari seluruh kedelai dan 36% dari semua biji-bijian. 1,02 miliar orang menderita kelaparan yang berkepanjangan di tahun 2009, namun kita mampu memberi makan 2 miliar orang dengan kedelai dan biji-bijian yang dijadikan pakan ternak. Produksi daging juga banyak berperan terhadap kekurangan air. Kita menghabiskan 1.200 galon air untuk menghasilkan satu porsi daging panggang, 330 galon untuk menghasilkan satu porsi ayam; tapi hanya memerlukan 98 galon untuk menghasilkan satu porsi makanan vegan yang berisi tahu, nasi, dan sayuran. Diperkirakan bahwa produksi daging memerlukan 70% dari penggunaan air. Jelas bahwa makan daging adalah penyebab utama dari permasalahan kekurangan pangan dan air kita, termasuk penyusutan dari sumber daya alam lainnya seperti lapisan tanah atas, hutan hujan, dan tanah. Hal ini bahkan belum menyebutkan secara rinci tentang kerusakan dan kerugian ekonomis di seluruh dunia karena air yang tercemar akibat industri daging.

Tingginya Jejak Karbon Daging
Menurut majalah New Scientist, sebuah tim yang diketuai oleh Profesor Akifumi Ogino pada Institut Nasional Ilmu Peternakan dan Padang Rumput di Tsukuba, Jepang, mereka mengungkapkan data tentang aspek produksi daging pada tahun 2007 dan menemukan bahwa untuk memproduksi 1 kilogram daging sapi menghasilkan lebih banyak emisi CO2 daripada berkendaraan selama tiga jam serta membiarkan semua lampu di rumah tetap menyala.
Pada penelitian yang lain, asisten profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin di Universitas Chicago juga menemukan hubungan langsung antara produksi makanan dengan perlindungan lingkungan. Mereka membandingkan emisi gas rumah kaca dari lima jenis pola makan: kebiasaan rata-rata orang amerika, daging merah, ikan, unggas dengan mereka yang vegetarian, semuanya sama-sama mengonsumsi 3.774 kalori per hari. Mereka menemukan bahwa dengan beralih dari pola makan standar orang Amerika ke pola makan vegetarian, setiap orang akan mampu mengurangi emisi gas rumah kacanya sebesar 1,5 ton per tahun.
Daging adalah Pembunuh bagi Lingkungan
Untuk menghasilkan satu pon daging sapi memerlukan 20.000 liter air. Hutan hujan seluas satu lapangan sepak bola musnah karena dialihfungsikan menjadi ladang peternakan hanya untuk menghasilkan 260 hamburger. Karena hewan ternak dikembangbiakkan dengan menggunakan teknik yang tidak berkelanjutan, hal ini telah membuat hilangnya lapisan atas tanah dan pepohonan, setiap ¼ pon hamburger mewakili 165 pon kerusakan lingkungan. Setiap pon daging panggang mengakibatkan 35 pon tanah lapisan atas hilang selamanya. Setiap inci lapisan atas tanah memerlukan 200 sampai 1.000 tahun untuk terbentuk secara alami.
Sebagai tambahan, nitrogen dalam kotoran ternak menjadi amonia dan nitrat dan merembes masuk lapisan atas tanah dan daerah resapan air bawah tanah, mencemari persediaan air minum kita dan mendatangkan malapetaka pada ekosistem air di seluruh dunia. Nitrat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem syaraf manusia, kanker, dan anoksia pada bayi. Nitrogen pada kotoran ternak juga menjadi penyumbang utama pada polusi udara dan hujan asam. Di Belanda misalnya, kerusakan yang disebabkan oleh hujan asam dari peternakan bagi lingkungan melebihi jumlah yang disumbang oleh kendaraan dan industri.
Untuk Memproduksi 1 Kilogram Daging Sapi:
•    Untuk memproduksi 1 kilogram daging sapi kita telah menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan potensi pemanasan yang setara dengan 36,4 kilogram karbon dioksida.
•    Untuk menghasilkan 1 kilogram daging sapi juga memerlukan pupuk buat tanaman sebagai makanan sapi itu yang jumlahnya setara dengan 340 gram sulfur dioksida dan 59 gram fosfat, serta menghabiskan 169 megajoule energi.
•    Satu kilogram daging sapi bertanggung jawab terhadap emisi CO2 yang jumlahnya setara dengan rata-rata mobil orang Eropa yang menempuh jarak sekitar 250 kilometer, dan membakar cukup energi untuk menyalakan lampu 100 watt selama hampir 20 hari.
Sumber: Jurnal Pengetahuan Satwa, 18 Juli 2007

Industri Peternakan adalah Penyebab Utama Kekurangan Pangan
Kenaikan harga pangan telah membuat tambahan sekitar 75 juta orang berada di bawah garis kelaparan, dan diperkirakan jumlah orang yang kekurangan gizi di seluruh dunia meningkat menjadi 923 juta pada tahun 2007.
Pertanyaannya adalah: Apakah kita kekurangan pangan? Meskipun beberapa ketidak-efisienan terjadi dalam sektor penternakan, sekitar 1/3 padi-padian dan 90% kedelai dunia digunakan untuk makanan ternak. Sebenarnya ini dapat memberi makan 2 miliar orang.
Membutuhkan 10 kg makanan ternak untuk memproduksi 1 kg daging sapi
Membutuhkan 4 hingga 5,5 kg biji-bijian untuk memproduksi 1 kg daging babi
Membutuhkan 2,1 hingga 3 kg biji-bijian untuk memproduksi 1 kg daging unggas
– Sumber: FAO 2006; CAST 1999, B. Parmentier,, 2007
Kesimpulannya, beralih ke pola makan vegan dapat mengerem hingga 80% pemanasan global, menghilangkan kelaparan dunia, menghentikan perang, memperluas perdamaian, menyelamatkan persediaan air dan sumber daya alam berharga lainnya, serta menyelamatkan manusia dari tindakan merusak diri sendiri.
Harap beritahu orang sebanyak mungkin tentang kesulitan alam dari krisis, dan solusi paling cepat dan efektif adalah: pola makan vegan organik. Terima kasih!
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: http://www.suprememastertv.com/ina
Terima kasih atas apa yang Anda lakukan untuk dunia dan generasi mendatang.

Salam Hormat,
Warga Bumi Yang Peduli

Tolong teruskan Note ini ke sebanyak mungkin sahabat-sahabat lainnya! Terima kasih.

ENGLISH:

Subject: Leaving a beautiful planet for posterity

Dear Friend:

Who wouldn’t wish for a better environment for our loved ones, friends, relatives, and our children?  But what we face now is the reality of global warming, made increasingly unlivable by pollution, toxins, disasters, hunger, water shortages, disappearing species and unbalanced ecosystems.  Do we have a solution?  Yes!  But we have to take action now, because the destruction has been so extensive that we may have less than three years before we reach the point of no return.

We believe that the damages done to our planet are a result of humans not living in accordance to the universal laws of nature.  All the major scriptures have taught us these laws.  In India it is the principle of non-violence based on the law of karma; in the East it is the teaching of compassion based on the oneness of all beings; in the West it is the commandment of not killing based on the law of cause and effect.   We have been given an abundance of grains, vegetables, fruits and plant-based proteins that are needed for survival.  We were supposed to be good stewards of animals because they have their roles as our companions.  If we, however, breed them in inhumanely, mistreat them and slaughter them merely to satisfy our taste buds, we are infringing upon the laws of the universe and would have to repay our debt sooner or later.  As we sew, so shall we reap.  If we love others and spare the lives of others, we will be given love and spared our own lives.

This is an urgent call to walk the path of love and responsibility.  Our leaders, media and populace need to tell everyone about the harms of meat eating in order to raise public awareness about compassionate and virtuous lifestyles that will preserve our planet for future generations and save our own lives.

The Harms of Meat Eating

Meat production takes up 74% of all soybean and 36% of all grains.    862 million people suffered from chronic hunger in 2008, yet we could feed 2 billion people with the soybean and grains fed to the animals.  Meat production also contributes greatly to water shortage.  It takes 1,200 gallons of water to produce a serving of steak, 330 gallons to produce a serving of chicken; it only takes 98 gallons to produce a vegan meal consisting of tofu, rice and vegetables.  It is estimated that meat production requires 70% of world water usage.  It is clear that meat eating is the main cause of our critical food and water shortage problems, as well as the depletion of other natural resources such as top soil, rainforests and lands.  This does not even take into consideration the damages and economic losses worldwide from water contamination due to the meat industry.

Meat’s High Carbon Footprint
According to the New Scientist magazine, a team led by Professor Akifumi Ogino at the National Institute of Livestock and Grassland Science in Tsukuba, Japan, studied data on aspects of beef production in 2007 and found that producing 1kilogram of beef results in more CO2 emissions than going for a three-hour drive while leaving all the lights on at home.
In another study, assistant professors Gidon Eshel and Pamela Martin at the University of Chicago also found a direct connection between food production and environmental protection.  They compared the greenhouse gas emissions that underlie five diets: average American, red meat, fish, poultry and vegetarian, all equaling 3.774 calories per day.  They found that by switching from the standard American diet to a vegetarian diet, each person will be able to reduce his or her greenhouse gas emission by 1.5 tons per year.

Meat is Murder on the Envvironment
Each pound of beef requires over 20,000 litres of water to produce.  For every 260 hamburgers consumed, a piece of our world’s valuable rainforest equivalent to the size of a football field is being razed.  As livestock are raised using non-sustainable agriculture, resulting in loss of top soil and trees, each ¼ pound humburger represents 165 pounds of ecological destruction.  For every pound of steak, 35 pounds of topsoil are forever lost.  Each inch of topsoil take 200 to 1,000 years to form in nature.
In addiition, nitrogen in cattle feces become ammonia and nitrates and seep into topsoils and underground aquifers, contaminating our drinking water supply and wreaking havoc on the aquatic ecosystems worldwide.  Nitrates can cause permanent damage to human nervous system, cancer and anoxia in babies.  Nitrogen in cattle feces is also a main contributor to air pollution and acid rain.  In Holland for example, the damages caused by acid rain from livestock to the environment exceed those from its vehicles and industries combined.

To Produce 1 Kilogram of Beef:
•    Producing a kilogram of beef leads to the emission of greenhouse gases with a warming potential equivalent to 36.4 kilograms of carbon dioxide.
•    It also releases fertilizing compounds equivalent to 340 grams of sulphur dioxide and 59 grams fo phosphate, and consumes 169 megajoules of energy.
•    One kilograms of beef is responsible for the equivalent of the amount of CO2 emitted by the average European car every 250 kilometers, and burns enough energy to light a 100 watt bulb for nearly 20 days.
– Source: Animal Science Journal, July 18, 2007

Livestock Industry is the Main Contributor to Food Shortage
Rising food prices have plunged an additional 75 million people below the hunger threshold, bringing the estimated number of undernourished people worldwide to 923 million in 2007.
The question is: do we really lack food?  Although some inefficiencies do exist in the agricultural sector, about 1/3 of all grains and 90% of soybean go to animal feed.  Again, this is enough to feed 2 billion people.
It takes 10 kilograms of animal feed to produce 1 kg of beef
It takes 4 to 5.5 kig of grain to produce 1 kg of pork
It takes 2.1 to 3 kg of grain to produce 1 kg of poultry meat
– Source: FAO 2006; CAST 1999, B. Parmentier,, 2007

In conclusion, switching to a vegan diet can halt up to 80% of global warming, eliminate world hunger, stop wars, promote peace, save precious water supplies and other natural resources, and save humanity from self-destruction.
Please tell as many people as possible about the pressing nature of this crisis, and the quickest and most effective solution: organic vegan diet.  Thank you!

For more information, please visit: http://sumprememastertv.com
Thank you for all that you do for the world and generations to come.

Respectfully Yours,
Concerned Eathling

Please forward this Note to as many friends as possible!  Thank you.

%d bloggers like this: