SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Suzuki :Kita Sedang Menghadapi Kepunahan Massal Ke-6


Severn Cullis-Suzuki spoke at the Alberta College of Art & Design on Oct. 27, 2008.Servern Cullis-Suzuki “Kita sedang menghadapi kepunahan massal ke enam yang hanya pernah kita saksikan. Yang terakhir adalah 65 juta tahun lalu. Kita merusak sistim penopang hidup kita sendiri.” “Jika Anda pikir bahwa Anda tidak terhubungkan dengan lingkungan, mulailah berpikir tentang makanan. Dan kesehatan. Anda mungkin tidak peduli tentang planet (Bumi), generasi berikutnya, namun mudah-mudahan Anda peduli akan kesehatan Anda.”
(kutipan dari ucapan asalnya di http://www.care2.com/news/member/686359244/949163 : Servern Cullis-Suzuki “We are currently undergoing the sixth mass extinction we’ve ever seen. The last was 65 million years ago. We’re undermining our own support systems.” “If you think you’re not connected to the environment, start to think about food. And health. You might not care about the planet, future generations, but hopefully you care about your health.” )
Tentang riwayat Servern Cullis-Suzuki bisa dibaca di

http://en.wikipedia.org/wiki/Severn_Cullis-Suzuki


Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Cullis Suzuki seorang anak yang pada saat berusia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah” lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan hidup PBB (

UN Earth Summit di Rio de Jeneiro pada tahun 1992. Video rekamannya  bisa dilihat di sini  http://www.youtube.com/watch?v=uZsDliXzyAY ) dimana pada saat itu Seveern baru berusia 12 tahun telah mampu berpidato begitu memukau dan bahkan membungkam para hadirin dari berbagai pemimpin dunia.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber The Collage Foundation )

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak” berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak” yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang” yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan

OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan”nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang” dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang” liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu”. tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal” tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah” kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan” salmon ke sungai asal na.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang” yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki” dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara” di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak” yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak” jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu

serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak” tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak” yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak” anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak” mereka dengan mengatakan ” Semuanya akan baik-baik saja “. ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan’ dan ‘ ini bukanlah akhir dari segalanya’

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata” mu ‘

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata” tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang” penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

” Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin

… Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Severn Cullis Suzuki (lahir di Kanada 30 Nopember 1979, ibunya Kanada, Tarra Elizabeth Cullis, seorang pengarang buku, ayahnya keturunan Jepang, David Suzuki, seorang aktivis lingkungan hidup) memang seorang aktivis lingkungan hidup cilik yang cerdas pada waktu itu. Pidato yang disampaikannya itu adalah sewaktu UN Earth Summit di Rio de Jeneiro pada tahun 1992. Video rekamannya  bisa dilihat di sini  http://www.youtube.com/watch?v=uZsDliXzyAY Bagus sekali pidatonya di depan peserta kongres waktu itu. Jarang ada anak secerdas dan sepeduli lingkungan hidup seperti dia. Sekarang dia berusia 30 tahun, dan selama 18 tahun terakhir, dia juga masih banyak berbicara tentang masalah lingkungan hidup di berbagai negara dan menghimbau orang untuk bertindak segera demi masa depan, demi penyelamatan planet Bumi dari kepunahan massal. ( “We are currently undergoing the sixth mass extinction we’ve ever seen. The last was 65 million years ago. We’re undermining our own support systems.” “If you think you’re not connected to the environment, start to think about food. And health. You might not care about the planet, future generations, but hopefully you care about your health.”)

http://www.care2.com/news/member/686359244/949163

Suzuki: The next generation

Severn Cullis-Suzuki has always been good at making people cry

Emma Gilchrist, Calgary Herald

Published: Friday, November 07, 2008

Severn Cullis-Suzuki has always been good at making people cry. In 1992, she burst into the international spotlight with a speech that brought delegates to tears at the UN Earth Summit.

She was 12 years old. She was also the daughter of famed Canadian geneticist and environmentalist David Suzuki and activist Tara Cullis.

Along with three friends, Cullis-Suzuki had formed an environmental club and raised enough money to make the trip to Rio de Janeiro, Brazil.

Severn Cullis-Suzuki spoke at the Alberta College of Art & Design on Oct. 27, 2008.

Severn Cullis-Suzuki spoke at the Alberta College of Art & Design on Oct. 27, 2008.

Courtesy, Jeff Rodier

Email to a friendEmail to a friendPrinter friendlyPrinter friendly

Font:
AddThis Social Bookmark Button
var addthis_pub = ‘canada.com’;

function textCounter(field,cntfield,maxlimit)
{
if (field.value.length > maxlimit) // if too long…trim it!
field.value = field.value.substring(0, maxlimit);
// otherwise, update ‘characters left’ counter
else
{
var divLabel = document.getElementById(“divLabel”);
divLabel.innerHTML = maxlimit – field.value.length + ” characters remaining”;

}
}

The video of that speech, which has recently experienced a resurgence on YouTube, leaves you sure of at least one thing: This was one impassioned 12-year-old.

And it still had the power to leave students (and me) bleary eyed when Cullis-Suzuki showed it before speaking at the Alberta College of Art&Design last week.

She’s toned it down a little since she was 12, but her message is much the same.

“One of the most powerful human forces is parents’ love for their children: this is your children’s world,” she said in an interview after her speech.

Back in 1992, she urged delegates to protect the environment for her generation — for their own children. “If you don’t know how to fix it, please stop breaking it,” she pleaded.

Now Cullis-Suzuki, 28, has more than a cute face and a famous dad to back her up. She has a master’s in ethnobotany(the study of the relationships between people and plants) from the University of Victoria and a degree in ecology and evolutionary biology from Yale to boot.

In the past 16 years, she has spoken around the world about environmental issues, urging listeners to act with the future in mind. Aside from that, she’s edited a book, co-hosted a TV series and sits on the board of directors of the David Suzuki Foundation. Oh, and she got married this fall and now calls the Haida Gwaii (a. k. a. Queen Charlotte Islands) home.

During her stop in Calgary on a leg of the Students for Sustainability ( studentsforsustainability.ca) cross-country tour, Cullis-Suzuki reflected on how dire the environmental situation has become since that summit in 1992.

“We are currently undergoing the sixth mass extinction we’ve ever seen. The last was 65 million years ago. We’re undermining our own support systems,” she said.

On a positive note, about three years ago, the world started paying attention to environmental problems again.

“The weather is what has really hit it home,” Cullis-Suzuki said, noting the immense cost of hurricane Katrina.

Crisis Equals Opportunity

The environmental movement’s momentum was palpable and now”in the midst of all this greenery, crisis hits Wall Street . . . and suddenly the economy has become the main topic of conversation,” she said.

But what may be a crisis in many ways, serves a purpose in others.

“Light has been shone on the faults in our economy. The economic system has evolved in a way that has resulted in the exploitation of its own citizens,” she said.

And this means now is a great opportunity to create a better economic system — one with a more realistic measure of progress than GDP, she adds.

“There’s a chance to revise our destructive economy,” she said, referring to Sustainability Within a Generation, a report by the David Suzuki Foundation that outlines how to transition to a sustainable economy. It includes creating a Genuine Wealth Index that measures the state of the nation’s natural, social, human, manufactured and financial capital.

In this new world order, experts on sustainability are needed in every field, Cullis-Suzuki said. And she urged students to become those experts, whether as artists, economists, ecologists or engineers.

“To make a difference you’ve got to follow your heart,”she said.

Lessons From The Cullis-Suzuki Household

After her speech, when asked about the impact of her dad, she insisted she actually picked up a lot of direction from her mom.

“She’s an amazing activist and feminist. She started the David Suzuki Foundation. . . . They are an amazing team and they have fun together,” she said.

Their passion rubbed off on Cullis-Suzuki, who recalled such peculiar childhood experiences as having South American tribal people living in the family’s basement.

She said her family taught her that if you recognize something is wrong, you have to speak up about it. “I believed you could change the course of history.”

And your kids need to believe that, too, she said. Her 1992 speech goes to show what happens when a community supports it’s youth.

“Kids have ideas all the time, but if parents and communities don’t support their crazy ideas . . . well, here we are 16 years later still talking about it.”

By cultivating a vision of a beautiful, joyful (and sustainable) world, Cullis-Suzuki believes people will want to jump into the sustainability movement.

And if you don’t?

“If you think you’re not connected to the environment, start to think about food. And health. You might not care about the planet, future generations, but hopefully you care about your health,” she said.

egilchrist@theherald.canwest.com

Online Features

Visit calgaryherald.com/greenguide to watch the video of 12-year-old Severn Cullis-Suzuki bringing delegates to tears at the UN Earth Summit.

1 Comment

  suman wrote @

Kita harus peduli kelangsungan hidup Bumi ini demi generasi kita berikutnya. Ubahlah cara makan Anda demi untuk kesehatan Anda sendiri dan penyelamatan Bumi ini. Be Veg. Go Green. Save the Planet.

Like


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: