SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Kegaiban Kelenjar Otak


Kegaiban Kelenjar Otak

Disusun oleh Kelompok Berita Formosa

Istilah “kelenjar otak” (“pineal gland”, ada juga menyebutnya “kelenjer di bawah otak”, untuk mempersingkat, dipakai istilah “kelenjar otak”) waktu pertama kali disebutkan menciptakan suatu aura kegaiban. Filsuf Perancis yang terkenal, dan juga fisiologis, fisikawan, ahli matematika dan ilmuwan alam, Rene Descartes (1956 – 1650) menyebutkannya sebagai “singgasana jiwa”. Yang lain mempercayai Pusat tersebut sebagai pembawa “kode kehidupan” dan menyampaikan perintah ke seluruh tubuh. Kajian akademik terbaru telah menemukan bahwa kelenjar otak mengandung sel yang peka cahaya dan berfungsi seperti retina mata, ini membuktikan kenyataan bahwa kelenjar otak dapat “melihat”. Sehingga, kelenjar otak juga dinamakan sebagai “mata ketiga”. Penelitian modern atas produksi melatonin oleh kelenjar otak telah mengungkapkan kegaiban ini dalam hal tertentu.

Melatonin dan Kelenjar Otak

Kelenjar otak adalah suatu organ berbentuk kerucut dan datar berukuran sebesar kacang polong yang tergeletak di pusat otak tengah. Kelenjar otak mencapai ukuran terbesarnya selama masa kanak-kanak, namun berangsur-angsur menyusut bersamaan dengan bertambahnya usia.

Produksi melatonin oleh kelenjar otak ditentukan oleh jumlah cahaya yang diterima, karena kelenjar memainkan peranan seperti jam tubuh, disebabkan oleh kepekaannya terhadap cahaya dan pengaturan siklus bangun-tidur. Selama tidur di malam hari, tingkat melatonin di dalam tubuh meningkat, mencapai puncaknya antara pukul 11 malam dan 2 dini hari, dan turun dengan drastis ketika fajar.

Produksi melatonin terkait dengan usia, naik menjelang tiga bulan setelah lahir, mencapai puncaknya ketiga berusia enam tahun, dan mulai merosot setelah puber.

Pengaruh Melatonin pada Tubuh Manusia

Melatonin memiliki struktur kimia yang sederhana, namun melatonin memainkan peranan yang menentukan dalam fungsi tubuh, mengawasi kerja seluruh kelenjar dan organ dalam tubuh, dan mengatur produksi hormon. Melatonin juga mengendalikan stimulasi berlebihan dari saraf simpati sebagai faktor penurun tekanan darah dan memperlambat denyut jantung, sehingga mengurangi akibat penyakit jantung. Melatonin juga meringankan tekanan jiwa, memperbaiki jam tidur, menyesuaikan jam biologis tubuh, menyembuhkan penyakit terbang (jet-lag), memperkuat kekebalan tubuh, meningkatkan ketahanan tubuh terhadap kuman dan virus, dan mencegah kanker dan kepikunan.

Produksi melatonin berbanding terbalik dengan produksi serotonin, suatu zat kimia yang menarik pembuluh darah dan bertindak sebagai pemancar saraf (neurotransmitter) (catatan penerjemah: neurotransmitter adalah suatu zat kimia di dalam tubuh yang membawa pesan dari otak sehingga membuat Anda merasa rileks dan gembira.) Benak paling aktif pada siang hari, ketika benak mulai liar dan terbagi-bagi perhatiannya, yang menyebabkan bertambahnya jumlah serotonin yang dibutuhkan oleh sel saraf. Selama malam hari atau selama meditasi, ketika benak tidak begitu aktif, produksi serotonin lebih sedikit dan lebih banyak melatonin yang diproduksi, dan demikian sebaliknya. Namun demikian, bila mata menerima cahaya, produksi melatonin berkurang. Inilah kenapa pekerja malam dan mereka yang tidurnya dengan cahaya lampu menyala memiliki kekebalan yang lebih rendah terhadap penyakit dan memiliki kecenderungan lebih tinggi terkena penyakit kanker dibandingkan orang lain.

Dua kajian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa cahaya terang di malam hari mengurangi produksi melatonin dan menyebabkan proses pengeluaran hormon estrogen pada wanita, yang mana sebaliknya akan menimbulkan kanker payudara bagi para wanita pekerja malam. Kajian terhadap bayi yang mati secara mendadak (SIDS), ditemukan bahwa para bayi tersebut mengalami ketidaknormalan pertumbuhan kelenjar otak, sehingga menurunkan tingkat melatonin dan memperlemah kemampuan otak untuk mengatasi radikal bebas (molekul tanpa pasangan elektron), dengan demikian menyebabkan otak rentan terhadap kerusakan radikal bebas. Kajian lainnya terhadap anak-anak dan dewasa pengidap penyakit murung tanpa sebab, memperlihatkan bahwa tingkat melatonin para pasien penyakit jiwa lebih rendah dibandingkan dengan orang sehat.

Asal Melatonin

Melatonin berada dalam jumlah kecil pada berbagai jenis tanaman, termasuk gandum, jagung manis, beras, jahe, tomat, pisang dan jali-jali. Asupan makanan lain seperti rumput laut, kacang kedelai, biji labu kuning, biji semangka, kacang almond, kacang tanah, ragi, biji gandum, dan susu membantu meningkatkan produksi melatonin tubuh.

Asupan makanan yang rendah memperlihatkan tingkat melatonin yang normal. Penelitian menunjukkan bahwa tikus tua yang diberi lebih sedikit makanan memiliki kelenjar otak yang sehat  seperti tikus muda, dan dapat mengatur produksi melatonin. Tingkat melatonin tikus tua 80 persen dari yang ditemukan pada tikus muda, dibandingkan dengan  40 persen pada tikus tua yang tidak dibatasi makanannya.

Kesimpulan

Meskipun melatonin memiliki akibat yang cukup besar pada tubuh manusia, namun tidak terdapat kesimpulan yang pasti tentang adakah suplemen melatonin bermanfaat bagi kesehatan. Kajian menunjukkan bahwa produksi melatonin lebih tinggi pada wanita yang bermeditasi. Latihan jempol kaki juga merangsang pertumbuhan melatonin. Olahraga di siang hari meningkatkan melatonin, sedangkan olahraga di malam hari memiliki akibat yang sebaliknya. Dengan demikian, disarankan untuk mengurangi makan, bermeditasi, berolahraga di siang hari dan menjalani kehidupan secara disiplin.

<Diterjemahkan dari Coloring Our Lifes – A collection of quotes and spiritual teachings by The Supreme Master Ching Hai. Hal 151-153>

%d bloggers like this: