SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Ilmu Pengetahuan, Kerohanian dan Konsistensinya


Ilmu Pengetahuan, Kerohanian dan Konsistensinya

Oleh Tim Berita AS

(Asal dalam Bahasa Inggris)

Anda akan kagum bila mendengarkan ilmuwan yang bernama “Ching Hai” membahas tentang kegaiban dunia dan Alam Semesta dalam berbagai rekaman kaset dan video ceramah Beliau. Kata-katanya menegaskan apa yang Yesus katakan: Carilah dulu kerajaan Tuhan dan segala sesuatu akan ditambahkannya kepadamu. Guru Ching Hai menguasai berbagai bahasa di alam semesta, namun setelah mencapai pencerahan sempurna, Ia dapat menjelaskan asal-muasal Alam Semesta lebih baik dari fisikawan manapun di atas planet ini. Guru juga mengatakan bahwa tidak ada pertentangan antara ilmu pengetahuan dan agama, bahwa ilmu pengetahuan berusaha membuktikan apa yang telah diketahui oleh mereka yang telah mencapai pencerahan sempurna, dan bahwa ilmu pengetahuan dari planet lain adalah milliaran atau trilliunan kali lebih maju dari kita.

Teori Big Bang

Suatu artikel pada koran Indianapolis Star  tanggal 15 Januari 1998   menyatakan bahwa banyak angkasawan dalam pertemuan musim dingin tahunan Masyarakat Angkasawan Amerika, menyetujui alam semesta ini dimulai dengan suatu “Big Bang”, di mana semua waktu dan ruang berada dalam suatu titik tunggal berkabut tebal – suatu “keesaan” – yang secara tiba-tiba mengembang keluar dalam suatu percikan benda-benda berupa bola api, yang sekarang berbentuk galaksi, bintang dan planet. Namun, para ilmuwan gagal mengetahui apakah “keesaan” itu dan apa yang terjadi setelah kejadian Big Bang tersebut. Akankah alam semesta berkembang selamanya atau akankah hancur atau kembali ke dalam suatu “Gumpalan Besar” ? Suatu teori mengatakan bahwa alam semesta suatu hari akan tertarik kembali ke asal-muasalnya.

Dalam suatu ceramah Nya di Jenewa, Swiss, pada tanggal 21 April 1993, Guru Ching Hai ditanya adakah Ia setuju dengan teori ilmuwan tentang asal-muasal Bumi, yaitu, “Teori Big Bang”, dan Ia menjawab, “Ya, saya setuju dengan itu. Namun, para ilmuwan hanya menjelaskan sesuatu dalam aspek fisika dan materi saja. Mereka belum mengungkapkan hakekat sejatinya, kekuatan tak kasat mata di balik teori Big Bang. Namun, itu juga cukup membantu pemahaman ke aspek rohani dan penciptaan.”

Pada tanggal 22 Maret 1993, selama berlangsungnya sesi tanya dan jawab di Brisban, Australia, Guru menguraikan dengan jelas bagaimana alam semesta terjadi. “Keesaan” dalam terminologi ilmuwan adalah Tuhan, kebijaksanaan, atau energi kosmos. Apabila kekuatan kebijaksanaan pusat ini berada dalam pergerakan, segala bentuk penciptaan berasal dari itu, dengan berbagai bentuk, ukuran, energi, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk bergerak dan berpikir. “Keesaan” telah mengembang dan menyusut beberapa kali, yang menyebabkan kita tumbuh dan berevolusi. Dan Guru menjelaskan dalam ceramah Nya di Singapura pada tanggal 26 September 1994, bahwa , secara ilmu alam, proses ini persis sama dengan teori “Big Bang”, namun amat sulit untuk menjelaskannya dalam bahasa manusia.

Keraguan Atheis

Dalam usaha membuktikan bahwa kehidupan di atas Bumi terjadi melalui benturan acak molekul-molekul dalam suatu ‘prabiotik’ zat cair metana, amoniak, karbon oksida, karbon dioksida, hidrogen dan uap air, ilmuwan Miller dan Urey mereka-ulang kondisi ini dalam suatu percobaan laboratorium yang terkenal pada tahun 1950-an. Suatu percikan listrik (dimaksudkan untuk menimbulkan kilat) menghasilkan penciptaan asam amino, pembentuk balok DNA.

Namun demikian, Sir Fred Hoyle, meskipun seorang atheis, tidak setuju dengan kesimpulan hasil percobaan tersebut di atas dan percaya bahwa kehidupan tidak mungkin timbul di Bumi ini karena suatu kejadian mendadak. DNA terlalu rumit dan terlalu tak beraturan untuk bisa diuraikan oleh hukum fisika. Meskipun seluruh alam semesta ini pada mulanya mengandung zat cair , Hoyle menyimpulkan, suatu kejadian mendadak tidak akan mengarahkan terjadinya penciptaan kehidupan. Hoyle mengatakan bahwa kemungkinan kejadian acak telah menciptakan kehidupan adalah sebesar kemungkinan seperti “topan yang menyapu tempat pembuangan barang-barang bekas dan membentuk pesawat Boeing 747”. Bersama dengan Francis Crick (salah satu penemu DNA) dan sejumlah ilmuwan lainnya, Hoyle sekarang percaya bahwa kehidupan berasal dari planet lain di suatu tempat dan dipindahkan ke sini. Namun demikian, Hoyle dan ilmuwan lainnya tidak dapat menjelaskan bagaimana kehidupan itu muncul di planet lain tersebut!

Terobosan Fisika Modern

Terobosan konseptual dari fisika modern menciptakan suatu contoh yang baik tentang konsistensi antara ilmu pengetahuan dan kerohanian. Ketika ilmu pengetahuan molekul ditemukan, manusia mulai mengubah pandangan mereka tentang obyek materi di dunia ini. Mereka menyadari bahwa berbagai obyek padat sebenarnya tidak “padat” dan bahwa segala sesuatu di dunia ini terbuat dari berbagai molekul dengan ruang besar di antara molekul tersebut. Sesuai perkembangan ilmu fisika, orang mulai menyadari bahwa hampir tak terhitung jenis molekul di alam semesta ini yang terbuat dari berbagai partikel dasar jenis tertentu seperti elektron, proton, netron, dsb.

Pandangan manusia terhadap dunia materi lagi-lagi berubah secara dramatis begitu mekanika quantum diperkenalkan pada awal abad ke-20. Mekanika quantun menilai partikel dasar dari dunia materi bukanlah sebagai partikel, tapi sebagai gelombang atau energi dalam berbagai keadaan getaran yang membuat kita merasa bahwa benda-benda itu adalah cangkir dan mangkok. Arti kata, semua benda di dunia ini adalah ilusi dan hanya mengandung energi getaran.

Penemuan ini sejalan dengan ajaran para Guru Agung bahwa dunia kita adalah ilusi. Dalam suatu ceramah di Thailand pada 1 Januari 1994, Maha Guru Ching Hai berkata, “Apabila kita berpaling ke dalam (meditasi), kita menemukan kekosongan: tiada bentuk fisik, tiada isi; alih-alih, kita menemukan keberadaan yang sebenarnya, energi yang sebenarnya . Itulah darimana kita berasal. Jika kita tidak melihat diri kita sebagai tubuh jasmani, barulah kita akan menyadari bahwa itulah darimana kita berasal. Itulah energi yang sebenarnya darimana segala sesuatu berasal…..”

Mekanika quantum juga sejalan dengan ajaran rohani bahwa segala sesuatu tercipta dari Suara agung (Tao, Sabda, atau Getaran). Dalam ceramah Guru Ching Hai yang disampaikan di Taipei, Formosa pada 6 Maret 1986, Ia memberikan uraian yang jelas berikut ini: “Suara ini telah ada ketika penciptaan dimulai. Ketika Suara ini menjelma dalam keberadaan, segala sesuatu berujud dalam keberadaan. Suara ini adalah Tuhan; Suara ini adalah Penciptaan. Segala sesuatu di alam semesta ini adalah terhubungkan secara bersama oleh Suara ini. Seluruh alam, dari yang tinggi hingga yang rendah, terhubungkan satu sama lainnya melalui Suara ini. Segala sesuatu di alam semesta, adakah itu berupa batu, tanaman atau manusia, bergetar pada frekwensi khusus mereka sendiri.”

Dari contoh tersebut di atas, kita dapat melihat bahwa ilmu pengetahuan materi mencakup kerohanian. Kebanyakan ilmuwan memusatkan perhatian mereka hanya pada tingkat materi, dan, meskipun mereka telah membuat banyak penemuan, apa yang dapat mereka temukan adalah bersifat terbatas. Sebagaimana yang pernah Maha Guru Ching Hai katakan, “Ilmuwan telah menemukan materi saja. Mereka telah menemukan bahwa semua energi adalah materi, tetapi bukan kecerdasan fleksibel di balik energi tersebut. Sehingga, ada sedikit perbedaan di sini. Orang menggunakan energi sebagai alat untuk mempertahankan hidup mereka dan menjadikannya lebih menyenangkan dalam hidup mereka. Namun, mereka tidak menyadari bahwa di balik energi tersebut terdapat suatu kecerdasan fleksibel, yaitu kebijaksanaan.” (Ceramah di Harvard University), 27 Oktober 1989).

Metode Quan Yin sebagai suatu kunci, suatu alat, yang mana Anda bisa pergi ke berbagai tempat untuk belajar.” (Ceramah di Chiayi, Formosa, 16 Januari 1989). “Sekarang ini, Bumi kita tidak memiliki sekolah ilmu pengetahuan yang luarbiasa yang mengajarkan ilmu pengetahuan canggih. Sehingga Anda mesti berlatih Metode Quan Yin, dan Anda akan secara berangsur-angsur mengembangkan kebijaksanaan Anda. Atau Anda dapat pergi ke planet lain untuk belajar, sehingga Anda dapat melayani dunia apabila Anda kembali ke sini.” Meskipun para ilmuwan agung ke sini dari planet lain untuk menemukan mesin dan mengajari kita dalam berbagai aspek, kita masih harus terlebih dahulu mempersiapkan diri kita. Kita harus mempersiapkan diri dengan kebijaksanaan tingkat tinggi, sehingga kita dapat menyatu dengan ilmu dan pengetahuan maju yang akan mereka ajarkan pada kita. Bagaimanapun juga, kita harus berlatih metode kebijaksanaan untuk mengembangkan dan memupuk kebijaksanaan kita. Barulah kita dapat mengerjakan segala sesuatu.” (Ceramah di Hong Kong, 19 Februari 1992).

<Diterjemahkan dari Coloring Our Lifes – A collection of quotes and spiritual teachings by The Supreme Master Ching Hai. Hal 161-165>

%d bloggers like this: