SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Daging dan Telur Ayam Mengandung Arsenik1) (yang Menyebabkan Kanker)

Daging dan Telur Ayam Mengandung Arsenik1) (yang Menyebabkan Kanker)


Setelah bertahun melakukan pengamatan dan penelitian langsung pada daging dan telur ayam yang beredar di pasaran Amerika Serikat dan selama itu mereka berharap tidak seorang pun mengetahuinya, pada bulan Juni 2011, akhirnya dengan berat hati, Badan Pengawasan Obat (FDA) AS mengakui2) bahwa arsenik yang terdapat pada pakan ternak berakumulasi pada daging dan telur ayam yang dikonsumsi manusia.  Selama sekurangnya 60 tahun terakhir, orang Amerika yang mengkonsumsi daging dan telur ayam secara tidak sengaja telah menelan arsenik, suatu unsur kimia yang menyebabkan kanker, kerusakan syaraf, gangguan mental dan berbagai penyakit lain3). Makin sering dan makin banyak mereka mengkonsumsi daging dan telur ayam, makin banyak mereka mengakumulasikan arsenik dalam tubuhnya. Mereka tidak pernah menyadari hal ini karena arsenik tidak langsung berakibat fatal. Bahkan ketika sudah terbaring sekarat hingga mati pun mereka tidak pernah tahu dan menyadarinya. Sebagian besar orang selalu seperti itu, mereka dengan mudah bisa mengetahui penyakit tetapi tetap tidak peduli dengan racun yang menyebabkan penyakit itu terjadi.

 

Arsenik sesungguhnya merupakan bahan kimia beracun. Pada pertengahan abad kesembilan belas yang lalu,  arsenik digunakan sebagai senjata pembunuh. Pada konsentrasi rendah, akibat keracunan arsenik hanya seperti berbagai macam penyakit kronis sehingga seakan kita seperti tidak teracuni olehnya. Tetapi pada konsentrasi tinggi, arsenik bersifat mematikan.

Para peternak memberikan pakan ternak yang mengandung arsenik agar meningkatkan berat badan ternak, mempercepat pertumbuhan dan membuat daging serta telurnya kelihatan lebih bagus serta juga mencegah penyakit usus(coccidiosis) yang biasa diderita oleh ayam. Para peternak juga menyemprotkan racun hama yang mengandung arsenik sehingga selain dari pakannya sendiri, hewan ternak itu juga teracuni arsenik dari udara, air dan lingkungannya. Semuanya berakumulasi sepanjang hidupnya  di dalam otot dan daging serta akhirnya juga diteruskan ke dalam telurnya.

 

Tetapi tidak sedikit ahli medis dengan gampangnya mengatakan bahwa tubuh kita dapat mendetoksifikasi semua racun yang terdapat pada makanan sehingga bisa dianggap, bahkan FDA pun juga menganggap demikian, bahwa racun-racun itu tidak menyebabkan penyakit. Sekalipun FDA juga mengakui bahwa arsenik adalah sebuah bahan karsinogen (bahan yang sangat meningkatkan resiko kanker), mereka tetap mengkampanyekan bahwa daging dan telur ayam adalah aman untuk dikonsumsi karena kadar arseniknya rendah. Menurutnya, asal dalam ambang batas, tubuh mampu mentolelirnya dengan cara mendetoksifikasinya. FDA tidak pernah mengukur dan mempertimbangkan berapa akumulasi arsenik dalam tubuh manusia yang sering mengkonsumsi produk yang terbuat dari daging atau telur unggas. Kalau FDA yang di Amerika Serikat saja begitu, tak terbayangkan betapa besar racun arsenik yang terdapat pada daging dan telur ayam yang berada di sekitar kita.

 

Benarkah tubuh kita bisa mentolelir atau mendetoksifikasi arsenik? Marilah kita jujur pada diri kita sendiri. Tubuh kita memang memiliki kemampuan hebat untuk melakukan detoksifikasi dengan sendirinya, tetapi apakah sedemikian hebat sehingga mampu membuang semua racun yang biasa kita konsumsi? Bukankah ayam-ayam ternak itu juga memiliki kemampuan mendetoksifikasi dirinya sendiri, tetapi mengapa kita menemukan arsenik pada daging dan telurnya? Tak terpikirkan oleh kita bahwa sekalipun kadarnya cukup rendah, dengan mengkonsumsinya terus menerus sesungguhnya kita telah mengakumulasikan racun ke dalam tubuh?

 

Badan Pengawasan Obat dan Makanan hanya sibuk mengawasi melamin dan bahan pengawet formalin yang ada pada makanan, tetapi tidak pernah risau pada berbagai racun yang jauh lebih besar yang terdapat pada berbagai makanan yang beredar luas di masyarakat. Mereka membiarkan perusahaan cepat saji terus meracuni masyarakat sejak mereka berusia sangat belia. Mereka membiarkan banyak zat karsinogen yang lain ke dalam mi instan dan berbagai makanan lain. Mereka juga terus membiarkan perusahaan rokok beroperasi dengan alasan politis dan ekonomi.

 

Sebenarnya banyak sekali pilihan makanan yang sehat dan lebih segar yang tersedia di sekitar kita. Kita tak perlu  khawatir menjadi kelaparan gara-gara menghindari racun arsenik dari makanan. Sebagian besar penyakit terjadi bukan karena kekurangan nutrisi, tetapi justru terlalu banyak atau terlalu sering atau rutin mengkonsumsi makanan tidak baik.

 

Coret daging dan telur ayam dari perbendaraan makanan,  kembali ke alam, banyak mengkonsumsi buah dan sayur organik segar, alihkan peternakan menjadi pertanian sayur dan buah organik, tentu akan menyegarkan semua pihak.

 

Meninggalkan daging ayam dan telur ayam dan segala macam produk yang terbuat darinya merupakan sebuah tindakan kecil yang sangat bijak dan sangat berguna bagi kesehatan tubuh kita sendiri dan juga sangat berguna untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta mencegah terjadinya berbagai bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim.

—————————

1) Arsenic  /ˈɑrsɨnɪk/ is a chemical element with the symbol As, atomic number 33 and relative atomic mass 74.92. Arsenic occurs in many minerals, usually in conjunction with sulfur and metals, and also as a pure elemental crystal. It was first documented by Albertus Magnus in 1250.[5] Arsenic is a metalloid. It can exist in various allotropes, although only the grey form has important use in industry.

Arsenic is notoriously poisonous to multicellular life, and a few species of bacteria are able to use arsenic compounds as respiratory metabolites. http://en.wikipedia.org/wiki/Arsenic_contamination_of_groundwater”>Arsenic contamination of groundwater is a problem that affects millions of people across the world.

http://en.wikipedia.org/wiki/Arsenic

2) Courier Times  News, Intelligencer New, Burlington County Times News. © 2011 phillyBurbs.com. Posted: Wednesday, June 8, 2011 1:42 pm | Updated: 1:56 pm, Wed Jun 8, 2011.

http://www.phillyburbs.com/news/local/burlington_county_times_news/fda-some-chicken-may-have-small-amount-of-arsenic/article_0ecc5758-91f7-11e0-a572-001a4bcf6878.html

3) Arsenik dapat mengakibatkan banyak hal buruk bagi tubuh, antara lain:

a. arsenik meningkatkan resiko terkena H1N1 influenza (flu burung), http://www.naturalnews.com/026307_arsenic_water_H1N1.html

b. arsenik bisa meningkatkan resiko diabetes, http://www.naturalnews.com/025701_arsenic_water_health.html

c. arsenik meningkatkan resiko penyakit jantung, http://www.naturalnews.com/024909_water_arsenic_EPA.html

yang lain :

http://toxipedia.org/display/toxipe…
http://www.iatp.org/iatp/press.cfm?…
http://www.nytimes.com/2006/04/05/d…

 

 


Makanan mentah atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

No comments yet»

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,590 other followers

%d bloggers like this: