SumanSutra

"Am a Vegan and Green to Save the World" twitter: @sumansutra fb:sumansutra LinkedIn: sudarman email: sumansutra@gmail.com

Apakah Cuka Apel Bagus untuk Kesehatan?

Apakah Cuka Apel Bagus untuk  Kesehatan?

 

Banyak orang yang memuji-muji cuka apel karena mampu menyembuhkan arthritis, menurunkan tekanan darah dan membantu mengurangi berat badan.

 

Bahkan, kepopulerannya itu juga merambah pada mereka yang melakukan pola makan mentah (tidak semua makanan mentah adalah makanan segar..). Banyak pelaku makanan mentah (rawfoodist) yang menggunakannya sebagai bumbu penyegar seperti pada salad dan sup.

 

Tetapi, benarkah kita perlu memasukkan cuka apel sebagai salah satu makanan sehat atau makanan segar untuk menjaga kesehatan kita?

 

Mari kita perhatikan beberapa hal yang banyak dipromosikan orang tentang kehebatan cuka apel untuk tubuh.

 

Apakah Cuka Apel Penuh Nutrisi?

Tidak. Cuka apel merupakan produk yang dibuat melalui proses yang panjang.  Banyak vitamin dan mineral yang ada pada buah asli segar dan alami telah hilang. Pada kenyataannya, cuka apel tidak memiliki banyak atau kecukupan bahan-bahan yang kita perlukan. Satu sendok cuka apel hanya mengandung sedikit kalsium, phosphorous, magnesium dan besi serta tidak setetes pun mengandung serat, asam amino, atau vitamin A, C, E, K, B6, niacin, thiamin, riboflavin atau folate. Mestinya  kita semua sudah tahu, kalau ingin makan sesuatu yang penuh nutrisi yang cocok untuk tubuh, maka kembalilah kepada hal yang alami dan yang tidak diproses, yaitu makanlah buah dan sayuran segar!

 

Apakah Cuka Apel merupakan Sumber Enzim yang baik?

Benar. Tapi, apakah ini juga bagus untuk pencernaan dan kesehatan kita secara menyeluruh? Hmm, yang ini tidak. Pengertian bahwa enzim yang ada pada tanaman dapan membantu tubuh untuk mencerna makanan adalah suatu kekeliruan besar. Satu-satunya enzim yang dapat berfungsi untuk membantu pencernaan kita adalah enzim-enzim pencernaan yang diproduksi oleh tubuh sendiri.

 

Langkah yang terbaik agar pencernaan berlangsung dengan sangat baik adalah hanya mengkonsumsi makanan yang cocok untuk tubuh sehingga mudah dicerna, diserap, diasimilasikan dan dibuang sisanya secara mudah dan efisien. Dan…, itu hanya terdapat pada buah manis segar dan sayur segar.

 

Apakah Cuka Apel dapat Menyembuhkan?

Tidak, karena tak ada satu makanan pun yang dapat menyembuhkan tubuh. Hanya tubuh sendiri yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri.

 

Minum cuka apel tidak akan membantu tubuh menyembuhkan atau menjadi sehat. Hanya mengkonsumsi banyak buah manis segar, sayur segar dan membatasi asupan lemak saja yang bisa ‘membantu’ (artinya, tidak mengganggu pencernaan).

 

Jadi, apakah Kita Perlu Mengkonsumsi Cuka Apel?

Tidak. Sekalipun jika salad yang kita gunakan makan malam masih bercampur dengan sedikit gorengan, sedikit tepung, vegan mayonaise manis, sambal atau makanan asam yang lain…, cuka apel tetap bukanlah merupakan pilihan yang baik. Mata tetap mudah berair dan kita masih tetap mudah pilek.

 

Semua cuka, termasuk cuka apel, dibuat dengan mengencerkan asam asetat (cuka yang murni sering dicatat sebagai racun, sehingga walaupun kadarnya mungkin kecil tetapi juga mengandung racun..) dengan air.  Jika mengkonsumsi cuka apel, sesungguhnya kita juga menelan racun, walaupun dosisnya kecil. Sesungguhnya, cuka tidak bisa dikatakan sebagai salah satu bahan makanan1).

 

Asam asetat menstimulasi kelenjar thyroid untuk  menarik fosfor dari kelenjar adrenalin untuk menghilangkan pengaruh asam asetat dalam sistem tubuh. Kehilangan fosfor itu membuat gangguan fungsi kelenjar adrenalin dan sehingga juga mengganggu keseluruhan sistem endokrin. Sehingga kemudian akhirnya akan membuat tubuh mengeluarkan bau tak sedap, nyeri jantung, denyut nadi makin cepat, meningkatkan produksi lendir dan penih.  Bahkan jika digunakan berulang-ulang secara rutin juga dapat membuat pengerasan hati2).

 

Jik kita masih menemui kesulitan untuk meninggalkan cuka aple atau cuka-cuka yang lain dari menu kita, cobalah cari alternatif lain yang lebih baik pada masa transisi. Jeruk nipis atau jeruk lemon juga akan membuat rasa kecut salad dan makanan segar kita tanpa membuat peningkatan keasaman yang tinggi. Sedikit ketumbar juga akan membuat rasa menjadi enak dan membuat sedikit rasa pahit. Potongan tomat kering (dijemur dengan matahari) juga akan sangat menambah rasa enak pada salad kita.

 

Namun, apapun, itu kita gunakan pada masa transisi saja, akan lebih baik bila kita bisa menghilangkannya pada suatu saat kelak..

 

Tapi bagaimana bila kita menderita athritis?

… ikuti artikel berikutnya..

 

Jadikanlah pola makanan segar menjadi pola hidup kita

dan selamat makin sehat dan bugar serta menarik…

 

1) http://www.youtube.com/all_comments?v=RhHHiEtZ05g&page=1

2) Dr. Douglas Graham, “The 80/10/10/10 Diet” page 254, FoodnSport Press, Florida, USA, 2006.


Makanan segar atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas 45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung enzim kehidupan.

1 Comment»

  Piano Links wrote @

Piano Links

I am very impressed. I found a lot of informative stuff in your article. Keep it up. Excellent JOB Thx!.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,699 other followers

%d bloggers like this: